Orangtua Cukup Bawa Berkas Fisik, Sekolah di Mahakam Ulu Siap Antisipasi Kendala Jaringan Online
Budi Susilo June 23, 2026 10:09 PM

TRIBUNKALTIM.CO, UJOH BILANG — Pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026 untuk jenjang SD dan SMP di Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) dilaporkan berjalan aman dan lancar.

Meski demikian, tantangan berupa keterbatasan jaringan internet di sejumlah wilayah hulu riam masih menjadi kendala utama yang harus dihadapi.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Mahakam Ulu, Samson Batang, menjelaskan bahwa sistem penerimaan digital yang diterapkan saat ini masih dalam tahap penyesuaian.

Oleh sebab itu, pihaknya terus menerjunkan tim untuk melakukan pendampingan melekat ke setiap sekolah.

Baca juga: Disdikbud Mahakam Ulu Kerahkan Pendampingan untuk Atasi Kendala Jaringan pada SPMB 2026

Karena ini pertama kali menggunakan sistem SPMB yang baru, tentu masih ada proses penyesuaian di lapangan.

"Namun hingga saat ini, berkat pendampingan intensif dari dinas, seluruh tahapan berjalan baik,” ujar Samson Batang kepada TribunKaltim.co, Selasa (23/6/2026) di Mahakam Ulu. 

Berdasarkan laporan tim pemantau di lapangan, kendala yang paling mendominasi adalah lambatnya akses data akibat keterbatasan infrastruktur telekomunikasi daring (online).

Merespons situasi tersebut, Disdikbud Mahulu bergerak cepat menginstruksikan panitia di sekolah untuk menerapkan skema jemput bola demi membantu para wali murid.

Baca juga: Server SPMB Kaltim 2026 Down, Pemprov Bagi Jadwal Akses per Wilayah

Melalui kebijakan taktis ini, orang tua atau wali murid tidak perlu memaksakan diri mengakses sistem mandiri di rumah jika terkendala sinyal.

Mereka cukup mendatangi sekolah tujuan dengan membawa dokumen fisik persyaratan:

  • Kartu Keluarga (KK)
  • Akte Kelahiran Anak
  • Ijazah/Surat Keterangan Lulus (untuk jenjang SMP)
  • Dokumen pendukung lainnya

Selanjutnya, panitia di tingkat sekolah yang akan mengambil alih proses penginputan data secara kolektif ke dalam sistem pusat saat jaringan internet dalam kondisi stabil.

Monitoring Berlapis Jamin Transparansi

Untuk memastikan akuntabilitas, Disdikbud Mahulu juga telah menggelar monitoring dan evaluasi (monev) khusus secara berkala di seluruh titik sekolah penyelenggara.

Langkah ini diambil guna menjamin hak pendidikan anak-anak di wilayah perbatasan tetap terpenuhi tanpa diskriminasi digital.

Koordinasi berjenjang antara pihak sekolah dan admin teknis dinas berjalan sangat solid.

"Setiap ada kendala teknis atau gangguan sistem di lapangan, tim langsung bergerak cepat melakukan penanganan di hari yang sama,” pungkas Samson tegas. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.