TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dilaporkan berjalan aman dan lancar.
Meski demikian, tantangan berupa keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah hulu riam masih menjadi kendala utama yang harus dihadapi.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu, Samson Batang, menjelaskan bahwa sistem penerimaan digital yang diterapkan saat ini masih dalam tahap penyesuaian.
Oleh sebab itu, pihaknya terus menerjunkan tim untuk melakukan pendampingan melekat ke setiap sekolah.
Baca juga: Disdikbud Mahakam Ulu Kerahkan Pendampingan untuk Atasi Kendala Jaringan pada SPMB 2026
Karena ini pertama kali menggunakan sistem SPMB yang baru, tentu masih ada proses penyesuaian di lapangan.
"Namun hingga saat ini, berkat pendampingan intensif dari dinas, seluruh tahapan berjalan baik,” ujar Samson Batang kepada TribunKaltim.co, Selasa (23/6/2026) di Mahakam Ulu.
Berdasarkan laporan tim pemantau di lapangan, kendala yang paling mendominasi adalah lambatnya akses data akibat keterbatasan infrastruktur telekomunikasi daring (online).
Merespons situasi tersebut, Disdikbud Mahulu bergerak cepat menginstruksikan panitia di sekolah untuk menerapkan skema jemput bola demi membantu para wali murid.
Baca juga: Server SPMB Kaltim 2026 Down, Pemprov Bagi Jadwal Akses per Wilayah
Melalui kebijakan taktis ini, orang tua atau wali murid tidak perlu memaksakan diri mengakses sistem mandiri di rumah jika terkendala sinyal.
Mereka cukup mendatangi sekolah tujuan dengan membawa dokumen fisik persyaratan:
Selanjutnya, panitia di tingkat sekolah yang akan mengambil alih proses penginputan data secara kolektif ke dalam sistem pusat saat jaringan internet dalam kondisi stabil.
Untuk memastikan akuntabilitas, Disdikbud Mahulu juga telah menggelar monitoring dan evaluasi (monev) khusus secara berkala di seluruh titik sekolah penyelenggara.
Langkah ini diambil guna menjamin hak pendidikan anak-anak di wilayah perbatasan tetap terpenuhi tanpa diskriminasi digital.
Koordinasi berjenjang antara pihak sekolah dan admin teknis dinas berjalan sangat solid.
"Setiap ada kendala teknis atau gangguan sistem di lapangan, tim langsung bergerak cepat melakukan penanganan di hari yang sama,” pungkas Samson tegas. (*)