Polisi Ungkap Kronologi Duel Maut di Kalumpang, Pelaku dan Korban Bergumul karena Selisih Paham
Budi Arif Rahman Hakim June 23, 2026 11:52 PM


BANJARMASINPOST.CO.ID, KANDANGAN - Kepolisian beberkan kronologi kejadian perkelahian dan penganiayaan yang mengakibatkan meninggalnya orang yang terjadi di kebun terong di Desa Sirih Hulu, RT 2, Kecamatan Kalumpang, Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS), Senin (22/6) pagi.

Berdasarkan keterangan Kapolres HSS, AKBP Awaluddin Syam, melalui Kapolsek Kalumpang, AKP Samsi, bermula sekitar pukul 08.00 Wita, terduga pelaku AK (57) berangkat menuju kebun miliknya dengan tujuan menanam pohon pisang. 

Saat diperjalanan, pelaku singgah di kebun milik saksi Miarti untuk berbincang-bincang. Tidak lama kemudian, korban N (64) datang ke lokasi dan turut bergabung dalam pembicaraan tersebut.

Namun, saat itu terjadi perselisihan paham antara pelaku dan korban sampai terjadi perkelahian atau pergumulan di pinggir jalan kebun yang berlokasi di Desa Sirih Hulu RT 2.

“Saat peristiwa, AK diduga melakukan penganiayaan terhadap N menggunakan senjata tajam. Saksi yang melihat keduanya bergumul segera meminta bantuan ke saksi lain agar melerai. Namun, saat saksi datang ke TKP, korban N sudah dalam keadaan terlentang di tanah dengan mengalami beberapa luka akibat benda tajam,” terangnya, Senin (22/6/2026).

Para saksi bersama warga sekitar akhirnya memberikan pertolongan dan mengevakuasi korban untuk dibawa ke fasilitas kesehatan.

Saat evakuasi korban N masih dalam kondisi menunjukkan tanda-tanda kehidupan sehingga di bawa menuju RSUD Brigjend H Hasan Basry Kandangan untuk mendapatkan pertolongan medis.

Namun, dalam perjalanan korban N menghembuskan nafas terakhirnya.

Baca juga: Kondisi Terakhir Perempuan Terluka Parah di Kompleks Kijang Mas Tala Kalsel, Diduga Masalah Asmara

Baca juga: BREAKING NEWS- Jago Merah Gegerkan Sungai Andai Banjarmasin, Api Lahap Ruko Dekat Arshila Residen

Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Kebakaran Ruko di Sungai Andai Banjarmasin, Api dengan Cepat Berkobar

“Berdasarkan keterangan dokter jaga di RSUD, dr Citra, saat korban tiba dan dilakukan pemeriksaan medis, korban sudah dalam keadaan tidak bernyawa atau meninggal dunia,” terang Kapolsek.

Hasil pemeriksaan medis ditemukan luka-luka tusuk pada dada sebelah kiri, bagian bawah ketiak sebelah kiri, perut sebelah kiri, perut sebelah kanan, lengan sebelah kiri, serta luka gores di  telapak tangan sebelah kiri yang diduga berasal dari sajam.

Mengetahui kejadian tersebut dan karena korban telah meninggal dunia, istri korban melaporkan Polsek Kalumpang, Polres guna dilakukan proses hukum sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menindaklanjuti laporan tersebut, Unit Jatanras, Unit Identifikasi, dan anggota Piket Satreskrim HSS melakukan backup terhadap Polsek Kalumpang dengan mendatangi TKP.

“Setibanya di lokasi, petugas segera melakukan pengamanan TKP guna menjaga keutuhan kondisi tempat kejadian serta mencegah adanya kerusakan maupun hilangnya barang bukti yang berpotensi berkaitan dengan tindak pidana yang terjadi,” bebernya.

Petugas telah melakukan pendataan terhadap saksi-saksi yang mengetahui maupun melihat secara langsung peristiwa tersebut, termasuk mengidentifikasi identitas para saksi yang berada di sekitar lokasi kejadian.

Insiden berdarah ini terjadi, Senin (22/6/2026) pagi. Namun, dari informasi dikatakan terduga pelaku sempat kabur pasca kejadian.

Sore hari, sekitar pukul 17.20 Wita pelaku telah menyerahkan diri ke Polsek Kalumpang, usai dilakukan pendekatan secara persuasif pihak kepolisian dengan pihak keluarga.

Pelaku AK dan korban N, merupakan warga Sirih Hulu, RT 2 yang sehari-hari keduanya bekerja sebagai petani. (Banjarmasinpost.co.id/adiyat ikhsan)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.