Pemkot Pangkalpinang Buka Pelatihan Barista Gratis bagi 16 Orang, Ini Syarat Pendaftarannya
suhendri June 24, 2026 08:03 AM

PANGKALPINANG, BABEL NEWS - Laju pertumbuhan usaha kedai kopi dan minat masyarakat terhadap industri kopi di Kota Pangkalpinang menunjukkan tren yang positif. Hal ini menjadi peluang baru bagi pencari kerja.

“Industri kopi saat ini berkembang cukup pesat dan membuka banyak peluang pekerjaan baru, mulai dari barista, pengelola kedai kopi hingga pelaku usaha mandiri,” ujar Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Pangkalpinang, Amrah Sakti, Selasa (23/6/2026).

Melihat kondisi tersebut, Disnaker Kota Pangkalpinang melalui program Tailor Made Training (TMT) kembali membuka pelatihan peracikan kopi dasar secara gratis bagi warga yang berkeinginan menjadi barista.

Kuota peserta ditetapkan sebanyak 16 orang. Mereka akan mendapatkan materi teori dan praktik langsung dari instruktur profesional berpengalaman di bidangnya.

Seluruh biaya pelatihan ditanggung pemerintah sehingga peserta dapat mengikuti kegiatan tanpa dipungut biaya.

Pendaftaran pelatihan dibuka pada 19 Juni hingga 9 Juli 2026.

Adapun syarat pendaftaran antara lain berusia minimal 17 tahun, berdomisili di Kota Pangkalpinang yang dibuktikan dengan KTP dan kartu keluarga Kota Pangkalpinang, serta memiliki kartu AK-1 atau kartu pencari kerja.

Selanjutnya, hasil seleksi administrasi akan diumumkan pada 10 Juli 2026, disusul proses seleksi peserta pada 13 hingga 14 Juli 2026.

Peserta yang dinyatakan lulus akan diumumkan pada 16 Juli 2026.

Pelatihan dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 29 Juli 2026 dengan total durasi 80 jam pelajaran (JP).

Program peningkatan kompetensi tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Disnaker Kota Pangkalpinang dengan Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Belitung.

Amrah Sakti mengatakan, pelatihan tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan pasar kerja, khususnya di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Pelatihan ini kami hadirkan sebagai upaya meningkatkan kompetensi masyarakat agar memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri saat ini," tuturnya.

Amrah menjelaskan, selain meningkatkan kemampuan teknis peserta dalam bidang peracikan kopi, pelatihan tersebut juga diharapkan mampu mendorong lahirnya tenaga kerja baru yang produktif dan siap bersaing di dunia kerja.

Tidak hanya itu, peserta juga akan dibekali wawasan kewirausahaan sehingga keterampilan yang diperoleh dapat menjadi modal untuk membuka usaha sendiri.

Dia menyebut kesempatan tersebut menjadi peluang berharga bagi masyarakat yang ingin meningkatkan kompetensi sekaligus memperoleh keterampilan baru yang memiliki prospek kerja cukup menjanjikan.

"Kami berharap setelah mengikuti pelatihan ini, peserta tidak hanya memiliki kemampuan meracik kopi, tetapi juga mempunyai mental kerja dan jiwa kewirausahaan yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha," ujar Amrah.

Menurutnya, kepercayaan yang kembali diberikan BPVP Belitung kepada Kota Pangkalpinang untuk menyelenggarakan pelatihan tersebut tidak terlepas dari tingginya antusiasme masyarakat terhadap berbagai program pelatihan kerja yang selama ini digelar Disnaker Pangkalpinang.

Ia pun menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan melalui BPVP Belitung yang terus memberikan dukungan terhadap pengembangan kualitas tenaga kerja di Pangkalpinang.

"Kami berterima kasih atas dukungan BPVP Belitung yang terus hadir membantu peningkatan kompetensi masyarakat. Sinergi ini sangat penting dalam menciptakan tenaga kerja yang lebih terampil dan berdaya saing," kata Amrah. (t2)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.