Diduga Keracunan Makanan, 6 Penghuni Panti Asuhan di Borobudur Magelang Masih Dirawat
Yoseph Hary W June 24, 2026 09:14 AM

 

TRIBUNJOGJA.COM, MAGELANG - Jumlah penghuni Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur, Kabupaten Magelang, yang masih menjalani perawatan akibat dugaan keracunan makanan berangsur berkurang. 

Hingga Selasa (23/6/2026), tercatat masih ada enam korban yang mendapatkan penanganan medis lanjutan.

Sebelumnya, sembilan penghuni panti dilarikan ke Rumah Sakit Aisyiyah (RSIA) Muntilan setelah mengalami gejala gangguan kesehatan usai mengonsumsi nasi goreng yang diolah dari sisa makanan donasi.

Kapolsek Borobudur AKP Anjar Prahasto mengatakan, pihak kepolisian langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan dugaan keracunan pada Senin (22/6/2026) sekitar pukul 16.45 WIB.

“Begitu menerima laporan, pawas piket bersama anggota Polsek Borobudur dan Bhabinkamtibmas Desa Borobudur langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal,” kata AKP Anjar.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun di lokasi, makanan yang dikonsumsi para santriwati merupakan jatah makan siang yang rutin diterima dari Panti Asuhan Daarul Hikmah Putra dan berasal dari donatur. 

Namun makanan tersebut tidak langsung dikonsumsi, melainkan dimasak ulang pada malam hari menjadi menu makan malam.

“Jatah makan siang tersebut tidak langsung dimakan, tetapi dimasak kembali oleh para santriwati. Setelah dimasak ulang, makanan itu dikonsumsi bersama oleh 13 santriwati yang berada di panti,” jelasnya.

Beberapa jam setelah mengonsumsi makanan tersebut, para penghuni mulai mengalami gangguan kesehatan. 

“Dari 13 santriwati yang mengonsumsi makanan tersebut, sembilan orang mengeluhkan mual, muntah, dan diare. Sementara empat lainnya tidak mengalami gejala,” ungkap AKP Anjar.

Polisi bersama pengurus panti kemudian melakukan penanganan awal sebelum seluruh korban dievakuasi menuju Rumah Sakit Aisyiyah Muntilan untuk mendapatkan perawatan medis.

“Korban yang mengalami gejala langsung dibawa ke rumah sakit untuk memperoleh pertolongan dan penanganan medis,” ujarnya.        

Sementara itu, Ketua Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur, Yus Listiawan, membenarkan bahwa makanan yang diduga menjadi pemicu berasal dari donasi makan siang berupa nasi, telur, dan bihun yang kemudian diolah menjadi nasi goreng.

“Karena masih ada sisa makanan, kemudian diolah kembali menjadi nasi goreng untuk makan malam. Yang mengonsumsi saat itu ada belasan anak,” kata Yus.

Menurutnya, gejala mulai muncul sejak dini hari. 

Namun para penghuni tidak langsung melaporkan kondisi tersebut sehingga pengurus baru mengetahui saat kondisi beberapa anak mulai melemah.

“Sejak pagi sebenarnya sudah ada yang mengalami diare, tetapi belum ada laporan. Baru siang hari mulai diketahui dan kondisinya terlihat semakin menurun,” ujarnya.

Pihak panti sempat melakukan pertolongan pertama dengan meminta anak-anak memperbanyak minum untuk mencegah dehidrasi. 

Namun setelah salah satu korban menunjukkan kondisi yang mengkhawatirakan, pengurus memutuskan membawa mereka ke rumah sakit.

Hingga Selasa (23/6/2026), enam korban masih menjalani observasi dan perawatan medis.

Mereka terdiri dari penghuni dan pendamping dengan rentang usia remaja hingga dewasa.

Baca juga: 7 Arti Mimpi Keracunan Makanan Menurut Primbon Jawa, Pertanda Baik atau Buruk?

Tunggu pemeriksaan

Pihak panti menyampaikan kondisi para korban terus dipantau sambil menunggu hasil evaluasi medis lebih lanjut. 

Yus menegaskan hingga saat ini penyebab pasti kejadian tersebut masih belum dapat dipastikan dan masih menunggu hasil pemeriksaan.

“Kalau penyebab pastinya kami belum bisa memastikan. Ini masih sebatas dugaan karena ada anak yang makan tetapi tidak mengalami keluhan kesehatan,” ungkapnya.

Pasca-kejadian tersebut, pengurus panti berencana memperkuat edukasi mengenai keamanan pangan, termasuk tata cara penyimpanan dan pengolahan makanan agar kejadian serupa tidak terulang.

Diketahui, Panti Asuhan Muhammadiyah Borobudur memiliki 36 anak asuh dengan total penghuni dan pendamping sekitar 48 orang. 

Saat kejadian, hanya sebagian penghuni yang berada di lokasi dan mengonsumsi makanan tersebut. (yrp)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.