TRIBUNNEWS.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Maros berhasil meraih ‘Anugerah Daerah Terbaik dalam Penguatan Masyarakat Sehat & Berdaya’ dalam ajang Cita Loka Fest 2026 yang digelar Tribun Network di Aryaduta Hotel Menteng, Jakarta, Rabu (24/6).
Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada Pemkab Maros atas inovasi program SIPAKATAU (Strategi Akselerasi Pencegahan dan Penangan Tuberkulosis di Kabupaten Maros Provinsi Sulawesi Selatan) yang dinilai mampu memperkuat upaya pencegahan dan penanganan tuberkulosis (TBC) melalui pendekatan kolaboratif serta pemberdayaan masyarakat.
Penyerahan trofi dilakukan oleh Director News Tribun Network Feby Mahendra kepada Bupati Maros Dr. H.A.S. Chaidir Syam, S.IP., M.H.
SIPAKATAU menjadi strategi Pemkab Maros dalam mempercepat pencegahan dan penanganan TBC dengan pendekatan yang lebih humanis serta melibatkan berbagai unsur masyarakat.
Inisiatif ini hadir sebagai upaya menjawab tantangan pengendalian TBC di Kabupaten Maros. Kondisi ini mendorong Pemkab Maros menghadirkan strategi yang lebih masif dengan melibatkan seluruh elemen masyarakat, mulai dari pejabat daerah, camat, kepala desa, lurah, hingga kader kesehatan di tingkat desa dan kelurahan.
Adapun istilah SIPAKATAU memiliki makna saling menghargai dan memanusiakan manusia, yang menjadi landasan dalam memberikan dukungan kepada masyarakat, termasuk penderita TBC.
Salah satu implementasi SIPAKATAU dilakukan melalui pembentukan “Pojok Sipakatau” di setiap puskesmas. Fasilitas ini menjadi pusat informasi, edukasi, deteksi dini, serta konseling terkait TBC bagi masyarakat.
Bupati Maros H.A.S. Chaidir Syam menilai penghargaan yang diterima menjadi motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat. Ia juga mengapresiasi ajang penghargaan yang dinilai dapat menjadi sarana berbagi praktik terbaik antar daerah dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik.
"Terima kasih kepada Tribun atas penghargaan ini. Penghargaan ini menjadi penyemangat bagi kami untuk terus menghadirkan inovasi-inovasi terbaik dalam pembangunan di Kabupaten Maros," ucap Chaidir usai menerima penghargaan.
Menurut Chaidir Syam, komitmen tersebut diwujudkan Pemerintah Kabupaten Maros melalui berbagai inovasi pelayanan publik. Salah satunya adalah inovasi SIPAKATAU atau Strategi Akselerasi Pencegahan dan Penanganan Tuberkulosis yang menjadi andalan daerahnya dalam mendukung program prioritas nasional di bidang kesehatan.
Ia menjelaskan, inovasi tersebut lahir sebagai respons terhadap tingginya kasus tuberkulosis (TBC) serta tantangan dalam mendata masyarakat yang terpapar penyakit tersebut. Untuk itu, Pemkab Maros melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah daerah, masyarakat, hingga komunitas pemuda yang tergabung sebagai Duta SIPAKATAU di seluruh kecamatan dan desa.
"SIPAKATAU adalah strategi akselerasi pencegahan dan penanganan tuberkulosis di Kabupaten Maros. Dalam bahasa Bugis, sipakatau berarti saling menjaga dan saling menghargai. Masyarakat yang terkena TBC masih banyak yang enggan mengakui kondisinya. Karena itu kami membutuhkan strategi khusus dengan melibatkan komunitas dan para Duta SIPAKATAU di 14 kecamatan serta 103 desa dan kelurahan," jelasnya lagi.
Baca juga: Perkuat Ekosistem Konstruksi, PT Superior Prima Sukses Tbk Sabet Penghargaan Cita Loka Fest 2026
Penghargaan ini menjadi bukti bahwa inovasi daerah yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dapat menghadirkan dampak nyata, khususnya dalam memperkuat kesadaran dan partisipasi masyarakat di bidang kesehatan.
Cita Loka Fest 2026 sendiri merupakan inisiatif dari Tribun Network yang mengusung semangat “Menguatkan Akar untuk Indonesia Asri”.
Dengan tiga pilar utama, yaitu Apresiasi, Temu Lokal, dan Eksibisi Bhakti Lokal, program ini menjadi ruang bagi berbagai program unggulan daerah untuk mendapatkan pengakuan sekaligus menjadi inspirasi dalam memperkuat pembangunan Indonesia yang berkelanjutan.
Baca juga: Raih Cita Loka Fest, Gubernur Kepri: Pulau Penyengat Warisan Intelektual Melayu, Dongkrak Pariwisata