TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI – Aksi pemalangan jalan dan pembakaran ban di kawasan Angkas Mulyono Marina, Manokwari, Papua Barat, pada Selasa (23/6/2026) malam berhasil diredam aparat kepolisian setelah dilakukan negosiasi.
Jalan yang sempat ditutup di kawasan Marina hingga perempatan Asrama Jayapura kini dapat dilalui masyarakat.
Arus lalu lintas yang sebelumnya terganggu pun terpantau kembali normal.
Kapolsek Amban, Iptu Roy G. Rumbaibab, menjelaskan aksi spontan dipicu ketidakpuasan keluarga seorang pemuda yang diamankan polisi.
“Orang tua diduga tidak menerima karena anak mereka yang diamankan sehingga berdampak ke aksi pemalangan jalan,” ujarnya.
Setelah menerima laporan, aparat kepolisian segera mendatangi lokasi untuk melakukan dialog dengan keluarga dan warga.
Hasil pertemuan di lapangan menghasilkan kesepakatan bahwa persoalan akan dibahas melalui mediasi resmi di Polresta Manokwari pada Rabu (24/6/2026) pukul 11.00 WIT.
Baca juga: Massa Cari Pelaku Penganiayaan Pemuda, Sejumlah Kios di Jalan Angkasa Mulyono Tutup
“Kami sudah berkomunikasi dengan keluarga dan warga setempat. Disepakati bahwa persoalan ini akan diselesaikan melalui pertemuan di Polresta Manokwari,” kata Roy.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada warga yang bersedia membuka akses jalan setelah mendengarkan penjelasan dari pihak kepolisian.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada masyarakat karena dapat menerima hasil komunikasi sehingga jalan yang sempat dipalang akhirnya bisa dibuka kembali,” tambahnya.
Pantauan Tribunpapuabarat.com, warga yang sebelumnya berkumpul di lokasi aksi telah diarahkan kembali ke rumah masing-masing.
Sementara situasi keamanan di kawasan Marina terpantau kondusif hingga Rabu dini hari.
Sebelumnya, aksi pemalangan jalan dan pembakaran ban sempat berlangsung sekitar dua jam.
Aparat kepolisian yang berjaga di lokasi melakukan pengalihan arus kendaraan ke jalur alternatif untuk mencegah kemacetan lebih luas.