TRIBUNJOGJA.COM, SLEMAN - Perjalanan Ansyari Lubis bersama PSS Sleman bermula dari sebuah percakapan sederhana dengan Seto Nurdiyantoro usai kompetisi Liga 2 beberapa tahun lalu.
Dari momen itulah, perjalanan panjang yang akhirnya mengantarkannya menjadi pelatih kepala dan membawa Super Elja kembali ke kasta tertinggi sepak bola Indonesia dimulai.
Saat itu, Ansyari masih menangani PSMS Medan. Ia berhasil membawa tim berjuluk Ayam Kinantan menembus babak delapan besar Liga 2 dan berada satu grup dengan PSIM Yogyakarta yang dilatih Seto Nurdiyantoro.
“Jadi ketika saya waktu itu, terakhir sebelum ke mari ya, saya kan melatih di PSMS. Kebetulan kita masuk 8 besar dan satu grup dengan PSIM Jogja. Waktu itu PSIM ditangani oleh Coach Seto,” kenang Ansyari, Senin (22/6/2026).
Setelah kompetisi berakhir, Seto mendapat kepercayaan menangani PSS Sleman. Ansyari yang sudah lama mengenal Seto sejak sama-sama menjadi pemain Pelita Jaya kemudian memberanikan diri menawarkan diri untuk ikut bergabung.
“Dan ya saya iseng-iseng lah. ‘Coach, bisa enggak ikut Coach?’ gitu loh,” ujarnya.
Tak disangka, tawaran itu mendapat sambutan positif dari Seto.
“Coach Seto punya respons yang cukup bagus gitu loh. ‘Oke, kamu ikut saya.’ Karena juga saya sama Coach Seto kan lama di Pelita Jaya gitu loh,” kata Ansyari.
Hubungan yang sudah terjalin lama membuat Seto tak ragu mengajaknya ke Sleman.
Bersama Bonggo Pribadi, mereka kembali dipersatukan dalam satu tim setelah sama-sama pernah menjadi pemain Pelita Jaya.
“Jadi kita satu tim sama-sama di sana gitu loh. Jadi mungkin pertimbangan Coach Seto, ya dia udah mengenal saya,” tuturnya.
Kesempatan bergabung dengan PSS menjadi pengalaman berharga bagi Ansyari.
Ia mengaku terkejut sekaligus bersyukur mendapat kepercayaan dari Seto maupun manajemen klub.
“Dan saya surprise, terima kasih karena Coach Seto mempercayai saya dan juga manajemen mau merekrut saya sebagai asistennya Coach Seto,” ucapnya.
Baca juga: Ansyari Lubis Ungkap Peran Besar Pieter Huistra di Balik Promosi PSS Sleman ke Super League
Pengalaman
Karier Ansyari di PSS dimulai sebagai asisten pelatih Seto Nurdiyantoro pada Liga 1 musim 2022/2023.
Saat itu pula ia mulai merasakan atmosfer kompetisi kasta tertinggi Indonesia.
“Ketika saya dengan Coach Seto, itu kan awalnya saya berkarier di Liga 1. Karena kan tadinya saya masih di tahap Liga 2 gitu loh,” katanya.
Pada musim 2023/2024, Ansyari tetap menjadi bagian dari staf pelatih PSS.
Ia mendampingi Marian Mihail, Bertrand Crasson, hingga Risto Vidakovic yang silih berganti menukangi Super Elja.
Pengalamannya semakin bertambah karena harus beradaptasi dengan berbagai karakter pelatih dan perubahan dinamika kompetisi.
Salah satu tantangan yang dihadapinya adalah semakin banyaknya pemain asing yang menghuni klub-klub Liga 1.
“Waktu itu kan eranya pemain asing makin lama makin banyak. Dan komunikasi kan mungkin sedikit agak banyak yang kurang pas gitu loh,” ujar Ansyari.
Namun menurutnya, berbagai persoalan itu bisa diatasi jika seluruh elemen tim bekerja dalam satu tujuan yang sama.
“Tapi itu bisa diatasi kan ketika seluruh komponen tim tuh bisa bekerja sama gitu loh,” katanya.
Memasuki musim 2024/2025, Ansyari kembali dipercaya menjadi asisten pelatih.
Kali ini ia mendampingi Wagner Lopes, Mazola Junior, hingga Pieter Huistra.
Di tengah seringnya pergantian pelatih yang terjadi di PSS dalam beberapa musim terakhir, Ansyari menjadi salah satu sosok yang terus bertahan. Ia menjadi penghubung penting antara pemain, pelatih, dan manajemen.
Meski telah melewati banyak pergantian pelatih, musim 2024/2025 berakhir pahit bagi PSS.
Super Elja harus menerima kenyataan terdegradasi dari Liga 1 atau Super League ke Liga 2 yang kemudian berganti nama menjadi Championship.
Namun, keterpurukan itu justru menjadi awal dari babak baru dalam karier Ansyari.
Pada Championship 2025/2026, manajemen memberikan kepercayaan penuh kepadanya untuk naik kelas menjadi pelatih kepala.
Tugasnya tidak mudah. Ia harus membangun kembali mental pemain setelah degradasi sekaligus memenuhi harapan besar suporter yang ingin melihat PSS segera kembali ke kasta tertinggi.
Berbekal pengalaman mendampingi enam pelatih berbeda selama tiga musim, Ansyari mampu menjawab tantangan tersebut.
Ia berhasil membawa PSS tampil konsisten sepanjang musim Championship 2025/2026. (mur)