Linus Lusi: Peran Strategis Koperasi dalam Mendorong Kesejahteraan Masyarakat NTT
Apolonia Matilde June 24, 2026 08:41 AM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Irfan Hoi

 

POS-KUPANG.COM, KUPANG - Perkembangan koperasi di Nusa Tenggara Timur (NTT) dinilai semakin menunjukkan kontribusi nyata terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat. 

Hal ini disampaikan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi NTT, Linus Lusi, dalam Podcast POS-KUPANG.COM, Selasa (23/6/2026) yang dipandu host Ryan Nong. 

Dalam perbincangan tersebut, Linus Lusi menegaskan bahwa koperasi merupakan salah satu pilar penting dalam penguatan ekonomi masyarakat, khususnya di daerah.

Ia menyebutkan bahwa saat ini jumlah koperasi di NTT terus bertumbuh dengan total aset yang mendekati Rp 15 triliun, angka yang bahkan melampaui kapasitas APBD daerah. 

Meski demikian, Linus mengakui bahwa masih terdapat tantangan besar, terutama tingginya angka kemiskinan di NTT yang masih berada di atas 17 persen atau lebih dari satu juta penduduk. Ia berasumsi bahwa sebagian besar masyarakat yang masih berada di bawah garis kemiskinan belum tergabung dalam koperasi. 

“Koperasi itu bukan hanya tempat simpan pinjam, tetapi juga wadah pemberdayaan. Ada edukasi, pendampingan usaha, dan peluang untuk meningkatkan taraf hidup,” ujarnya.

Selain itu, Linus juga menyoroti pentingnya pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT) sebagai indikator kesehatan koperasi. Ia menyebutkan bahwa koperasi yang tidak melaksanakan RAT akan menimbulkan kecurigaan terhadap tata kelola organisasi. 

Dalam kesempatan tersebut, ia juga menjelaskan tentang program strategis Kooperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang tengah dikembangkan di berbagai wilayah di NTT. 

Program ini bertujuan untuk memperkuat ekonomi desa melalui penyediaan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau serta memberdayakan potensi lokal masyarakat. 

Menurutnya, kehadiran KDMP tidak untuk menggantikan koperasi yang sudah ada, melainkan saling melengkapi. Bahkan, koperasi yang sudah maju diharapkan dapat menjadi “kakak angkat” bagi koperasi desa agar berkembang lebih cepat. 

Linus juga menekankan pentingnya integritas dalam pengelolaan koperasi. Ia mengingatkan agar pengurus tidak menjadikan koperasi sebagai sarana kepentingan pribadi.

Praktik yang ia sebut sebagai “manajemen perut” harus dihindari karena dapat merusak kepercayaan anggota dan menghancurkan koperasi itu sendiri. 

Menutup perbincangan, Linus mengajak seluruh masyarakat NTT untuk aktif berpartisipasi dalam koperasi serta menjunjung tinggi prinsip kekeluargaan dan gotong royong.

“Berkooperasi harus dilandasi semangat kebersamaan, bukan kepentingan pribadi. Dengan begitu, koperasi bisa tumbuh dan menjadi kekuatan ekonomi yang mensejahterakan masyarakat,” katanya. (fan)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.