Perangi Iran Bumerang bagi Israel, 92,1 Persen Warga Tel Aviv Akui Tak Percaya Lagi kepada Netanyahu
Hadiyya QurrataAyyuun June 24, 2026 11:12 AM

- Memerangi Iran menjadi bumerang bagi Israel sendiri.

Lantaran, 92,1 persen responden warga Israel mengaku tidak lagi mempercayai Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

Mengutip Tribunnews pada (24/6), survei ini digelar oleh Hebrew University of Jerusalem bersama Institut Agam.

Dilaksanakan pada (17-20/6/2026) terhadap 3.644 responden.

Hasil yang diperoleh termasuk tinggi, lantaran tak hanya berasal dari kelompok opsisi saja.

Melainkan juga mencakup 93,1 persen pemilih blok sayap kanan pendukung Netanyahu.

Temuannya adalah persepsi di mana Iran berhasil memperoleh keuntungan strategis dari rangkaian konflik.

Sementara Israel dinilai tidak mencapai hasil secara maksimal sesuai tujuan operasi militer yang sebelumnya diumumkan pemerintah.

Adapun, tujuan pemerintah Israel kala itu adalah melemahkan program nuklir, menekan kemampuan rudal, dan mengurangi pengaruh Teheran di kawasan Timur Tengah.

Tak sebatas itu, survei juga mengungkap penurunan tajam kepercayaan publik terhadap kepemimpinan Netanyahu.

Rinciannya, 72,5 persen responden mengaku tak mempercayai klaim Netanyahu lagi.

Sementara 56,4 persen responden menilai enanganan perang oleh Netanyahu sebagai “gagal” atau “buruk”.

Serta, hanya 26,5 persen yang menilai kinerjanya “baik” atau “sangat baik”.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.