Alami Cegukan Selama Dua Bulan, Tio Pakusadewo Ungkap Cerita Pasang Ring Jantung Pakai BPJS
Weni Wahyuny June 24, 2026 10:32 AM

 

TRIBUNSUMSEL.COM -- kondisi kesehatan aktor senior Tio Pakusadewo kini berangsur membaik setelah sempat dilarikan ke rumah sakit akibat serangan jantung. 

Setelah diperbolehkan pulang, pria berusia 62 tahun ini kembali beraktivitas dan membagikan kisah perjuangannya melawan penyakit tersebut.

Saat hadir sebagai bintang tamu di sebuah program televisi, pemilik nama lengkap Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo ini mengungkapkan gejala awal yang dirasakannya cukup unik dan sempat dianggap sepele, yakni cegukan yang tidak kunjung berhenti.

Baca juga: Berjuang Lawan Penyakit Jantung, Tio Pakusadewo: Sakit Ini Bentuk Sayangnya Tuhan

TIO PAKUSADEWO SAKIT - Unggahan instagram story Neno Warisman bersama aktor senior Tio Pakusadewo yang masih terbaring di rumah sakit.
TIO PAKUSADEWO SAKIT - Unggahan instagram story Neno Warisman bersama aktor senior Tio Pakusadewo yang masih terbaring di rumah sakit. (Instagram/O/IST/instagram story Neno Warisman)

Merasa ada yang tidak beres karena kondisi tersebut berlangsung hingga dua bulan, Tio akhirnya memutuskan untuk melakukan pemeriksaan medis secara mendalam ke rumah sakit. 

Dari sanalah baru diketahui adanya masalah serius pada organ jantungnya.

"Pas dicek tuh ada penyumbatan di pembuluh darah. Jadi harus pemasangan ring di jantung. Jadi baru tau tuh pas di rumah sakit," ucapnya.

Dalam proses pengobatannya, Tio Pakusadewo mengaku memanfaatkan fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. 

Di samping itu, ia juga sangat bersyukur karena mendapatkan perhatian dan dukungan moral yang besar dari sesama rekan artis selama satu bulan menjalani perawatan intensif.

"Oh, mereka sangat support. Sangat baik, sangat perhatian, sangat sayang ke saya. Ya... nggak ada kendala itu, semua happy-happy," jelas Tio mengenai dukungan dari komunitas selebritas.

Setelah kondisinya dinyatakan stabil dan diperbolehkan rawat jalan, Tio kini fokus pada masa pemulihan. 

Ia mengaku membatasi aktivitas fisik berat dan memilih metode perawatan alternatif yang lebih ringan.

"Pengobatannya ya sekarang pijat aja gak olahraga," ujar Tio Pakusadewo.

Secara medis, cegukan yang berlangsung lebih dari 48 jam atau kronis memang patut diwaspadai. 

Kondisi tersebut bisa menjadi indikasi adanya gangguan kesehatan yang lebih serius, termasuk penyumbatan pembuluh darah atau serangan jantung, seperti yang dialami oleh Tio Pakusadewo.

Mengapa cegukan bisa jadi serangan jantung?

Mengutip berbagai sumber, cegukan berkepanjangan (lebih dari 48 jam) dapat menandakan adanya gangguan serius pada tubuh.

Gangguan jantung termasuk serangan jantung dan peradangan selaput jantung tercatat sebagai salah satu penyebab cegukan persisten. Hal ini terjadi karena iritasi pada saraf diafragma atau saraf vagus yang berhubungan dengan fungsi jantung.

Mekanisme Medis

Diafragma berkontraksi tiba-tiba → menyebabkan suara “hik”.

Saraf vagus dan frenikus yang mengontrol diafragma bisa teriritasi oleh:

  • Penyakit jantung (serangan jantung, peradangan jantung).
  • Gangguan paru (pneumonia, emboli paru).
  • Gangguan pencernaan (GERD, kanker lambung/pankreas).
  • Cegukan kronis dapat mengganggu tidur, makan, dan menyebabkan kelelahan, sehingga memperburuk kondisi pasien dengan penyakit jantung.

Fakta Penting Tentang Cegukan Kronis

Durasi normal: beberapa menit, biasanya hilang sendiri.

Kategori berbahaya:

  • Persisten → lebih dari 48 jam.
  • Intractable → lebih dari 1 bulan.

Komplikasi: kelelahan, malnutrisi, dehidrasi, bahkan memperburuk penyakit yang mendasari.

Pada Kasus Tio Pakusadewo

  • Gejala awal: cegukan terus-menerus selama 2 bulan.
  • Diagnosis: penyumbatan pembuluh darah jantung.
  • Tindakan medis: pemasangan ring (stent).
  • Pesan penting: cegukan yang tidak berhenti bisa menjadi alarm tubuh terhadap penyakit serius, bukan sekadar gangguan ringan.

Kapan Harus Ke Dokter?

Segera periksa bila cegukan:

  • Berlangsung lebih dari 48 jam.
  • Disertai nyeri dada, sesak napas, muntah, atau kelemahan tubuh.
  • Mengganggu aktivitas sehari-hari (tidur, makan, berbicara).

(*)

Sebagian penulisan telah dikelola dari Tribunnews.com

Ikuti dan Bergabung di Saluran Whatsapp Tribunsumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.