TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Kondisi kesehatan aktor gaek Tio Pakusadewo sempat jadi sorotan publik, setelah video dirinya yang tengah terbaring lemas di kasur rumah sakit yang diunggah oleh Dewi Irawan.
Kini Tio sudah keluar dari rumah sakit, ia menerima tawaran jadi bintang tamu di program televisi.
Baca juga: Kondisi Tio Pakusadewo Terpantau dari Grup Komunitas Artis, Berharap sang Aktor Segera Sembuh
Tio Pakusadewo mengaku dirinya terkena serangan jantung dan sudah pasang ring.
Ia berbagi cerita tentang gejala awal sebelum dirawat secara intensif.
"Cegukan-cegukan. Cegukan, tapi lebih dari dua bulan, lah. Nggak berhenti-berhenti," kata Tio Pakusadewo ketika ditemui di kawasan Tendean, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).
Mulanya pria berusia 62 tahun ini menganggap cegukan yang ia rasakan hanyalah hal yang wajar. Tapi karena sudah sampai dua bulan tidak berhenti, ia mulai melakukan pemeriksaan ke rumah sakit.
"Pas dicek tuh ada penyumbatan di pembuluh darah. Jadi harus pemasangan ring di jantung,. Jadi baru tau tuh pas di rumah sakit," ucapnya.
Pria bernama asli Kanjeng Raden Tumenggung Irwan Susetyo Pakusadewo mengakui berobat dengan BPJS. Namun, ia bersyukur banyak sekali artis yang peduli dengannya, karena memberikan banyak bantuan selama dirinya sakit.
Selama dirawat hingga masa pemulihan, dukungan moral terus mengalir dari rekan-rekan artis yang menyempatkan diri menjenguknya.
"Oh, mereka sangat support. Sangat baik, sangat perhatian, sangat sayang ke saya. Ya... nggak ada kendala itu, semua happy-happy," jelasnya.
Sebulan berada di rumah sakit membuat kondisi kesehatan Tio Pakusadewo membaik dan ia sudah diperkenankan rawat jalan.
"Pengobatannya ya sekarang pijat aja gak olahraga," ujar Tio Pakusadewo.
Cegukan berkepanjangan seperti yang dialami Tio Pakusadewo memang bisa menjadi tanda masalah serius, termasuk gangguan jantung.
Meski cegukan biasanya tidak berbahaya, bila berlangsung lebih dari 48 jam, kondisi ini dapat berkaitan dengan penyakit berat seperti serangan jantung, stroke, atau gangguan metabolik.
Mengutip berbagai sumber, cegukan berkepanjangan (lebih dari 48 jam) dapat menandakan adanya gangguan serius pada tubuh.
Gangguan jantung termasuk serangan jantung dan peradangan selaput jantung tercatat sebagai salah satu penyebab cegukan persisten. Hal ini terjadi karena iritasi pada saraf diafragma atau saraf vagus yang berhubungan dengan fungsi jantung.
Diafragma berkontraksi tiba-tiba → menyebabkan suara “hik”.
Saraf vagus dan frenikus yang mengontrol diafragma bisa teriritasi oleh:
Penyakit jantung (serangan jantung, peradangan jantung).
Gangguan paru (pneumonia, emboli paru).
Gangguan pencernaan (GERD, kanker lambung/pankreas).
Cegukan kronis dapat mengganggu tidur, makan, dan menyebabkan kelelahan, sehingga memperburuk kondisi pasien dengan penyakit jantung.
Durasi normal: beberapa menit, biasanya hilang sendiri.
Kategori berbahaya:
Persisten → lebih dari 48 jam.
Intractable → lebih dari 1 bulan.
Komplikasi: kelelahan, malnutrisi, dehidrasi, bahkan memperburuk penyakit yang mendasari.
Pada kasus Tio Pakusadewo
Gejala awal: cegukan terus-menerus selama 2 bulan.
Diagnosis: penyumbatan pembuluh darah jantung.
Tindakan medis: pemasangan ring (stent).
Pesan penting: cegukan yang tidak berhenti bisa menjadi alarm tubuh terhadap penyakit serius, bukan sekadar gangguan ringan.
Segera periksa bila cegukan:
Berlangsung lebih dari 48 jam.
Disertai nyeri dada, sesak napas, muntah, atau kelemahan tubuh.
Mengganggu aktivitas sehari-hari (tidur, makan, berbicara).
(Tribunnews.com Network/Ari Puji/Anita K Wardhani).