Inggris Ditahan Ghana 0-0, Harry Kane Gagal Bawa Three Lions Lolos ke 32 Besar Lebih Cepat
Facundo Chrysnha Pradipha June 24, 2026 06:30 AM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Inggris gagal mengamankan tiket ke babak 32 besar Piala Dunia 2026 lebih cepat setelah ditahan Ghana dengan skor 0-0 pada laga kedua fase grup, Rabu (24/6/2026).

Hasil ini menjadi salah satu kejutan di turnamen Piala Dunia 2026 ini setelah sebelumnya hasil imbang Spanyol dari Cape Verde dan juga Portugal vs RD Kongo.

Inggris yang menempati peringkat keempat dunia FIFA dan diperkuat sederet pemain bintang gagal menembus pertahanan Ghana yang berada di posisi ke-73 dunia.

Wakil Ketua Oranje Indonesia, Arnan Binafsihi, sebelumnya menempatkan Inggris sebagai salah satu kandidat kuat juara Piala Dunia 2026.

Menurutnya, negara-negara penghuni 10 besar ranking FIFA seperti Prancis, Inggris, Portugal, Brasil, Argentina, Belgia, Belanda, dan Jerman memang layak diperhitungkan dalam perburuan gelar.

"Kandidat juara mungkin enggak akan jauh-jauh dari Top 10-nya FIFA, ada Prancis, Inggris, Portugal, Brasil ya termasuk, juara bertahan Argentina, termasuk juga Belanda sama Jerman," kata Bung Arnan saat berbincang di Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews, Karanganyar, Jawa Tengah.

Prediksi tersebut didukung kualitas skuad Inggris yang bertabur pemain kelas dunia seperti Jude Bellingham, Bukayo Saka, Cole Palmer, hingga Harry Kane.

Namun, Ghana berhasil membuktikan bahwa perbedaan kualitas di atas kertas tidak selalu menentukan hasil akhir pertandingan.

SPOT SELFIE - Instalasi 48 negara peserta Piala Dunia 2026 jadi spot selfie warga terpasang di depan Museum Titik Nol Pasoepati, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Tribun-Video/Faiz Fadhilah)
SPOT SELFIE - Instalasi 48 negara peserta Piala Dunia 2026 jadi spot selfie warga terpasang di depan Museum Titik Nol Pasoepati, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Tribun-Video/Faiz Fadhilah) (Tribunnews.com/Faiz Fadhilah)

Baca juga: 4 Rekor Ronaldo saat Portugal Hancurkan Uzbekistan 5-0 di Piala Dunia 2026, CR7 Menjawab Kritik

Sejak awal laga, Inggris tampil dominan dalam penguasaan bola dan terus menekan pertahanan Ghana. Tim asuhan Thomas Tuchel berupaya mencari gol cepat untuk mempermudah jalan menuju babak gugur.

Meski demikian, Ghana tampil disiplin dan mampu meredam sejumlah serangan berbahaya dari The Three Lions.

Peluang terbaik Inggris datang pada babak kedua. Harry Kane beberapa kali mendapatkan kesempatan emas, tetapi gagal mengubahnya menjadi gol.

Pada menit ke-69, penyerang Bayern Muenchen itu menerima umpan terobosan dan melepaskan tembakan ke pojok bawah gawang. Namun, kiper Ghana Benjamin Asare masih mampu mengamankannya dengan mudah.

Tekanan Inggris semakin meningkat menjelang akhir pertandingan. Bukayo Saka hampir memecah kebuntuan pada menit ke-86 melalui tembakan keras ke sisi kiri gawang, tetapi kembali digagalkan penyelamatan gemilang Benjamin Asare.

Pada menit yang sama, Inggris nyaris mencetak gol melalui sundulan Nico O'Reilly. Sayangnya, bola hanya membentur mistar gawang.

Kesialan Inggris berlanjut beberapa detik kemudian. Bola muntah hasil peluang tersebut jatuh ke kaki Harry Kane. Namun, sepakan sang kapten justru melambung jauh di atas mistar gawang Ghana.

Hingga wasit Said Martinez meniup peluit panjang pada menit ke-97, skor 0-0 tetap bertahan.

Hasil ini terasa mengecewakan bagi Inggris yang sebelumnya difavoritkan meraih kemenanga, terlebih di laga pertama mereka menang besar atas Kroasia 4-2.

Selisih ranking FIFA kedua tim mencapai 69 tingkat, sementara nilai pasar skuad Inggris termasuk salah satu yang tertinggi di dunia.

Di sisi lain, Ghana pantas mendapat apresiasi berkat organisasi permainan yang disiplin dan kerja keras sepanjang pertandingan. Tim asal Afrika tersebut mampu membuat para pemain bintang Inggris frustrasi selama 90 menit.

Bagi Inggris, tambahan satu poin membuat peluang lolos ke babak 32 besar masih terbuka lebar. Namun, mereka gagal memanfaatkan kesempatan untuk mengunci tiket lebih awal.

Sorotan juga mengarah kepada Harry Kane yang kembali belum mampu menunjukkan ketajamannya secara maksimal. Sebagai ujung tombak utama, Kane memperoleh beberapa peluang emas, tetapi gagal mengonversinya menjadi gol.

Thomas Tuchel bahkan melakukan sejumlah pergantian pemain dengan memasukkan Bukayo Saka, Marcus Rashford, Morgan Rogers, dan Eberechi Eze demi menambah daya gedor. Namun, kebuntuan tetap tidak terpecahkan.

Hasil imbang ini menjadi pengingat bahwa status favorit juara tidak menjamin kemenangan mudah di Piala Dunia.

Inggris masih memiliki kualitas untuk melangkah jauh, tetapi mereka harus segera menemukan kembali ketajaman lini depan jika ingin memenuhi status sebagai salah satu kandidat kuat peraih gelar juara dunia 2026.

(Tribunnews.com/Tio)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.