TRIBUNMANADO.CO.ID- Firman Tuhan yang tercatat dalam ALkitab adalah makanan rohani tubuh rohani kita.
Sebagaimana tubuh jasmani, tubuh rohani membutuhkan santapan rohani juga agar terus bertumbuh.
Berikut santapan Rohani Kristen berjudul mata orang benar.
Baca juga: Santapan Rohani Efesus 2: 1-10, Serving God or Ego?
Ditulis oleh Boy Borang dalam moment of inspiration LPMI.
Firman Tuhan dalam Mazmur 25:14-22
“Mataku tetap terarah kepada Tuhan, sebab Ia mengeluarkan kakiku dari jaring (Mazmur 25:15)
Berbicara mata, Wikipedia menulis, “mata adalah organ penglihatan.
Mata mendeteksi cahaya dan mengubahnya menjadi impuls elektro-kimia pada sel saraf.
Dalam organisme yang lebih tinggi, mata adalah sistem optik kompleks yang mengumpulkan cahaya dari lingkungan sekitarnya.
Mengatur intensitas melalui diafragma, memfokuskan melalui perakitan yang menyesuaikan lensa untuk membentuk sebuah gambar.
Mengkonfersi gambar tersebut menjadi satu himpunan sinyal listrik, dan mentransmisikan sinyal-sinyal ke otak melalui jalur saraf kompleks yang menghubungkan mata melalui saraf optik menuju korteks visual dan area lain dari otak.
Kita kagum pada keajaiban dan kerumitan mata kita sebagai ciptaan Tuhan seperti yang dijelaskan ilmu pengetahuan (biologi), sehingga kita mengerti apa itu mata dan apa fungsinya bagi kita.
Penggunaan istilah “mata-ku” dalam pikiran pemazmur ini tentu saja tidak sekedar merujuk pada pengertian biologis, namun dalam konteks bahasa pemazmur, mata di sini merujuk pada pengertian rohaniah.
Mata jasmani memang tidak dapat melihat Allah yang adalah Roh.
Jadi ketika pemazmur berkata, “Mataku terarah kepada Tuhan”, ini merupakan ungkapan penglihatan imaniah, yang melampaui penglihatan jasmaniah.
Daud terus belajar membangun hubungan dengan Tuhan, bahkan ia menyaksikan bahwa Allah sendiri bergaul karib dengan benar (ay.14).
Apabila mata hati benar, maka mata jasmaniah pun menjadi benar.
Orang yang memiliki kedekatan dengan Tuhan, selalu suka melihat hal-hal yang benar dalam hidupnya setiap hari.
Pasti ia suka membaca dan merenungkan firman Tuhan (Mazmur 1:1-3).
Senang melihat sesama yang memerlukan perhatian kasih (Lukas 10:33-35), ia sangat peka terhadap dosa (Kejadian 39:9), ia suka melihat jiwa-jiwa tersesat (Yohanes 4:35).
Sebaliknya, kalau mata tidak dikuduskan, maka seperti Daud sendiri, ia terjatuh dalam dosa dengan matanya, yang akhirnya membuat ia mengalami banyak malapetaka (2 Samuel 11).
Ketika Daud mengakui dosanya, Tuhan pun mengampuni dia, dan ini tercermin dari persekutuan pribadinya dengan Tuhan.
Saudara, apa yang kita lihat dengan mata kita sekarang?
Bukankah dunia yang penuh dengan segala daya tarik dan hawa nafsunya ini, selalu ingin menggiring kita agar memandangnya?
Dunia yang diwarnai dengan keinginan daging, mata, serta keangkuhan, berada pada posisi yang terus menerus melawan orang benar (1 Yohanes 2:16).
Orang benar pasti terus dan harus berjuang dengan iman untuk mengalahkannya (1 Yohanes 5:4).
Mari kita arahkan mata kita seperti kata hymne: “Mataku tertuju pada-Mu.
Seg’nap hidupku, kus’rahkan pada-Mu. Bimbing aku masuk rencana-Mu.
‘Tuk membesarkan k’rajaan-Mu. Kumau mengikuti kehendak-Mu ya Bapa. Kumau s’lalu menyenangkan hati-Mu.”