Kontras dari Laga Kontra Kroasia, Inggris Kehabisan Ide saat Ditahan Imbang Ghana
Ayu Miftakhul Husna June 24, 2026 07:41 AM

 

TRIBUNNEWS.COM - Hasil imbang tanpa gol melawan Ghana pada matchday kedua Grup L Piala Dunia 2026 di Boston menjadi pengingat bagi Inggris bahwa jalan menuju gelar juara tidak akan selalu semulus saat mengalahkan Kroasia, Rabu (24/6/2026).

Football Enthusias, Arizqi Romadhoni pernah berbicara soal persaingan Grup L dalam podcast Tribunnews yang bertajuk "SUPER TAKTIK: Prediksi Grup G-L Piala Dunia 2026, Grupnya Para Calon Juara" di kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

Timnas Inggris dan Kroasia memang tim unggulan dan yang diunggulkan lolos ke babak 32 besar, namun Ghana tidak bisa dianggap sebelah mata karena punya potensi untuk memberikan kejutan.

"Saya sepakat soal peluang Inggris dan Kroasia untuk lolos ke 32 Besar. Tetapi kayaknya Ghana akan memiliki kejutan di grup ini," katanya.

Benar saja, saat melawan Inggris, Ghana besutan Carlos Queiroz mengerahkan segala kemampuan timnya untuk bertahan. Tujuannya sederhana: menjaga gawang tetap bersih dan membawa pulang satu poin, dan itu berhasil.

Sementara bagi Inggris, penampilan mereka di Boston ini kontras dengan permainan pertama ketika menang 4-2 atas Kroasia.

Anak asuh Thomas Tuchel tidak cukup berani di sepertiga akhir lapangan, ditambah dengan lini pertahanan Ghana yang rapat sehingga membuat mereka frustasi mencari ruang untuk mencetak gol.

Wanita asal Magetan mengenakan stiker Inggris di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026).
Wanita asal Magetan mengenakan stiker Inggris di wajah sebagai bentuk dukungan dalam Piala Dunia 2026, di Kota Solo, Jawa Tengah, Selasa (16/6/2026). (Tribunnews.com/(Tribun-Video.com/Akmal Khoirul Habib))

"Berikan pujian kepada Ghana, mereka sangat kompak. Selalu sulit ketika Anda bermain melawan sebelas pemain yang bertahan di belakang bola," komentar gelandang Inggris, Declan Rice usai pertandingan kepada BBC.

Sepanjang 2x45 menit waktu pertandingan, Inggris menghasilkan 19 percobaan ke gawang, namun hanya tiga yang tepat sasaran.

Berbagai upaya dilakukan oleh Tuchel. Saka, Eze, OReilly, Morgan Rogers, hingga Rashford dimainkan di babak kedua dengan harapan bisa menjadi pembeda atau mengubah keadaan, namun belum berhasil hingga peluit panjang dibunyikan.

Tidak banyak solusi dan jalan keluar yang ditemukan anak asuh Tuchel ketika menghadapi lawan dengan pertahanan tinggi di laga ini.

"Hal yang membuat frustasi adalah Inggris tidak cukup berani. Kami tahu mereka akan menghadapi tim yang akan bermain bertahan rapat, tetapi saya merasa terlalu banyak umpan aman," komentar mantan bek timnas Inggris, Micah Richards.

Mantan kiper Inggris, Paul Robinson juga mengungkapkan hal yang sama. Ia berharap akan ada yang segar di babak kedua, seperti yang dilakukan Kane dan kolega saat melawan Kroasia, namun itu tidak terjadi.

"Inggris benar-benar kesulitan menghadapi pertahanan rapat," ungkapnya.

"Mereka mendominasi di setiap lini, umpan peluang, dan bahkan tembakan ke gawang. Tidak banyak yang salah dengan permainan mereka, tetapi kelemahan mereka terletak di sepertiga akhir lapangan, dan mereka tidak memiliki jawaban hari ini," jelasnya"

Dari pertandingan ini, Tuchel dengan anak asuhnya mendapat pelajaran dan bekal yang berharga untuk melangkah lebih jauh di Piala Dunia 2026.

Saat melawan Panama pada laga pamungkas Grup L empat hari lagi, Tuchel mungkin akan melakukan rotasi dan berharap timnya mampu mencetak gol cepat, namun lebih jauh lagi berharap dapat menemukan komposisi pemain terbaik untuk babak gugur.

Saat ini, posisi Inggris belum bergeser dari puncak klasemen Grup L. Mereka unggul selisih gol dari Ghana yang sama-sama mengoleksi empat poin.

"Saya yakin Tuchel akan melakukan beberapa penyesuaian dan perubahan di akhir pekan (lawan Panama). Bukan bencana, tetapi sesuatu yang harus mereka perbaiki," komentar mantan penyerang Inggris, Alan Shearer.

Rice menutup, ia bersama rekannya tetap optimis meski laga kedua penyisihan grup ini berakhir imbang.

Tidak hanya Inggris, Brasil, Spanyol, hingga Portugal juga mendapatkan hasil imbang dari tim penuh kejutan di grup masing-masing.

"Banyak negara top yang bermain imbang di pertandingan pertama, jadi tidak perlu bersikap negatif atau pesimis. Kami akan tetap positif," tutupnya.

(Tribunnews.com/Sina)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.