Kesbangpol Mimika Rangkul Ratusan Warga Cegah Intoleransi dan Radikalisme
Marius Frisson Yewun June 24, 2026 10:12 AM

 

Laporan Wartawan Tribun-Papua.com, Feronike Rumere

TRIBUN-PAPUA.COM, MIMIKA – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah menanamkan nilai-nilai Pancasila, toleransi, dan semangat kebangsaan kepada masyarakat melalui kegiatan sosialisasi wawasan kebangsaan dan bela negara yang diikuti ratusan peserta di Hotel Cenderawasih 66 Timika, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 peserta yang berasal dari berbagai unsur, mulai dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD), tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh perempuan, hingga organisasi kemasyarakatan.

Ketua panitia kegiatan, Aloysius Daproma Yawang, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengamalan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat.

Baca juga: Pertamina Patra Niaga Papua Maluku Salurkan Santunan untuk 5 Panti Asuhan

Menurutnya, penguatan wawasan kebangsaan, bela negara, dan semangat persatuan menjadi hal penting di tengah berbagai tantangan yang semakin kompleks.

"Melalui kegiatan ini, Kesbangpol Kabupaten Mimika berupaya menumbuhkan semangat nasionalisme, memperkuat komitmen menjaga persatuan dan kesatuan bangsa, serta membentuk karakter masyarakat yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila, toleransi, gotong royong, dan tanggung jawab sosial," ujarnya.

Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Mimika, Ananias Faot, menegaskan bahwa ancaman terhadap keutuhan bangsa saat ini tidak selalu hadir dalam bentuk fisik.

Baca juga: Kapolres Keerom Tegaskan Komitmen Pelayanan Polri di Usia ke-80

Menurutnya, penyebaran informasi yang menyesatkan, ujaran kebencian, intoleransi, radikalisme, hingga paham yang bertentangan dengan ideologi Pancasila menjadi tantangan yang perlu diwaspadai bersama.

"Fondasi kebangsaan harus terus diperkuat karena ancaman terhadap persatuan bangsa tidak selalu hadir dalam bentuk fisik. Karena itu, penguatan wawasan kebangsaan dan bela negara harus menjadi gerakan bersama seluruh lapisan masyarakat," kata Ananias.

Ia menambahkan, bela negara bukan hanya tugas aparat maupun pemerintah, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh warga negara.

Semangat bela negara, lanjutnya, dapat diwujudkan melalui pengabdian sesuai profesi masing-masing, menjaga persatuan dan kesatuan, menaati hukum, serta berpartisipasi aktif dalam pembangunan daerah maupun nasional.

Baca juga: Pemkab Keerom Alokasikan Rp1 Miliar untuk Bantu Gereja Katolik Timika

Dalam kesempatan tersebut, Ananias juga menaruh perhatian terhadap peran generasi muda sebagai penerus bangsa.

Pemerintah berharap generasi muda Mimika tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, disiplin, cinta tanah air, menghormati keberagaman, serta mampu menjadi agen perubahan bagi kemajuan daerah dan bangsa.

Selain itu, pemahaman terhadap sejarah perjuangan bangsa dinilai penting untuk diwariskan kepada generasi penerus guna menumbuhkan rasa bangga sebagai bangsa Indonesia dan memperkuat komitmen menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Marilah kita bersama-sama menjaga persatuan, memperkuat wawasan kebangsaan, serta menumbuhkan semangat bela negara demi terwujudnya Mimika yang aman, damai, maju, dan sejahtera," ajaknya.

Baca juga: BMKG Ingatkan Potensi Cuaca Ekstrem dan Hujan Ringan di Mimika

Sementara itu, Sekretaris Kesbangpol Kabupaten Mimika, Amelda M. Rumayomi, mengatakan peserta kegiatan berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari pelajar, OPD, organisasi kemasyarakatan, lembaga kemasyarakatan, paguyuban, kerukunan, forum keagamaan, hingga forum-forum kewaspadaan yang ada di Kabupaten Mimika.

Menurut Amelda, sosialisasi wawasan kebangsaan dan cinta tanah air merupakan agenda rutin yang dilaksanakan setiap tahun oleh Kesbangpol Mimika.

"Kegiatan ini akan memberikan pemahaman kepada seluruh lapisan masyarakat tentang pentingnya cinta tanah air, bela negara, dan nasionalisme. Di tengah perkembangan zaman, nilai-nilai tersebut perlahan mulai terkikis, sehingga perlu terus dilakukan penguatan melalui sosialisasi," pungkasnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.