Gresik Punya 192 Ribu Kambing dan Domba, Sekda Dorong Peternak Naik Kelas lewat Hilirisasi
Wiwit Purwanto June 24, 2026 12:32 AM

 

 
SURYA.CO.ID, GRESIK - Pemerintah Kabupaten Gresik terus memperkuat sektor peternakan dengan mendorong hilirisasi produk kambing dan domba.

Langkah ini dilakukan agar peternak tidak hanya bergantung pada penjualan ternak hidup, tetapi juga mampu mengembangkan berbagai produk olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

Potensi peternakan di Kabupaten Gresik dinilai sangat besar untuk dikembangkan menjadi sektor usaha yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Dengan dukungan pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran yang tepat, hasil peternakan dapat memberikan nilai tambah yang lebih besar sekaligus meningkatkan kesejahteraan peternak dan masyarakat.

Peternak Didorong Naik Kelas Lewat Hilirisasi

Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik, Achmad Washil Miftahul Rachman, mengatakan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk memperkuat daya saing sektor peternakan di tengah persaingan pasar yang semakin terbuka.

Baca juga: Pemkot Surabaya Bangun Peternakan Ayam, Target 30 Ribu Ekor per Panen 

“Hilirisasi ini penting, agar peternak kita naik kelas. Kambing dan domba tidak hanya berhenti dijual dalam bentuk ternak hidup, tetapi dapat dikembangkan menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah dan peluang pasar lebih luas,” kata Sekda Washil, Selasa (23/6/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan saat membuka kegiatan Gresik Kerja Berbasis Wirausaha Peternakan (Krawu Enak) bertema Hilirisasi Produk Peternakan Kambing Domba di Ruang Rapat Oryza Sativa, Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Gresik.

Menurut Washil, Kabupaten Gresik memiliki modal besar untuk mengembangkan sektor tersebut. Saat ini populasi kambing dan domba di wilayahnya mencapai sekitar 192 ribu ekor.

Jumlah tersebut dinilai cukup untuk membangun ekosistem peternakan yang terintegrasi, mulai dari pembibitan, pemeliharaan, penyediaan pakan, pemotongan melalui Rumah Potong Hewan (RPH), pengolahan hasil ternak hingga pemasaran produk.

“Potensi ini sangat besar. Daging bisa diolah menjadi berbagai produk makanan dan susu domba dapat dikembangkan menjadi produk olahan, kulit bisa menjadi bahan kerajinan, sementara limbah ternak juga dapat dimanfaatkan menjadi pupuk organik yang bernilai ekonomi,” katanya.

Bidik Produk Olahan dan Pasar Lebih Luas

Washil menjelaskan, banyak produk turunan yang dapat dikembangkan dari komoditas kambing dan domba. Di antaranya susu kambing pasteurisasi, yogurt, keju, abon, bakso, sosis, nugget, rendang siap saji, hingga produk nonpangan berupa kerajinan kulit serta pemanfaatan tanduk dan tulang ternak.

Baca juga: Siasat Cerdas Pemkab Gresik Dorong Peternak Kambing Domba Lokal Naik Kelas Lewat Inovasi Produk

Selain kualitas produk, ia juga menekankan pentingnya pengemasan, branding, sertifikasi halal, hingga pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas pemasaran.

“Produk yang baik harus didukung dengan cara pemasaran yang baik. Pemanfaatan marketplace dan platform digital menjadi peluang, agar produk peternakan Gresik menjangkau pasar yang lebih luas,” jelasnya.

Menurutnya, terdapat tiga fondasi utama yang harus diperkuat dalam pengembangan hilirisasi peternakan, yakni keberadaan Rumah Potong Hewan (RPH), Nomor Kontrol Veteriner (NKV), dan Sertifikasi Halal.

“Dengan standar yang baik, produk peternakan kita tidak hanya mampu bersaing di pasar lokal, tetapi juga memiliki peluang masuk ke pasar yang lebih besar,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindito Putro, mengatakan program tersebut menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memperkuat sektor peternakan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.

Menurut Eko, berbagai upaya penguatan sektor hulu telah dilakukan, mulai dari pembinaan pembibitan, peningkatan tata kelola pemeliharaan, hingga pengembangan manajemen pakan ternak.

“Pengembangan peternakan tidak cukup hanya dari sisi produksi. Kita perlu mendorong peternak agar mampu mengolah hasil ternaknya menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi,” imbuhnya.

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan sekaligus membuka wawasan para peternak untuk terus berinovasi.

“Harapannya, peternak tidak hanya menjadi penyedia bahan baku, tetapi juga mampu menjadi pelaku usaha yang menghasilkan produk unggulan,” katanya.

Sementara Founder Kandang Kali Farm, Mohammad Syaiful Muluk, menyampaikan apresiasi kepada berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut.

"Kegiatan ini mendapat dukungan dari PT Aplus Pasific, PT Lembumas Inti Perkasa dan PT Sonto Property, serta diikuti oleh para peternak dan pelaku usaha peternakan kambing dan domba di Kabupaten Gresik," kata Syaiful Muluk.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.