Inggris Lolos dari Hukuman Penalti, Pelatih Ghana: Wasit VAR Lagi Ngopi
Muhammad Nursina Rasyidin June 24, 2026 10:57 AM

TRIBUNNEWS.COM - Pelatih Ghana, Carlos Queiroz, melontarkan sindiran tajam terhadap Video Assistant Referee (VAR) setelah laga Grup L Piala Dunia 2026 melawan Inggris berakhir imbang tanpa gol di Massachusetts, Rabu (25/6/2026) dini hari WIB. Ia menyebut VAR “seperti sedang minum kopi” karena menilai Ghana tidak mendapatkan penalti dan kartu merah yang menurutnya jelas terjadi.

Laga berlangsung ketat meski Inggris mendominasi penguasaan bola hingga 79 persen, angka tertinggi dalam 60 tahun terakhir di Piala Dunia, namun tetap gagal mencetak gol.

Meski terus menekan, Inggris kesulitan menembus pertahanan Ghana yang tampil disiplin sepanjang pertandingan.

Hasil tersebut membuat kedua tim sama-sama mengoleksi empat poin dan membuka peluang untuk lolos ke babak 32 besar.

Sempat diprediksi hanya menjadi tim 'penggembira' di Grup L, Ghana justru mampu menunjukkan tajinya.

“Setuju jika Inggris dan Kroasia yang lolos, tapi sepertinya Ghana akan menjadi kejutan dari grup ini,” kata Arizqi Romadhoni, Ketua Juventini Banten, saat berbincang dalam Podcast Super Taktik di Kantor Tribunnews Solo, Karanganyar, Jawa Tengah.

TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). Jelang FIFA World Cup 2026, Coca Cola Indonesia menggelar acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola, dimana acara ini memberikan kesempatan istimewa bagi pencinta sepak bola Indonesia untuk melihat langsung The Original FIFA World Cup™ Trophy berbahan emas 18 karat, sekaligus merasakan euforia olahraga paling digemari di dunia. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
TROFI PIALA DUNIA - Trofi Piala Dunia dipamerkan saat acara FIFA World Cup™ Trophy Tour by Coca-Cola di Jakarta, Kamis (22/1/2026). (TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN)

Insiden Konsa Terlewat oleh Wasit

Kontroversi terjadi pada menit ke-78 ketika Ghana memprotes pelanggaran Ezri Konsa terhadap Prince Adu di dalam kotak penalti.

Dalam tayangan ulang, Konsa terlihat melakukan tekel tanpa mengenai bola dan mengenai pemain lawan hingga terjatuh.

Namun, wasit Armando Villarreal bersama VAR tidak menganggap insiden tersebut layak menjadi penalti.

Menurut tinjauan VAR yang dikutip ESPN: “VAR tidak melakukan intervensi karena tidak dianggap sebagai kesalahan yang jelas di lapangan dan tidak memenuhi ambang batas peninjauan.”

Baca juga: Ironi Inggris di Piala Dunia 2026: Rekor Penguasaan Bola Berujung Nirgol

Queiroz kemudian mempertanyakan kinerja VAR dalam konferensi pers dengan nada sarkastik. Ia menilai Ghana seharusnya mendapat penalti dan kartu merah atas insiden tersebut.

“Saya agak ragu tentang itu karena ada penalti lain yang seharusnya diberikan kepada Ghana,” kata Queiroz.

“Saya tidak yakin VAR masih bekerja di Piala Dunia. Apakah VAR masih minum kopi?” ujarnya menyindir.

Ia menambahkan bahwa sejumlah keputusan krusial tidak berpihak kepada Ghana, meski menurutnya pertandingan berlangsung cukup seimbang.

Meski demikian, pelatih asal Portugal itu menegaskan hasil imbang tetap mencerminkan jalannya laga.

“Pada akhirnya, itu adalah hasil yang adil. Mereka lebih banyak menguasai bola, kami lebih berjuang, dan kami juga menciptakan peluang sendiri,” ujarnya.

“Saya rasa mereka senang, dan saya juga senang dengan hasil imbang ini,” tambahnya.

Di sisi lain, laga ini juga diwarnai ketegangan kecil antara Queiroz dan gelandang Inggris, Jude Bellingham.

Insiden terjadi setelah pelanggaran keras Bellingham terhadap Jerome Opoku pada babak pertama, yang sempat memicu adu argumen di pinggir lapangan sebelum akhirnya mereda.

Bellingham menilai kejadian tersebut hanya bagian dari intensitas pertandingan dan menegaskan tidak ada masalah pribadi dengan pelatih Ghana tersebut.

Hasil imbang ini membuat persaingan di Grup L semakin terbuka. Inggris sebelumnya menang 4-2 atas Kroasia, sementara Ghana mengalahkan Panama 1-0.

Dengan format turnamen yang memberikan peluang bagi peringkat ketiga terbaik, kedua tim masih berpeluang lolos ke fase gugur.

Inggris selanjutnya akan menghadapi Panama, sementara Ghana juga dijadwalkan bertemu Panama pada laga berikutnya yang akan menentukan langkah mereka di Piala Dunia 2026.

(Tribunnews.com/Ali)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.