SRIPOKU.COM – Jerit tangis seorang istri usai sang suami tewas dianiaya Anggota TNI di Labura mengungkap kepedihannya.
Adalah Desi Natalia Nainggolan, ia tak kuasa menahan air mata atas kepergian suaminya Luis David Hutabarat (32), yang tewas usai dianiaya bersama sama di area perkebunan Agrinas Palma Nusantara, Desa Sukarame Baru, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara, 16 Juni 2026 lalu.
Para pelaku berjumlah 6 orang, satu diantaranya adalah TNI aktif Sersan Mayor TNI Buana Delly dan seorang purnawirawan bernama TNI Budiono.
Ditemui di kantor Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) Sumut, Selasa (23/6/2026), ibu empat orang anak itu menyampaikan, suaminya tewas dikeroyok pelaku usai membabat rumput di ladang milik orang tuanya.
Sore itu sekitar pukul 16.00 WIB, Desi sedang di rumah. Tiba tiba dia melihat dua tetangganya yang pergi bersama suaminya diamankan oleh pihak keamanan PT Agrinas.
Perasaannya pun gusar, dia kemudian bertanya tentang keberadaan suaminya.
"Jadi pas ku liat dua kawan suami ku dibonceng pihak kebun, aku tanyak suami ku mana. Terus aku pinjam kereta tetangga untuk mencari suami ku," ujarnya.
Desi lalu pergi menuju arah kebun milik mereka yang melewati areal PT Agrinas. Di sana, dia menemukan sepeda motor milik suaminya berada di pinggir jalan.
"Pas saya lihat di plang pintu PT Agrinas, aku lihat ada kereta suami ku, pas aku lihat di dekat kereta, sudah ku liat suami ku tergeletak, kalau ku liat sudah meninggal," kata Desi.
Wajah korban tampak membiru, selain itu lidahnya menjulur dengan beberapa luka pada bagian wajah.
Desi mengatakan, dari keterangan saksi menyampaikan, suaminya dicekik oleh Budiono lalu diinjak pada bagian leher oleh Serma Buana.
"Yang ku ketahui dia dicekik, karena ada bekas luka di lehernya oleh (Budiono). Kemudian dari keterangan saksi yang bersama suami saya, uda tau lemas kemudian diinjak bagian lehernya sama Serma Buana Delly, katanya suami ku cuman pura pura," kata Desi.
Desi pun merasa terpukul dengan kepergian suaminya.
Apalagi, mereka memiliki 4 orang anak yang masih usia sekolah. Dia berharap, seluruh pelaku mendapatkan hukuman setimpal.
"Saya minta keadilan, dan kalau bisa seluruh pelaku dihukum seberat beratnya," pungkasnya.
Beginilah kronologi Luis Hutabarat (32) petani di Labura tewas dianiaya oknum TNI.
Adapun seorang petani bernama Luis Hutabarat tewas dianiaya oknum TNI bernama Serma Buana Delly.
Luis Hutabarat disebut dicekik hingga lehernya diinjak Serma Buana Delly sampai meninggal dunia.
Tak hanya itu, Serma Buana Delly juga mengancam akan menembak saksi.
Peristiwa itu terjadi di Desa Suka Maju, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), Selasa 16 Juni 2026 lalu.
Salah satu korban yakni Jhoni mengungkap kronologi penganiayaan tersebut.
Penganiayaan yang dilakukan Serma Buana Delly, bersama Budiono, seorang pensiunan TNI, serta empat lainnya.
Ia mengatakan saat itu dia berboncengan dengan Luis, usai membabat lahan sawit milik mertua Luis.
Dua rekn mereka yakni Doni membawa motor berboncengan dengan Sutomi.
Di tengah jalan, mereka dikejar dan diadang oleh lima pelaku, termasuk Serma Buana.
Saat itu, Serma Buana Deli langsung turun dari sepeda motor dan mengacungkan parang.
"Pas pulang di persimpangan ada nampak orang itu tadi kumpul, kami lewat aja.
Tiba-tiba disalip sama Buana, tiba-tiba turun langsung acungkan parang," ucap Jhoni.
Saat itu, Jhoni mendengar Serma Buana meminta Luis turun dan mengancam bakal membunuh Luis.
Luis kemudian menjawab jika mereka hanya dari ladang.
"Sini turun kau Luis, main kita sini yok, ku bunuh kau, kata Buana tadi. Dari ladangnya kami Pak," ujar Jhoni.
Pada saat penghadangan tersebut, Luis dan Joni berhasil melarikan diri dari cegatan para pelaku.
Sementara Doni dan Sutomi ditangkap para pelaku dan dianiaya.
Doni menceritakan, Serma Buana mengancam mereka dengan parang dan juga ancaman akan menembak mereka.
"Jangan kemana-mana kau ku bunuh nanti kau (sambil pegang parang), sama-samanya aku pegang ganco ku bilang, melawan kau?
Ku matikan nanti di sini, ku tembak kau ya, buang ganco mu, ku buang lah kan," sebut Doni.
Doni sempat kabur sebelum keduanya ditangkap dan dianiaya para pelaku.
Doni ditendang oleh pelaku lain, Koi, dan kemudian diborgol. Sementara, Serma Buana memukul bahunya dengan gancu.
"Coba lari, dihadanglah aku sama Koi kemudian ditunjang ke semak-semak, kemudian diborgol lalu dipukul aku sama ganco sama si Buana bahu kanan, dibawalah aku ke kereta. Kemudian abang ku juga dipukuli Buana lagi," ucapnya.
Setelah itu, Doni dan Sutomi dibawa menggunakan sepeda motor oleh Serma Buana dan petugas keamanan lain.
Kemudian mereka melihat sepeda motor milik Luis dan Budiono tergeletak di jalan.
Tidak lama kemudian, mereka melihat Luis sudah tergeletak lemas bersama Budiono di sebelahnya.
Serma Buana disebut turun dari sepeda motor dan menginjak leher Luis.
"Buana kemudian turun dari kereta, dipijaklah leher dari si Luis ini, genjot gini, 'pura-puranya kau Luis'," jelasnya menirukan ucapan Serma Buana.