– Polemik dugaan aliran dana Rp20 juta kepada koordinator aksi mahasiswa Universitas Bung Karno (UBK), Muhammad Abdi Maludin, memasuki babak baru.
Setelah pengakuan mahasiswa dan investigasi internal kampus menjadi sorotan, perhatian publik kini mulai tertuju pada pihak yang hingga saat ini belum banyak memberikan penjelasan, yakni Istana Wakil Presiden.
Komunikolog Emrus Sihombing menilai sudah saatnya Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka memberikan klarifikasi terkait pertemuannya dengan mahasiswa yang berlangsung setelah aksi demonstrasi 15 Juni 2026.
Di tengah derasnya spekulasi yang beredar, keterbukaan dinilai menjadi cara paling efektif untuk mengakhiri berbagai dugaan yang terus berkembang di ruang publik.
"Saya setuju. Tidak ada salahnya melakukan klarifikasi," kata Emrus dihubungi dari Kantor Tribunnews di Karanganyar, Selasa (23/6/2026).
Pernyataan itu muncul setelah rangkaian peristiwa pada 15 Juni menjadi perbincangan luas.
Pada hari yang sama, mahasiswa UBK menggelar aksi demonstrasi, muncul pengakuan penerimaan dana Rp20 juta oleh koordinator aksi, dan sejumlah mahasiswa kemudian diterima berdialog dengan Gibran di Istana Wakil Presiden.
Meski kampus telah membeberkan kronologi berdasarkan hasil klarifikasi terhadap mahasiswa yang terlibat, masih terdapat sejumlah pertanyaan yang belum memperoleh jawaban langsung dari pihak Istana.
Situasi tersebut membuat ruang interpretasi publik semakin lebar.
Publik Baru Mendengar Satu Sisi
Sejauh ini, narasi yang beredar berasal dari mahasiswa yang mengaku menerima dana, pihak kampus yang melakukan investigasi, serta berbagai tanggapan dari kalangan akademisi dan pengamat.
ementara itu, penjelasan dari pihak yang menerima mahasiswa di Istana belum banyak terdengar dalam polemik yang berkembang.
Kondisi itulah yang dinilai menjadi celah munculnya berbagai asumsi.
Emrus berpandangan penjelasan terbuka akan membantu publik memahami rangkaian peristiwa secara utuh, sekaligus mencegah berkembangnya dugaan yang tidak didukung fakta.
"Cukup disampaikan apa yang sebenarnya terjadi dalam pertemuan tersebut. Apakah ada pemberian atau tidak ada pemberian," ujarnya.
(*)
https://www.tribunnews.com/nasional/7845780/emrus-desak-transparansi-gibran-dinilai-perlu-klarifikasi-pertemuan-dengan-mahasiswa