TRIBUNSTYLE.COM - Belakangan ini baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), di berbagai sudut Kota Solo, Jawa Tengah, mendadak jadi buah bibir masyarakat.
Langkah ini langsung memicu interupsi dari Anggota Komisi II DPRD Solo dari Fraksi PDIP, Rony Kamtoro, yang mempertanyakan mengapa perlakuan istimewa tersebut hanya diberikan kepada Jokowi, padahal ada mantan presiden lain yang juga lahir di bulan Juni.
Rony juga membidik potensi penggunaan anggaran daerah (APBD) di balik proyek baliho tersebut sembari menggugat konsistensi pemerintah daerah dalam menghargai para tokoh nasional.
Sebelumnya, DPC Partai Gerindra Kota Solo telah melayangkan teguran keras atas pemanfaatan titik reklame milik Pemkot Solo demi ucapan ulang tahun sang mantan presiden.
Baca juga: Buntut Baliho Selamat Ultah Jokowi, Gerindra Sentil Pemkot Solo: Waktu Pak Prabowo Tak Ada Ucapan
Ketua DPC Partai Gerindra Kota Solo, Ardianto Kuswinarno mengaku kecewa dengan pemasangan baliho itu, terlebih Wali Kota Solo, Respati Ardi merupakan kader dari Gerindra Kota Solo.
Ia pun menyoroti Presiden Prabowo yang tak mendapat perlakuan serupa saat berulang tahun.
Rony juga menyoroti jika pemerintah daerah berniat memberikan penghormatan kepada mantan kepala negara, maka keadilan protokoler harus ditegakkan dengan memberikan apresiasi serupa bagi mantan Presiden lainnya.
“Kalau Pemkot mengucapkan seperti itu harusnya juga mantan-mantan presiden di bulan Juni itu banyak yang ulang tahun. Kenapa harus ke Pak Jokowi saja? Contoh Ir. Soekarno juga ulang tahun di bulan Juni, Pak BJ Habibie, Pak Harto itu kan juga di bulan Juni ulang tahun. Kenapa kok keluar hanya satu Pak Jokowi?” terangnya, Selasa (23/6/2026).
Rony menegaskan polemik ini mencuat lantaran ada kesan tebang pilih; ucapan selamat ulang tahun lewat baliho kota hanya ditujukan untuk Jokowi, sementara tokoh-tokoh bangsa lain yang pernah menakhodai negeri ini seolah dilupakan begitu saja
Kritik Rony ternyata tidak berhenti pada level kepala negara; ia juga menyoroti absennya perhatian pemerintah daerah terhadap para mantan Wali Kota Solo yang menurutnya tak pernah mendapat ucapan ulang tahun resmi yang serupa.
Ia kemudian menyentil sejumlah nama besar yang pernah memimpin Kota Solo, mulai dari FX Hadi Rudyatmo, Gibran Rakabuming Raka, hingga Teguh Prakosa.
“Tidak hanya Pak FX toh semuanya ada Gibran, ada Teguh Prakoso itu kan juga beliau ulang tahun ya tidak pernah diucapkan kenapa momennya kok pas Pak Jokowi saja,” jelasnya.
Selain mempertanyakan alasan pemasangan baliho, Rony juga mengingatkan agar penggunaan anggaran untuk kegiatan tersebut dilakukan secara transparan.
Menurutnya, apabila baliho menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), maka hal itu berpotensi menjadi penyalahgunaan anggaran karena sumber dana berasal dari masyarakat.
“Ya pasti menyalahi anggaran (jika menggunakan APBD). Karena di situ uang yang dipakai uang rakyat entah melalui pajak entah melalui retribusi,” ungkapnya.
Sebelumnya, Wali Kota Solo Respati Ardi menyebut pemasangan ucapan selamat ulang tahun dilakukan karena Jokowi memiliki jasa besar saat menjabat sebagai Wali Kota Solo.
Namun saat dimintai penjelasan terkait sumber pembiayaan pemasangan baliho tersebut, Respati belum memberikan keterangan.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Solo, Budi Murtono, mengaku belum menerima laporan mengenai pemasangan reklame ucapan selamat ulang tahun tersebut.
“Belum dapat laporan,” tuturnya.
Meski demikian, Budi menjelaskan bahwa apabila pemasangan dilakukan di titik reklame milik Pemerintah Kota Solo, tidak diperlukan biaya tambahan sebagaimana iklan layanan masyarakat.
“Kalau nggak salah titiknya iya. Kemarin saya lihat titiknya Diskominfo. Tidak (bayar). Itu kan titik reklame milik Pemkot. Mau masang iklan layanan masyarakat publikasi apa pun nggak bayar.
Bahkan kalau masyarakat atau instansi publikasi minta ijin menayangkan publikasi di titik itu diperbolehkan. Ada beberapa titik yang dikelola Diskominfo,” jelasnya.
Budi juga mengaku telah melihat baliho ucapan selamat ulang tahun untuk Jokowi terpasang di sejumlah lokasi, meski hingga kini belum menerima laporan resmi terkait pemasangan tersebut.
“Belum dapat laporan. Cuma saya memang lihat ucapan selamat Pak Jokowi,” tuturnya.
(TribunStyle.com/TribunSolo.com/Ahmad Syarifudin)