Sukses Tanpa Kendala, MTQ ke-34 Pontianak Jadi Wadah Syiar dan Pembinaan Generasi Muda
Try Juliansyah June 24, 2026 01:26 AM

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Ketua Umum Panitia MTQ ke-34 Tingkat Kota Pontianak, Yusnaldi, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tahun ini berlangsung tertib dan sukses berkat kolaborasi berbagai pihak, mulai dari Pemerintah Kota Pontianak, LPTQ, dewan hakim, panitia, hingga masyarakat.

Dalam laporan pada acara penutupan MTQ ke-34 Tingkat Kota Pontianak, ia menuturkan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan sesuai rencana.

"Alhamdulillah, seluruh rangkaian kegiatan MTQ ke-34 Tingkat Kota Pontianak dapat berlangsung dengan baik, aman, dan lancar. Keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama dan dukungan seluruh pihak yang terlibat," ujarnya saat menyampaikan laporan panitia pada acara penutupan MTQ ke-34 Tingkat Kota Pontianak, Selasa 23 Juni 2026.

Yusnaldi menjelaskan, pelaksanaan MTQ tahun ini mengangkat tema “MTQ ke-34 sebagai Gerakan Transformasi Menuju Kota Pontianak yang Religius, Cerdas, Berkarakter, dan Adaptif.”

Kegiatan tersebut diawali dengan orientasi dewan hakim serta technical meeting pada 18 Juni 2026, dilanjutkan dengan pawai ta’aruf, pembukaan, berbagai cabang lomba, bazar UMKM, hingga penutupan dan pengumuman pemenang.

Ia menegaskan, MTQ tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga sarana meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

"Selain menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat dalam bidang tilawah, hafalan, tafsir dan cabang-cabang lainnya, MTQ juga menjadi sarana menjaring qari, qariah, hafiz, hafizah serta peserta terbaik yang akan mewakili Kota Pontianak pada MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat," katanya.

Persiapan MTQ Tingkat Provinsi

Ia menambahkan, peserta terbaik dari tingkat kota akan dipersiapkan untuk mengikuti MTQ Tingkat Provinsi Kalimantan Barat yang dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 9 Agustus 2026 di Kabupaten Kayong Utara.

Pelaksanaan lomba sendiri dipusatkan di beberapa lokasi, yakni Mimbar Utama Taman Alun Kapuas, aula Kantor Wali Kota Pontianak, Aula Bapperida Kota Pontianak, serta Masjid Al Khalifah Kompleks Kantor Wali Kota Pontianak.

Baca juga: Celine Olivia, Siswi SMKN 5 Pontianak Ceritakan Perjalanannya Hingga Lolos Paskibraka Nasional 2026

Adapun cabang yang diperlombakan meliputi Tilawah Al-Qur’an, Qiraat Al-Qur’an, Hafalan Al-Qur’an dan Hadis, Fahmil Quran, Syarhil Quran, Kaligrafi Al-Qur’an, hingga Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).

Panitia juga menyiapkan 163 paket penghargaan berupa piala, sertifikat, serta uang pembinaan bagi para juara di setiap cabang lomba.

Yusnaldi berharap MTQ dapat terus menjadi wadah syiar Islam sekaligus memperkuat karakter generasi muda dan mempererat ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat.

"Kami berharap nilai-nilai Al-Quran yang dipelajari dan dilombakan dalam MTQ ini dapat terus diamalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga memberikan dampak positif bagi pembangunan sumber daya manusia yang religius dan berakhlak mulia di Kota Pontianak," katanya.

Yusnaldi, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran kegiatan tersebut. Ia menilai kesuksesan acara tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak serta kondisi cuaca yang mendukung selama pelaksanaan.

"Alhamdulillah, tahun ini pelaksanaan MTQ ke-34 Kota Pontianak tahun 2026 sangat meriah. Kegiatan ini juga didukung oleh cuaca yang baik, serta dukungan dan support dari Pemerintah Kota Pontianak, seluruh pengurus MTQ Kota Pontianak, dan masyarakat Kota Pontianak pada umumnya," ujarnya. 

Ia menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman dan lancar, serta membawa kebahagiaan bagi semua pihak yang terlibat.

"Pelaksanaan MTQ tahun ini berjalan dengan aman, lancar, dan sukses sampai selesai. Semua pihak merasa bahagia. Harapannya, para juara satu nantinya dapat mewakili kafilah Kota Pontianak ke tingkat Kabupaten/Kota di Kayong Utara," lanjutnya.

Yusnaldi juga menyebutkan, target utama ke depan adalah meraih juara umum, meskipun saat ini masih dalam tahap pembinaan peserta.

"Target kita sebenarnya adalah juara umum, namun saat ini kita masih dalam proses pembinaan. Para juara satu ini diharapkan bisa dimaksimalkan kemampuannya agar dapat meraih hasil terbaik, termasuk menuju juara umum," katanya.

Berdasarkan hasil evaluasi, peserta dengan nilai tinggi dinilai memiliki potensi besar untuk bersaing di tingkat berikutnya.

"Dari hasil evaluasi, peserta dengan nilai di atas 90 sudah masuk kategori calon-calon juara, sedangkan yang nilainya masih di bawah itu akan terus dibina agar bisa meningkatkan prestasinya pada ajang berikutnya di Kayong Utara," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.