Pramono Anung Resmikan Penataan Jalan Rasuna Said, Infrastruktur Mangkrak 20 Tahun Berakhir
Mochamad Dipa Anggara June 24, 2026 12:35 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meresmikan hasil penataan Jalan H.R. Rasuna Said sekaligus memperkenalkan nama baru Halte Transjakarta Setiabudi menjadi Halte Setiabudi Integritas, pada Minggu (21/6/2026) lalu.

Penataan kawasan H.R. Rasuna Said dilakukan sejak Januari 2026 dengan membongkar 109 tiang monorel yang selama hampir 20 tahun berdiri tanpa fungsi di salah satu kawasan bisnis tersibuk Jakarta.

Dalam waktu sekitar lima bulan, pekerjaan penataan koridor sepanjang 3,8 kilometer tersebut berhasil diselesaikan.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, pembenahan Jalan H.R. Rasuna Said merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan infrastruktur perkotaan yang lebih tertata dan mendukung mobilitas warga.

“Penataan kawasan Rasuna Said telah rampung dan baru saja saya resmikan. Peresmian ini sebagai upaya menghadirkan infrastruktur yang mendukung mobilitas warga menuju Jakarta sebagai kota global,” ujar Gubernur Pramono.

Penataan tidak berhenti pada pembongkaran tiang monorel, Pemprov DKI Jakarta juga melakukan pembenahan menyeluruh di kawasan tersebut.

Sejumlah pekerjaan meliputi membenahi ruas, elevasi, dan konsistensi lebar jalan, memperbaiki saluran drainase, menata trotoar dan area hijau, memasang street furniture, serta memperbarui penerangan jalan umum dan tiang pedestrian.

Pembenahan tersebut membuat kawasan H.R. Rasuna Said lebih lapang, rapi, dan nyaman bagi kendaraan, pengguna transportasi umum, pejalan kaki, hingga penyandang disabilitas.

Kawasan ini juga telah ditetapkan sebagai lokasi Hari Bebas Kendaraan Bermotor setiap Minggu.

“Kawasan ini pun menjadi ruang baru untuk interaksi dan berolahraga bagi masyarakat, dengan telah ditetapkan sebagai lokasi kegiatan Car Free Day yang rutin diselenggarakan setiap hari Minggu mulai pukul 05.30 hingga 09.00 WIB,” kata Gubernur Pramono.

Dalam kesempatan yang sama, Halte Transjakarta Setiabudi resmi berganti nama menjadi Halte Setiabudi Integritas. Penamaan baru tersebut merupakan hasil kolaborasi Pemprov DKI Jakarta dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

“Nama ini sebagai simbol penguatan budaya antikorupsi dan integritas di ruang publik strategis. Penamaan baru ini diharapkan dapat membangun kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan integritas,” jelasnya.

Gubernur Pramono menilai pesan integritas perlu hadir di ruang publik yang setiap hari dilalui masyarakat. Halte di koridor sibuk tersebut diharapkan tidak hanya berfungsi sebagai simpul mobilitas, tetapi juga menjadi pengingat akan pentingnya budaya antikorupsi.

“Penyesuaian sistem penamaan, baik pada petunjuk arah (signage), peta rute, hingga pengumuman suara (announcement) di dalam armada bus, secara bertahap telah diperbarui demi kenyamanan dan kelancaran perjalanan seluruh pelanggan,” ucapnya.

Penataan Jalan H.R. Rasuna Said diharapkan meningkatkan kualitas layanan jalan dan mendukung kelancaran lalu lintas di kawasan segitiga emas Jakarta.

Penyelesaian ini juga menjadi bagian dari upaya Pemprov DKI Jakarta menghadirkan wajah kota yang lebih tertata tanpa menyisakan infrastruktur mangkrak.

“Saya berharap momentum ini dapat meningkatkan komitmen dari PT Transjakarta sebagai pemacu dalam menghadirkan contoh pelayanan publik terbaik, bersih, terintegrasi, dan transparan bagi seluruh warga Jakarta,” pungkas Gubernur Pramono.

Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta periode 1997–2007 Sutiyoso, mengaku terharu melihat perubahan kawasan yang sebelumnya terganggu oleh keberadaan tiang monorel terbengkalai.

Ia mengapresiasi langkah Gubernur Pramono yang merespons persoalan tersebut dan menyelesaikan penataannya dalam waktu relatif singkat.

“Sekarang indah dan nyaman untuk banyak orang. Atas nama masyarakat, khususnya yang sering melintas di Rasuna Said, saya mengucapkan, ‘Maturnuwun, Mas Pram. Terima kasih,’” ujar Sutiyoso.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.