Air Mulai Ngalir di Kampung Buton dan BDS Balikpapan Usai 10 Hari Mati
Briandena Silvania Sestiani June 24, 2026 10:08 AM

TRIBUNKALTIM.CO - Kabar yang ditunggu-tunggu warga kawasan Kampung Buton, BDS 2, Jalan Manunggal dan sekitarnya di Balikpapan, Kalimantan Timur akhirnya datang.

Setelah sekitar 10 hari mengalami gangguan distribusi air bersih, aliran air mulai kembali mengalir ke rumah-rumah warga.

Informasi tersebut terlihat dari unggahan media sosial yang menunjukkan mulai pulihnya layanan distribusi air di wilayah terdampak.

Dalam unggahan akun Instagram @kampoeng_butonkoe, warga menyampaikan rasa syukur setelah berhari-hari menghadapi krisis air bersih.

AIR NGALIR - Penampakan air mulai mengalir di area Kampung Buton, Balikpapan, Kaltim (23/6/2026). Sebelumnya, wilayah BDS dan Kampung Buton mati air 10 hari. (Instagram/tirtamanuntungbalikpapan @kampoengbutonkoe)

"Alhamdulillah setelah 10 hari akhirnya ngalir Kembali, terima kasih @ptmb_commandcenter."

Baca juga: Mati Air di Samarinda 23-24 Juni 2026, Daftar Daerah Terdampak dan Estimasi Waktu

PTMB atau Perumda Tirta Manuntung Balikpapan juga merilis kronologi lengkap penanganan gangguan yang terjadi di kawasan Jalan Manunggal, BDS, Kampung Buton dan wilayah sekitarnya. 

Penjelasan tersebut memuat rangkaian proses penelusuran yang dilakukan tim teknis sejak indikasi awal gangguan muncul hingga akhirnya ditemukan titik kebocoran yang menjadi sumber masalah.

Gangguan Mulai Terdeteksi Sejak 15 Juni 2026

Berdasarkan penjelasan resmi PTMB, gangguan distribusi air pertama kali terdeteksi pada 15 Juni 2026.

Saat itu, tim melakukan pemantauan terhadap sistem distribusi air dan menemukan adanya indikasi kehilangan debit yang tidak normal pada jaringan distribusi.

Debit air merupakan volume atau jumlah air yang mengalir dalam periode waktu tertentu. Dalam sistem distribusi air bersih, kehilangan debit yang tidak normal biasanya menjadi salah satu indikator adanya kebocoran atau gangguan pada jaringan perpipaan.

Gangguan tersebut mulai dirasakan oleh pelanggan di kawasan Jalan Manunggal, BDS 2, Kampung Buton serta sejumlah wilayah di sekitarnya.

Meski indikasi awal telah ditemukan, sumber utama gangguan belum dapat dipastikan sehingga proses pemantauan terus dilakukan secara intensif oleh tim teknis.

Kebocoran Pipa Air Baku Ditemukan Empat Hari Kemudian

Perkembangan berikutnya terjadi pada 19 Juni 2026.

PTMB menemukan kebocoran pada pipa air baku menuju Instalasi Pengolahan Air (IPA) Kampung Damai.

IPA atau Instalasi Pengolahan Air merupakan fasilitas yang berfungsi mengolah air mentah menjadi air bersih sebelum didistribusikan kepada pelanggan.

Kebocoran pada pipa air baku tersebut menyebabkan produksi air mengalami penurunan sehingga berdampak langsung terhadap pelayanan pelanggan di sejumlah wilayah.

Informasi mengenai kebocoran tersebut disampaikan oleh Direktur Operasional PTMB, Ir. Ali Rachman AS, S.T., M.T.

Setelah kebocoran ditemukan, tim segera melakukan langkah perbaikan untuk mengembalikan kapasitas produksi dan mempercepat pemulihan distribusi air kepada pelanggan.

Namun demikian, gangguan aliran di beberapa wilayah masih belum sepenuhnya teratasi.

Tekanan Distribusi Ditingkatkan, Gangguan Masih Terjadi

Memasuki 21 Juni 2026, PTMB mengambil langkah lanjutan dengan meningkatkan tekanan distribusi menuju kawasan BDS, Kampung Buton, Jalan Manunggal dan sekitarnya.

Peningkatan tekanan distribusi dilakukan untuk mendorong air agar dapat menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak gangguan.

Pada hari yang sama, terjadi insiden kendaraan truk di sekitar area lampu lalu lintas atau traffic light Pertigaan BDS yang berada dekat dengan jalur pipa distribusi.

Meski demikian, PTMB tetap melanjutkan pemantauan secara menyeluruh karena gangguan aliran masih ditemukan di sebagian wilayah terdampak meskipun tekanan distribusi telah ditingkatkan.

Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sumber gangguan kemungkinan masih berada pada jaringan distribusi utama.

Direksi PTMB Turun Langsung Temui Warga

Gangguan berkepanjangan yang belum kunjung teratasi membuat keresahan warga semakin meningkat.

Pada 22 Juni 2026, Direktur Utama PTMB turun langsung berdialog dengan warga BDS 2 dan kawasan sekitarnya untuk menyampaikan perkembangan penanganan gangguan aliran.

Langkah ini dilakukan untuk memberikan penjelasan kepada masyarakat sekaligus menyerap berbagai masukan dari pelanggan yang terdampak.

Di waktu yang sama, tim teknis melakukan penyekatan jaringan distribusi dengan memasang Gate Valve di Gerbang BDS 2.

Gate Valve merupakan katup pengendali yang digunakan untuk membuka atau menutup aliran air dalam jaringan perpipaan.

Dalam proses penelusuran gangguan, pemasangan Gate Valve membantu mempersempit area pencarian sumber kebocoran.

Hasil analisis menunjukkan bahwa aliran menuju kawasan BDS 2 sebenarnya telah kembali normal setelah titik penyekatan tersebut.

Temuan itu membuat fokus pencarian bergeser ke jaringan distribusi yang berada setelah Gate Valve karena diduga menjadi lokasi sumber gangguan utama.

Titik Kebocoran Pipa Induk Akhirnya Ditemukan

Puncak proses penelusuran terjadi pada 23 Juni 2026.

Tim PTMB melakukan pengukuran debit secara lebih rinci pada jaringan distribusi dan menemukan indikasi kuat adanya kebocoran.

Pengukuran debit dilakukan untuk membandingkan jumlah air yang masuk dan keluar pada jaringan tertentu sehingga lokasi kehilangan air dapat diidentifikasi lebih akurat.

Setelah melakukan penelusuran lapangan, tim akhirnya menemukan titik kebocoran pada pipa induk utama.

Pipa induk utama merupakan jalur distribusi utama yang mengalirkan air ke berbagai wilayah pelayanan. Gangguan pada pipa jenis ini dapat menyebabkan dampak yang luas karena mempengaruhi pasokan air ke banyak pelanggan sekaligus.

PTMB menyatakan bahwa kebocoran pada pipa induk utama tersebut menjadi penyebab utama terganggunya aliran air di kawasan Jalan Manunggal, BDS, Kampung Buton dan sekitarnya.

Setelah titik kerusakan ditemukan, perbaikan segera dilakukan dan berhasil diselesaikan.

"Sistem sedang memasuki tahap normalisasi," demikian keterangan PTMB.

Normalisasi merupakan proses mengembalikan tekanan dan distribusi air ke kondisi operasi normal setelah pekerjaan perbaikan selesai dilakukan.

Warga Sempat Turun ke Jalan Karena Krisis Air Bersih

Sebelum gangguan berhasil diatasi, keresahan warga sempat memuncak pada Selasa sore, 23 Juni 2026.

Ratusan warga Kampung Buton, Kelurahan Damai Bahagia, Balikpapan Selatan melakukan aksi protes dengan memblokir sebagian ruas Jalan ZA Maulani.

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap gangguan distribusi air bersih yang telah berlangsung selama berhari-hari.

Berdasarkan pantauan di lokasi, warga menutup sebagian badan jalan menggunakan sepeda motor.

Sejumlah ibu rumah tangga bahkan membawa panci dan memukulnya berulang kali untuk menarik perhatian terhadap kondisi yang mereka alami.

Sambil menyuarakan aspirasi, warga berteriak:

"Air kami, kami butuh air."

Aksi tersebut menggambarkan beratnya kondisi yang dihadapi masyarakat selama gangguan berlangsung.

Aktivitas Sehari-hari Terganggu

Ketiadaan air bersih membuat berbagai aktivitas rumah tangga tidak dapat berjalan normal.

Warga mengaku kesulitan mandi, mencuci pakaian, memasak hingga berwudhu untuk menjalankan ibadah.

"Kami tidak punya air, tidak bisa mandi, tidak bisa cuci, tidak bisa masak. Mau wudhu untuk salat juga susah," ujar salah seorang warga saat aksi berlangsung.

Kekecewaan warga juga dipicu oleh lokasi Kampung Buton yang berada di wilayah relatif rendah.

Mereka mempertanyakan alasan distribusi air dapat terhenti dalam waktu yang cukup lama.

"Di sini bukan wilayah gunung, kenapa bisa mati air?" teriak warga lainnya.

Bagi banyak keluarga, persoalan air bersih bukan sekadar masalah kenyamanan, tetapi menyangkut kebutuhan dasar yang harus dipenuhi setiap hari.

Terpaksa Membeli Air Tangki

Selama gangguan berlangsung, sebagian warga memilih membeli air dari mobil tangki swasta untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Namun biaya yang harus dikeluarkan tidak sedikit.

Menurut pengakuan warga, satu tandon air dibanderol sekitar Rp120 ribu.

"Kami tidak sanggup kalau harus beli air terus. Satu tandon Rp120 ribu," keluh seorang warga.

Pengeluaran tambahan tersebut menjadi beban tersendiri bagi banyak rumah tangga yang terdampak.

Jalan ZA Maulani Sempat Lumpuh

Aksi protes yang melibatkan warga dari RT 22, RT 23, RT 24, RT 41 dan RT 42 sempat menyebabkan kemacetan di Jalan ZA Maulani.

Kendaraan yang melintas harus memperlambat laju bahkan mencari jalur alternatif karena sebagian akses jalan tertutup.

Namun sekitar pukul 16.45 Wita, setelah dilakukan komunikasi antara warga dan pihak terkait, massa mulai membuka kembali akses jalan sehingga lalu lintas berangsur normal.

PTMB Sampaikan Permohonan Maaf

Setelah perbaikan selesai dan distribusi mulai pulih, PTMB menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pelanggan yang terdampak.

Dalam pernyataannya, perusahaan mengakui gangguan aliran yang terjadi menjadi perhatian penuh dan membutuhkan proses penelusuran yang cukup panjang untuk menemukan sumber masalah.

"PTMB menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan akibat gangguan aliran yang terjadi. Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran, pengertian, serta kerja sama pelanggan selama proses penelusuran dan penanganan gangguan berlangsung."

PTMB juga menegaskan akan terus meningkatkan keandalan sistem distribusi air bersih agar pelayanan kepada masyarakat Kota Balikpapan dapat berjalan lebih optimal dan gangguan serupa dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Dengan selesainya perbaikan pipa induk utama dan dimulainya tahap normalisasi sistem pada 23 Juni 2026, pasokan air ke kawasan Kampung Buton, BDS 2, Jalan Manunggal dan wilayah sekitarnya kini mulai kembali mengalir secara bertahap setelah sekitar 10 hari warga menghadapi krisis air bersih.

(TribunKaltim.co/Briandena/Dwi Ardianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.