MANGGAR, BABEL NEWS - Meski masa tunggu keberangkatan berkisar 26 tahun, jumlah pendaftar ibadah haji di Kabupaten Belitung Timur, Kepulauan Bangka Belitung, melonjak dalam beberapa waktu belakangan.
Bahkan pada Selasa (23/6/2026), jumlah pendaftar mencapai 31 orang.
Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Kabupaten Belitung Timur Hasmaryati mengatakan, antusiasme warga Belitung Timur untuk mendaftarkan diri berhaji meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir.
"Untuk hari ini saja, alhamdulillah pendaftaran ada 31 orang yang daftar. Jadi, antusiasme mereka sangat tinggi. Ini terbanyak dalam beberapa tahun terakhir yang daftar, alhamdulillah," kata Hasmaryati kepada Pos Belitung, Selasa (23/6/2026).
"Kalau daftar hari ini, estimasi keberangkatannya adalah 26 tahun yang akan datang," ucapnya.
Hasmaryati menyebut, pendaftaran ibadah haji di Kantor Kemenhaj Kabupaten Belitung Timur dibuka setiap hari kerja.
"Walaupun kemarin itu kan masa pemberangkatan dan pemulangan atau masa penyelenggaraan ibadah haji, itu tidak masalah jika mau daftar langsung. Jadi bisa kapan pun setiap hari kerja," tuturnya.
Menurut Hasmaryati, prosedur dan syarat yang harus dipenuhi setiap pendaftar pun terbilang sederhana.
Setiap pendaftar hanya perlu menyiapkan dokumen pribadi berupa kartu tanda penduduk (KTP), kartu keluarga (KK), akta kelahiran, pasfoto terbaru, serta dana untuk setoran awal sebesar Rp25 juta.
Terkait penyetoran dana awal tersebut, Hasmaryati mengatakan, seluruh transaksi harus dilakukan melalui bank penerima setoran (BPS) awal yang berbasis syariah dan telah resmi ditunjuk oleh pemerintah.
"Nah, bank syariah kalau di Belitung Timur ini kan hanya ada di Bank Sumsel Babel Syariah," ujarnya.
Lebih lanjut, Hasmaryati mengungkapkan, jumlah pendaftar ibadah haji di Belitung Timur sejak Januari-Juni 2026 sudah mencapai angka yang relatif tinggi, sudah hampir 80-an orang.
"Kalau lihat dari Januari sampai sekarang sih sudah hampir 80-an orang yang mendaftar. Lumayan tinggi dibandingkan tahun sebelumnya," katanya.
Meski begitu, Hasmaryati tak menyangkal bahwa angka tersebut masih tergolong minim jika dibandingkan kabupaten lain di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Oleh karena itu, ia mengimbau masyarakat Belitung Timur yang secara finansial sudah memiliki kemampuan lebih agar mendahulukan kewajiban berhaji daripada melakukan ibadah umrah secara berulang kali.
"Harapan kami supaya makin banyak lagi masyarakat yang daftar (ibadah haji). Jangan hanya tertarik untuk umrah saja. Kan kita tahu haji itu sudah wajib bagi yang mampu secara kesehatan dan materi," tuturnya.
Pihaknya, kata Hasmaryati, juga berencana untuk turun langsung melakukan jemput bola dan sosialisasi ke wilayah-wilayah kecamatan.
"Upaya kami dari Kementerian Haji insyaallah ke depan akan keliling kecamatan-kecamatan untuk memberikan pemahaman langsung kepada masyarakat," ujarnya. (z1)