Oleh: Pastor Frans Banusu
TRIBUNFLORES.COM, MAUMERE - Mari simak renungan katolik hari ini, Rabu (24/6/2026).
Renungan katolik hari ini disusun oleh Pastor Frans Banusu.
Renungan katolik hari ini disiapkan untuk hari raya kelahiran Santo Yohanes Pembaptis.
Tema renungan katolik hari ini "Nama Yohanes, Melangkahi Tradisi demi Sang Mesias".
Baca juga: Renungan Harian Katolik Kamis 25 Juni 2026, Membangun Hidup di Atas Dasar Iman
(Yes. 49:1-6; Mzm. 139:1-3.13-14ab.14c-15; Kis. 13:22-26; Luk. 1:57-66.80).
"Tidak ada di antara sanak saudaramu yang bernama demikian." (Luk. 1:61).
Dalam tradisi patriarkal, otoritas pemberian nama ada di tangan kaum pria atau ayah kandung anak tersebut. Dalam tradisi Yahudi juga sama. Keluarga besar Zakaria dan Elisabet tetkejut dan heran ketika anak mereka bernama Yohanes. Nama ini seturut tradisi Yahudi aneh dan menjadi heboh tidak hanya di kalangan keluarga melainkan menjadi buah tutur di seluruh pegunungan Yudea. Bapaknya yang bisu sejak kelahiran anaknya itu, ketika merestui nama itu, kebisuannya pulih lalu mulai berkata-kata memuji Allah. Dalam kekaguman yang tiada tara, kaum keluarga besar hanya mengaku dengan mulut dan hati pun percaya, kanak-kanak itu, "Tangan Tuhan menyertai dia." Yohanes terus bertumbuh dan makin kuat rohnya.
Nabi Yesaya memiliki keistimewaan dalam panggilannya sebagai utusan Tuhan. Ia sendiri menegaskannya ketika tampil di hadapan publik: ia dipanggil sejak dalam kandungan ibunya, masih dalam perut ibunya, Tuhan sudah sebut namanya. Tugas perutusannya sebagai nabi ialah: menyataan kemuliaan Tuhan, mengembalikan Israel kepada Allah, dan menjadi terang bangsa-bangsa supaya keselamatan-Nya sampai ke ujung bumi.
Peran nabi Yesaya telah terpenuhi dalam misi agung Tuhan Yesus di tengah dunia hingga ujung bumi.
Penegasan Santo Paulus tentang peran besar karya keselamatan Allah dalam Diri Yesus Kristus bermula dari tugas perutusan Yohanes Pembaptis. Kedatangan Yesus dalam dunia dan hati manusia disiapkan oleh Yohanes Pembaptis. Ia berperan sebagai nabi agung, utusan Allah Yang Maha Tinggi, hanya dia yang berjalan di hadapan Tuhan untuk mempersiapkan jalan bagi-Nya. Keistimewaan Yohanes Pembaptisan tidak untuk dibanggakan tetapi demi terwujudnya keselamatan Allah bagi semua orang beriman. Sesudah tampil dengan sempurna baik di hadapan Allah dan manusia dengan penuh kerendahan hati ia berkata, "Aku bukanlah Dia yang kamu sangka, tetapi Dia akan datang kemudian daripada aku. Membuka kasut dari kaki-Nya pun aku tidak layak." (Kis. 13:25).
Kelahiran Yohanes Pembaptis mulia dan agung. Namanya melambung melampaui tradisi dan adat istiadat leluhur. Bahkan namanya sudah tersohor di seluruh pegunungan Yudea. Maka patut diakui dengan mulut bahwa selain dia, tidak ada leluhur yang peringati semulia dia. Santo Yohanes Pembaptis doakan dan buatlah kami layak di hadapan Sang Gembala Agung jiwa Yesus Kristus Tuhan.
Selamat beraktivitas hari ini. Tuhan berkatimu semua. (RP. FF. Arso Kota, Rabu/Pekan Biasa XII/A/II, 240626)