BANJARMASINPOST.CO.ID, BARABAI - Makhluk misterius yang mencabik empat domba milik warga Desa Batang Bahalang HST Kalsel
Warga Desa Batang Bahalang, Kecamatan Labuan Amas Selatan (LAS), Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), dibuat waspada setelah empat ekor domba milik warga ditemukan mengalami luka serius diduga akibat serangan hewan liar. Selasa, (23/06/2026) pagi.
Peristiwa itu menimpa Asmuni (48), peternak setempat. Saat hendak memberi pakan sekitar pukul 06.00 Wita, ia mendapati kondisi ternaknya tidak seperti biasanya.
Dari empat ekor domba yang ditemukan, dua ekor sudah mati, satu ekor dalam kondisi sekarat, sedangkan satu ekor lainnya tidak mampu berdiri.
Baca juga: Pemilik Toko Terbakar di Sungai Andai Banjarmasin Ungkap Asal Api, Barang Dagangan Pun Tinggal Arang
Baca juga: Kondisi Terakhir Perempuan Terluka Parah di Kompleks Kijang Mas Tala Kalsel, Diduga Masalah Asmara
Di tubuh ternak tersebut ditemukan sejumlah luka robek yang diduga berasal dari gigitan maupun cabikan hewan liar. Akibat kejadian itu, kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp 5 juta.
Menerima laporan tersebut, personel Polsek Labuan Amas Selatan langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pendataan.
Kapolres HST AKBP Jupri JHP Tampubolon mengatakan pihaknya mengapresiasi respons cepat anggota di lapangan dalam menindaklanjuti laporan masyarakat.
"Kami mengimbau warga agar tetap waspada terhadap keberadaan hewan liar yang berpotensi membahayakan keselamatan manusia maupun hewan ternak. Jika menemukan hewan yang mencurigakan, segera laporkan kepada aparat desa atau kepolisian terdekat," ujarnya.
Selain melakukan pengecekan lokasi, petugas juga memberikan edukasi kepada warga terkait penanganan bangkai hewan secara aman, termasuk larangan mengonsumsi hewan yang mati akibat kejadian tersebut.
Polsek LAS juga mendorong koordinasi dengan instansi terkait, termasuk BKSDA Kalimantan Selatan, guna memastikan penyebab pasti kejadian sekaligus langkah penanganan lanjutan.
Sementara itu, warga sekitar diminta meningkatkan pengawasan terhadap hewan ternak serta memperhatikan aktivitas anak-anak jika menemukan anjing atau hewan liar yang berkeliaran di lingkungan sekitar.
Tips Kembangkan Usaha Ternak Domba ala Cak Narto
Memulai usaha peternakan saat ini dapat menjadi salah satu sumber cuan yang dapat dicoba. Peluang penjualan hewan ternak seperti domba dan kambing bisa meningkat di momen-momen Idul Adha dan kebutuhan lain seperti aqiqah.
Pemilik Tegalsalam Farm, Cak Narto, merupakan salah satu pengusaha hewan ternak, khususnya domba yang sukses menjalankan usaha peternakan sejak tahun 2019 lalu.
Menjadi usaha sampingan, nyatanya tak membuat Cak Narto bermain-main dalam usaha yang satu ini. Terbukti, kini usaha miliknya terus mengalami perkembangan dari tahun ke tahun.
Cak Narto bahkan berhasil membuat usaha turunan lainnya dari peternakan ini, yakni dengan memproduksi pakan konsentrat untuk kambing dan domba serta rumah makan.
Dalam acara Live Bronis UMKM pada Rabu (31/5/2023) Cak Narto membagikan tipsnya dalam mengembangkan usaha ternak domba miliknya sebagai berikut.
1. Mulai secara bertahap
“Awal mulanya ya kecil saja, sebagaimana peternak yang lain jangan takut untuk memulai peternakan. Saya juga mulai dari 13 ekor. Belajar ritmenya, belajar siklusnya,” ujar Cak Narto.
Menurutnya, saat memulai yang terpenting adalah jangan langsung memulai dalam skala besar jika belum mengetahui betul bagaimana siklus dari usaha peternakan. Hal ini dilakukan untuk menghindari jumlah kerugian dalam jumlah yang juga besar.
Setelah berhasil menjalankan usaha dalam skala yang kecil, barulah coba lanjutkan untuk mengembangkannya dalam jumlah yang lebih besar lagi.
2. Pahami basic knowledge
“Kuncinya satu, kita harus menguasai dulu know how-nya, pengetahuan A-Z tentang domba itu sendiri. Jadi sebagai owner meskipun nanti kita bisa menyuruh manajer kandang, tetapi kita harus tahu betul apa yang kita perintahkan,” jelas Cak Narto.
Kamu harus memahami terlebih dulu dengan baik apa yang mau kamu kerjakan, bagaimana caranya, kemudian jika ada kendala bagaimana langkah yang harus diambil, dan sebagainya.
Meskipun nantinya kamu tidak terjun ke lapangan sendiri, tetapi kamu tetap perlu memahami dengan baik ilmu dasar dalam peternakan agar nantinya kamu juga dapat menjalankan usaha peternakan dengan efektif dan terhindar dari kerugian.
3. Mentoring
Dengan latar belakang pendidikan yang jauh dari ilmu peternakan, nyatanya Cak Narto tetap berhasil menjalankan Tegalsalam Farm hingga sekarang. Ia mengungkapkan dirinya dulu juga belajar sendiri mengenai ilmu peternakan ini.
“Saya dulu kan di kampung jadi itu masa lalu lah, tetapi background pendidikan saya jauh dari peternakan. Jadi saya otodidak saja, belajar sendiri, kemudian ikut training,” tuturnya.
Setelah mengikuti training, kamu juga bisa mengikuti komunitas-komunitas yang ada. Nah, dari komunitas itu lah sumber pembelajaran dapat kamu dapatkan secara lebih mendalam.
(Banjarmasinpost.co.id/Stanislaus sene/kompas.com).