Pelabuhan Sadai Resmi Ditutup Sementara Usai Penyeberangan Terakhir KM Menumbing Raya
Asmadi Pandapotan Siregar June 24, 2026 01:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Kabupaten Bangka Selatan, resmi ditutup sementara setelah Kapal Motor (KM) Menumbing Raya dari Pelabuhan Tanjung Ru, Kabupaten Belitung, menyelesaikan bongkar muat pada penyeberangan terakhir, Rabu (24/6/2026) pagi.

Proses sandar kapal tersebut berlangsung aman setelah dilakukan penanganan darurat pada movable bridge (MB) yang sebelumnya mengalami kerusakan. Penutupan pelabuhan dilakukan untuk mendukung pelaksanaan rehabilitasi fasilitas penyeberangan.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Bangka Selatan, Benny Supratama mengatakan, KM Menumbing Raya dapat bersandar setelah petugas melakukan treatment khusus pada MB dermaga. Penanganan sementara dilakukan dengan memasang pelat besi pada bagian MB yang amblas sehingga kapal dapat melakukan bongkar muat secara aman. Langkah tersebut dilaksanakan berdasarkan pertimbangan teknis dan mengutamakan aspek keselamatan pelayaran. 

“Saat ini satu trip terakhir KM Menumbing Raya dari Pelabuhan Tanjung Ru ke Pelabuhan Penyeberangan Sadai sudah berhasil sandar dan melakukan bongkar muatan dengan aman pagi tadi," kata Benny Supratama kepada Bangkapos.com.

Menurutnya dalam pelayaran terakhir tersebut, KM Menumbing Raya mengangkut 32 orang penumpang yang terdiri atas tujuh laki-laki, 20 perempuan, dan lima balita. Selain itu, kapal juga membawa 23 unit kendaraan dengan berbagai golongan. Terdiri atas 12 unit kendaraan golongan V B, meliputi delapan truk bermuatan udang seberat sekitar 10 ton, tiga kendaraan pengangkut paket, dan satu kendaraan bermuatan barang retur. 

Selain itu, terdapat lima unit kendaraan golongan II, lima unit kendaraan golongan V A, serta satu unit kendaraan golongan V B lainnya. Seluruh kendaraan berhasil diturunkan dengan aman setelah proses sandar selesai dilakukan.

Baca juga: Rehab Dermaga Sadai Bangka Selatan Ditargetkan Selesai 2 Bulan, Pelabuhan Tutup Sementara

Baca juga: Trip Terakhir Selamatkan Muatan Rp10 Miliar, Penyeberangan Sadai–Tanjung Ru Resmi Setop Sementara

Keberhasilan sandar dan bongkar muat KM Menumbing Raya menjadi penyeberangan terakhir yang diizinkan sebelum Pelabuhan Penyeberangan Sadai ditutup sementara. Operasional tersebut hanya dapat dilakukan setelah dilakukan penguatan sementara pada movable bridge yang mengalami amblas. Langkah darurat itu diterapkan agar proses bongkar muat berlangsung aman tanpa mengganggu keselamatan penumpang maupun kendaraan. 

BONGKAR MUATAN -- Sejumlah kendaraan yang turun dari KM Menumbing Raya di Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Rabu (24/6/2026). Sebanyak 23 unit kendaraan berhasil diturunkan dengan selamat.
BONGKAR MUATAN -- Sejumlah kendaraan yang turun dari KM Menumbing Raya di Pelabuhan Penyeberangan Sadai, Rabu (24/6/2026). Sebanyak 23 unit kendaraan berhasil diturunkan dengan selamat. (Istimewa/ dok Giovani)

“Setelah dilakukan treatment khusus pada MB dermaga dengan penambahan pelat besi pada bagian yang amblas, kapal dapat melakukan bongkar muat dengan aman,” ujar Benny.

Benny menjelaskan delapan truk bermuatan udang menjadi muatan prioritas yang harus segera diturunkan karena berkaitan dengan aktivitas usaha dan distribusi hasil perikanan. Selain truk pengangkut udang, kapal juga membawa kendaraan paket serta kendaraan yang mengangkut barang retur. Proses bongkar muat seluruh kendaraan berlangsung sesuai prosedur yang telah ditetapkan. 

Setelah proses bongkar muat selesai, Pelabuhan Penyeberangan Sadai resmi menghentikan seluruh aktivitas penyeberangan. Kondisi movable bridge saat ini tidak lagi memungkinkan untuk digunakan sehingga operasional pelabuhan harus dihentikan demi keselamatan pengguna jasa. Selama masa rehabilitasi, penyeberangan melalui pelabuhan tersebut tidak dapat dilayani.

“Dengan telah dilakukan bongkar muatan KM Menumbing Raya maka Pelabuhan Penyeberangan Sadai mulai ditutup hari ini untuk dilakukan perbaikan. Untuk penyeberangan tentunya tidak memungkinkan saat ini," tegasnya.

Kendati demikian kata Benny, Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar untuk rehabilitasi movable bridge Pelabuhan Penyeberangan Sadai. Saat ini proses perencanaan telah memasuki tahap finalisasi dan dijadwalkan memasuki proses lelang pada pekan depan yang diperkirakan berlangsung selama 21 hari. Setelah itu, pekerjaan fisik ditargetkan selesai dalam waktu sekitar satu bulan sehingga keseluruhan proses rehabilitasi diperkirakan memakan waktu lebih kurang dua bulan. 

“Minggu depan masuk proses lelang, kemudian pengerjaan sekitar satu bulan sehingga diperkirakan membutuhkan waktu sekitar dua bulan," ucap Benny. (Bangkapos.com/Cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.