Dinilai Kurang Efektif, Sekolah di Kalsel Dukung Kebijakan Penghentian MBG Saat Masa Libur
Ratino Taufik June 24, 2026 07:45 AM

Menurutnya, pengalaman selama libur Ramadan lalu karena banyak siswa tidak datang mengambil makanan yang disediakan.

Qonitah mengatakan hingga kini tidak ada siswa maupun wali murid yang mempermasalahkan kebijakan tersebut. Selain karena masa liburan, sebagian siswa juga tinggal cukup jauh dari sekolah.

Qonitah justru menyampaikan harapan agar guru yang tetap menjalankan tugas selama liburan sekolah dapat dipertimbangkan untuk memperoleh manfaat dari program tersebut.

“Kalau boleh berharap, selama libur sekolah ada jatah MBG untuk para guru karena tetap masuk ke sekolah,” ucapnya.

Terhentinya distribusi MBG selama libur sekolah juga dialami SMAN 2 Banjarbaru. Perwakilan SMAN 2, Wahyuddin, mengatakan pelaksanaan libur sekolah di sekolah mereka dimulai pada 22 Juni sampai 11 Juli 2026 atau selama kurang lebih tiga minggu.

Baca juga: Ini Dugaan Penyebab Kebakaran Ruko di Sungai Andai Banjarmasin, Api dengan Cepat Berkobar

Selama tiga minggu itu, program MBG tidak berjalan dan siswa tidak perlu lagi mengambil jatah MBG ke sekolah di SMAN 2 Banjarbaru.

Kepala SMKN 1 Karang Intan, Hj Lutfiani, mengatakan distribusi MBG di sekolahnya telah dihentikan sejak siswa menyelesaikan ulangan Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Sebelumnya, program MBG rutin disalurkan kepada sekitar 350 siswa dan guru di sekolah tersebut.

Meski memahami adanya penghentian sementara, ia berharap program MBG tetap dilanjutkan setelah kegiatan belajar mengajar kembali berjalan. “Harapan kami MBG masih diperlukan oleh siswa, tetapi menunya bisa lebih bervariasi dan enak,” ujarnya.

Hal serupa disampaikan Kepala SMA Negeri 1 Rantau, Muhammad Farid Amrullah.

Bahkan, menurut Farid, aktivitas distribusi MBG di sekolahnya telah disetop sejak 2 Juni 2026 karena pelaksanaan asesmen akhir sekolah.

Saat ini, pihak sekolah juga disibukkan dengan berbagai tahapan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Online yang berlangsung hingga 13 Juli 2026. “Dan untuk saat ini kami belum pernah menerima evaluasi ataupun juknis mengenai perkembangan tumbuh kembang anak setelah menerima manfaat dari program MBG,” katanya.

Ia juga menyoroti dampak program tersebut terhadap aktivitas ekonomi di lingkungan sekolah. Menurutnya, sejumlah pedagang kantin mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak program MBG berjalan.

“Uang sewa kantin sekolah menurun karena pedagang merasa pendapatan mereka berkurang, sehingga berdampak pada pendapatan sekolah,” tambahnya.

(banjarmasinpost.co.id/bl roynalenda/rizki fadilah/nurholis huda/mukhtar wahid)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.