TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Di tengah kelangkaan MinyaKita di sejumlah daerah, Bulog Sulselbar memastikan pasokan minyak bersubsidi tersebut sudah tersalurkan kepasaran secara menyeluruh.
Sepanjang semester I 2026, sebanyak 9,5 juta liter MinyaKita telah didistribusikan ke pasar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
Rata-rata, Bulog Sulselbar mendistribusikan sekitar 1,5 juta liter MinyaKita ke pasar tiap bulannya.
Hal itu diungkap oleh Wakil Pimpinan Wilayah Bulog Sulselbar, Karmila Hasmin Marunta, saat ditemui di Kantor Perum Bulog Sulselbar, Rabu (24/6/2026).
Ia mengatakan, Bulog bukan satu-satunya pihak yang mendistribusikan MinyaKita untuk Indonesia.
Selain BUMN Pangan, pihak swasta juga ada yang menjadi distributor.
"Nantinya bahwa kita harus berkolaborasi bersama-sama dengan BUMN Pangan, dengan distributor swasta lainnya untuk sama-sama menjaga isu kelangkan minyak goreng ini," katanya kepada Tribun-Timur.com.
Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), khususnya Pertamax berdampak pada distribusi MinyaKita dari Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat ke Sulsel.
Walau begitu, ia berharap harga MinyaKita di pasar atau tingkat pengecer sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp15.700.
"Bulog bukan menjadi satu-satunya distributor yang menyalurkan atau mensupply ke pengecer ataupun ke toko-toko, ke retail atau ke kios terhadap MinyaKita ini," ungkapnya.
Bulog Sulselbar, kata mantan Pimpinan Cabang Bulog Makassar itu, mendapatkan kuota distribusi yakni 2 juta liter perbulan.
"Jadi memang untuk mengcover seluruh (kebutuhan minyak goreng) masyarakat yang ada di Sulsel ini memang kemarin kami hitung masih kurang lebih 1,5 juta liter per bulannya," ujarnya.
Hingga semester I tahun 2026 ini, kata wanita yang akrab disapa Mila itu, Bulog sudah mendistribusikan MinyaKita sekitar 9,5 juta liter.
"Itu dari Januari sampai dengan bulan berjalan ini," kata dia.
Terkait adanya program pemerintah soal bantuan pangan, Karmila menyebut tidak mempengaruhi stok MinyaKita di Bulog.
"Jadi ini tidak menjadi pengaruh di masyarakat bahwa adanya bantuan pangan dari pemerintah melalui Bulo," jelasnya.
"Komoditi minyak tidak mempengaruhi terhadap kelangkaan minyak sendiri, karena memang postnya sudah berbeda," tambah dia.
Sementara itu, Pimpinan Cabang Bulog Wajo, Farid Nur, memastikan pasokan Minyakita dalam kondisi aman.
Stok yang tersedia saat ini diperkirakan cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat beberapa bulan ke depan.
Menurutnya, jumlah stok Minyakita akan kembali bertambah seiring masuknya pasokan baru yang dijadwalkan tiba dalam waktu dekat.
"Aman, ada terus kiriman dari pabrik minyak Tanjung Sarana Lestari (TSL) Pasangkayu," katanya.
Minyakita dijual seharga Rp15.700 per liter, sesuai HET yang ditetapkan pemerintah
"Harga tetap dan sesuai HET. Jadi, masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau," jelasnya.