SERAMBINEWS.COM, JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto meminta agar pembangunan dan peningkatan jalan daerah tidak hanya berfokus pada kualitas permukaan jalan, tetapi juga memperhatikan lebar badan jalan agar mampu menunjang mobilitas masyarakat dan distribusi barang secara lebih optimal.
Salah satu arahan utama yang disampaikan ialah memperlebar jalan daerah yang sebelumnya hanya sekitar 3 meter menjadi sekitar 8 meter, sehingga dapat dilalui dua kendaraan roda empat secara berpapasan dengan aman.
Arahan tersebut disampaikan Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo saat peresmian sejumlah ruas jalan hasil pembangunan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah/IJD) Tahun Anggaran 2025 di ruas Jalan Kedungdung–Bringkoning, Kabupaten Sampang, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026).
Menurut Dody, kebijakan pelebaran jalan daerah itu merupakan bagian dari implementasi Inpres Nomor 11 Tahun 2025 tentang Percepatan Peningkatan Konektivitas Jalan Daerah untuk Mendukung Swasembada Pangan dan Energi.
Program tersebut dirancang untuk mempercepat pemerataan infrastruktur jalan di berbagai wilayah Indonesia, khususnya daerah yang selama ini masih menghadapi keterbatasan akses transportasi.
“Pak Presiden meminta penanganan jalan daerah juga memperhatikan lebar jalan. Jalan yang tadinya sekitar 3 meter diharapkan bisa ditingkatkan menjadi sekitar 8 meter, sehingga dapat dilalui kendaraan roda empat dari dua arah secara bersamaan,” ujar Dody dalam keterangan resmi yang dikutip Rabu (24/6/2026) yang dikutip dari Kompas.com.
Ia menegaskan, peningkatan kualitas dan kapasitas jalan daerah diyakini akan memberi dampak besar bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat, terutama di kawasan sentra produksi pertanian, perkebunan, perikanan, serta wilayah yang selama ini bergantung pada konektivitas darat untuk distribusi hasil produksi.
Baca juga: Fatimah Azzahra Singgung Yes Man, Minta Presiden Prabowo Dengar Suara Rakyat Secara Langsung
Jalan Daerah Dinilai Jadi Kunci Pergerakan Ekonomi
Dalam kesempatan yang sama, Prabowo menekankan bahwa jalan daerah memegang peranan strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi rakyat.
Menurutnya, keberadaan jalan yang layak akan mempermudah arus barang dan orang, memangkas waktu tempuh, sekaligus menurunkan biaya logistik yang selama ini masih menjadi tantangan di banyak wilayah.
“Kita bertekad tidak boleh ada daerah yang tertinggal hanya karena akses yang terbatas. Kita harus turunkan biaya logistik untuk seluruh rakyat dan perekonomian kita. Jalan yang baik adalah bagian dari strategi ketahanan kita,” kata Prabowo.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa pembangunan jalan daerah tidak hanya dipandang sebagai proyek infrastruktur semata, tetapi juga sebagai bagian dari strategi besar pemerintah dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional, menjaga stabilitas pasokan pangan, dan membuka akses yang lebih merata bagi masyarakat di berbagai pelosok.
Dengan jalan yang lebih lebar dan lebih baik, distribusi hasil panen, hasil perkebunan, komoditas perikanan, hingga kebutuhan pokok diharapkan menjadi lebih efisien.
Di sisi lain, akses masyarakat menuju pusat layanan dasar seperti sekolah, puskesmas, pasar, dan pusat pemerintahan juga akan semakin mudah.
Pemerintah Siapkan Investasi Rp 5,41 Triliun
Kementerian PU mencatat, pelaksanaan program Inpres Jalan Daerah Tahun Anggaran 2025 mencakup penanganan jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di 37 provinsi di seluruh Indonesia.
Total investasi yang digelontorkan untuk program ini mencapai Rp 5,41 triliun.
Di Pulau Jawa, penanganan jalan dilakukan di sejumlah provinsi dengan rincian:
-Jawa Barat sepanjang 50,99 kilometer
-Jawa Tengah sepanjang 132,62 kilometer
-Daerah Istimewa Yogyakarta sepanjang 13,07 kilometer
-Jawa Timur sepanjang 53,78 kilometer
-Banten sepanjang 19,20 kilometer
Sementara itu, di Pulau Sumatera, program IJD mencakup penanganan jalan di 10 provinsi dengan total panjang lebih dari 200 kilometer.
Program serupa juga dilaksanakan di wilayah Bali dan Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, hingga kawasan timur Indonesia seperti Maluku dan Papua.
Menurut Dody, cakupan program yang luas tersebut mencerminkan komitmen pemerintah untuk memperkuat konektivitas antarwilayah, mengurangi ketimpangan infrastruktur, dan membuka simpul-simpul ekonomi baru di daerah.
Diharapkan Jadi Pengungkit Pembangunan Daerah
Dody menambahkan, keberhasilan program peningkatan jalan daerah tidak hanya diukur dari panjang ruas jalan yang diperbaiki, tetapi juga dari manfaat jangka panjang yang dirasakan masyarakat.
Jalan yang lebih baik diharapkan mampu meningkatkan daya saing daerah, mendorong investasi, memperlancar distribusi logistik, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal.
“Kami meyakini dengan pengelolaan berkelanjutan serta sinergi erat antara pemerintah pusat dan daerah, infrastruktur yang diresmikan hari ini akan menjadi tuas pengungkit kemajuan bangsa dalam jangka panjang,” ujarnya.
Pemerintah pun berharap program Inpres Jalan Daerah menjadi salah satu instrumen penting dalam membangun konektivitas nasional yang lebih merata.
Dengan akses jalan yang semakin baik, daerah-daerah yang sebelumnya terisolasi diharapkan dapat lebih cepat berkembang, terhubung dengan pusat-pusat ekonomi, serta berkontribusi lebih besar terhadap pertumbuhan nasional.