TRIBUNPAPUABARAT.COM, MANOKWARI - Deretan noken atau tas rajutan khas Papua, menghiasi sepanjang ruas Jalan Gunung Salju Amban menuju venue Pesparawi Nasional XIV di kampus Universitas Papua (Unipa), Manokwari.
Pantauan Tribunpapuabarat.com, Rabu (24/6/2026), pajangan kerajinan tangan tradisional itu mencuri perhatian peserta, tamu undangan, maupun wisatawan yang hadir mengikuti Pesparawi Nasional XIV Tahun 2026.
Ratusan noken dipajang rapi di lapak pedagang yang berjejer di sepanjang jalan menuju lokasi perlombaan.
Noken yang ditawarkan memiliki beragam ukuran, motif, warna, dan harga.
Selain noken, pedagang juga menjual aksesoris khas Papua seperti gelang, cincin, kalung, anting-anting, serta cendera mata bernuansa budaya lokal.
Keberadaan pajangan ini menambah nuansa khas Papua di tengah semarak Pesparawi Nasional XIV di Manokwari ibu kota provinsi Papua Barat.
Baca juga: 5.434 Suara Memuliakan Tuhan di Pesparawi Nasional XIV Papua Barat
Sejumlah peserta dari berbagai provinsi terlihat menyempatkan diri mengunjungi lapak-lapak tersebut.
Ada yang membeli sebagai buah tangan, ada pula yang berfoto untuk mengabadikan momen bersama kerajinan khas Tanah Papua.
Salah seorang pedagang noken mengaku selama pelaksanaan Pesparawi banyak pengunjung datang untuk melihat maupun membeli hasil kerajinan.
“Iya, banyak yang datang. Ada yang membeli, ada juga yang hanya bertanya-tanya dan berfoto,” ujarnya.
Ia menjelaskan harga noken bervariasi tergantung ukuran dan tingkat kerumitan pembuatan.
“Kalau ukuran kecil harganya sekitar Rp50 ribu, ukuran sedang Rp100 ribu, sedangkan yang lebih besar bisa mencapai Rp150 ribu hingga Rp200 ribu,” katanya.
Baca juga: UNIPA Gelar Pelatihan Merajut Noken Papua: Wujud Pelestarian Budaya di Kalangan Mahasiswa
Di stand lain, harga noken bahkan bisa mencapai jutaan rupiah karena kualitas bahan dan keunikan motifnya.
Menurut para pedagang, momentum Pesparawi Nasional XIV memberikan dampak positif bagi usaha kecil karena meningkatkan jumlah pengunjung dan potensi penjualan produk lokal.
Selain menjadi sumber pendapatan, pajangan noken juga menjadi sarana promosi budaya Papua kepada tamu dari berbagai wilayah Indonesia.
Melalui kerajinan tangan tersebut, masyarakat Papua memperkenalkan kekayaan budaya, kreativitas, serta kearifan lokal yang diwariskan turun-temurun.
Dengan hadirnya ribuan peserta dan pengunjung selama Pesparawi, noken tidak hanya tampil sebagai produk kerajinan, tetapi juga simbol identitas budaya Papua yang terus dilestarikan.