Kronologi Warga Bakar Kantor Perkebunan Sawit di OKI, 2 Orang Dirawat di RS, Ratusan Personel Siaga
Shinta Dwi Anggraini June 24, 2026 12:45 PM

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Pascakerusuhan yang berujung aksi pembakaran kantor hingga gudang PT Buluh Cawang Plantation (BCP) di area kebun Desa Dabuk Rejo, Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan, situasi di lokasi kejadian kini berangsur kondusif, Rabu (24/6/2026). 

Sebelumnya, ratusan massa yang dikuasai amarah merangsek maju dan membumihanguskan kendaraan, kantor, gudang dan alat operasional perusahaan di Kebun Dabuk Rejo dalam lautan api yang mencekam, Selasa (23/6/2026) sore. 

Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunSumsel.com, emosi massa dipicu setelah tiga warga mengalami luka tembak saat berada di kebun sawit. 

Kejadian itu sontak memicu emosi massa dan langsung mendatangi kantor yang berada di area kebun Dabuk Rejo hingga terjadi kericuhan berujung aksi pembakaran sejumlah fasilitas.

Kantor Dibakar Massa

Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman terkait insiden yang terjadi di area perkebunan PT Buluh Cawang Plantation, Desa Dabukrejo, Kecamatan Lempuing, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Selasa (23/6/2026) sore.

Dalam peristiwa tersebut, dua warga dilaporkan mengalami luka dan saat ini telah mendapatkan penanganan medis.

Baca juga: Buntut Penembakan 3 Warga, Fasilitas PT Buluh Cawang Plantation di OKI Diamuk Massa

RUSUH : Ratusan massa yang marah membakar alat transportasi, kendaraan dan kantor perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Selasa (23/6/2026) sore.
RUSUH : Ratusan massa yang marah membakar alat transportasi, kendaraan dan kantor perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan pada Selasa (23/6/2026) sore. (Istimewa)

Berdasarkan informasi, sekitar pukul 17.00 WIB personel Satgas gabungan Polda Sumatera Selatan dan Polres OKI mengamankan sejumlah kendaraan roda dua, kendaraan roda empat, serta muatan buah kelapa sawit yang diduga berkaitan dengan dugaan tindak pidana pencurian yang dilakukan oleh sekelompok warga di area perusahaan.

Tidak lama berselang, sekitar 100 warga mendatangi lokasi dan berupaya mengambil kembali kendaraan serta muatan sawit yang diamankan petugas.

Aparat kemudian melakukan dialog dan komunikasi dengan masyarakat guna menjaga situasi tetap kondusif.

Dari hasil komunikasi, kendaraan yang sebelumnya telah diamankan dikembalikan ke warga, sementara buah sawit yang menjadi objek permasalahan diserahkan kepada pihak perusahaan.

Namun, ketika personel satgas hendak meninggalkan lokasi, sejumlah warga diduga melakukan pelemparan batu ke arah kendaraan perusahaan yang dipakai petugas.

Di tengah ketegangan itu, terdengar suara letusan yang hingga kini belum diketahui sumbernya.

Akibat kejadian tersebut, dua warga mengalami luka. Korban masing-masing berinisial MU (43), warga Desa Tebing Suluh, Kecamatan Lempuing, yang mengalami luka pada paha kiri, serta ZA (50), yang mengalami luka pada bagian perut sebelah kiri.

Pascakejadian, massa sempat berkumpul di sekitar lokasi dan terjadi pengerusakan fasilitas mes karyawan perusahaan.

Aparat kepolisian kemudian melakukan langkah-langkah pengamanan dan pengendalian situasi untuk mencegah terjadinya gangguan yang lebih luas.

Dikatakan Kapolres OKI, AKBP Eko Rubiyanto, bersama personel gabungan langsung turun ke lokasi guna memastikan penanganan berjalan dengan baik dan situasi keamanan tetap terjaga.

"Kami mengedepankan langkah persuasif dan memastikan situasi tetap terkendali. Kepolisian akan melakukan penyelidikan secara menyeluruh terkait rangkaian peristiwa yang terjadi, termasuk asal-usul letusan yang mengakibatkan adanya korban luka," katanya.

Selain itu, ia mengimbau seluruh pihak untuk tetap menahan diri dan mempercayakan penanganan peristiwa ini kepada aparat.

"Kepolisian akan bekerja secara profesional untuk mengungkap seluruh rangkaian kejadian sehingga persoalan ini dapat diselesaikan dengan baik," tegasnya.

Memperkuat pengamanan, Polda Sumatera Selatan mengerahkan tambahan personel dari unsur Reserse, Propam, dan Brimob.

"Hingga Selasa malam, kondisi di lokasi dilaporkan telah berangsur kondusif dan aktivitas pengamanan masih terus dilakukan," terangnya.

Kepolisian kini tengah mengumpulkan keterangan dari berbagai pihak guna memperoleh gambaran utuh mengenai peristiwa tersebut, termasuk asal-usul suara letusan yang menyebabkan dua warga mengalami luka.

Dengan langkah tersebut, diharapkan seluruh fakta dapat terungkap secara objektif dan situasi kamtibmas tetap terjaga di wilayah Kecamatan Lempuing.

Situasi Berangsur Kondusif

Kapolres Ogan Komering Ilir, AKBP Eko Rubiyanto, yang turun langsung memimpin pengamanan di lapangan memastikan korban dalam kericuhan di kantor BCP telah dievakuasi dan mendapat penanganan medis secara maksimal.

"Dua warga yang terdampak saat ini telah memperoleh perawatan di fasilitas kesehatan dan terus dipantau perkembangannya," ungkap AKBP Eko Rubiyanto, Rabu (24/6/2026). 

Ia menegaskan, pelayanan masyarakat dan pemulihan keamanan adalah dua hal yang paling ditekankan saat ini.

“Alhamdulillah, situasi dapat segera dikendalikan. Prioritas kami adalah memastikan masyarakat yang membutuhkan pertolongan mendapatkan penanganan terbaik. Selanjutnya, seluruh rangkaian peristiwa akan kami dalami secara profesional, objektif, dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku,” tambahnya.

Guna memastikan kejadian serupa tak terulang dan menjaga stabilitas keamanan di Kabupaten OKI, Polda Sumsel tak main-main.

Ratusan personel tambahan langsung diterjunkan untuk mengamankan Desa Dabukrejo.

Tidak tanggung-tanggung, personel tempur hingga pengawasan diterjunkan, mulai dari unsur Reserse, Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam), hingga Satuan Brimob Polda Sumsel.

Kepala Bidang Humas Polda Sumatera Selatan, Kombes Pol. Nandang Mu’min Wijaya, menyebut langkah penebalan pasukan ini diambil guna mendukung proses pengumpulan fakta dan penyelidikan yang menyeluruh di lokasi kejadian.

“Kami memastikan seluruh proses penanganan dilakukan secara profesional, proporsional, dan transparan. Fokus utama kami menjaga keselamatan masyarakat, memulihkan situasi kamtibmas, serta memastikan setiap fakta dapat diungkap secara objektif," tegas Kombes Pol. Nandang.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Nandang juga mewanti-wanti agar masyarakat tidak mudah termakan isu liar atau informasi yang belum terverifikasi (hoaks) terkait insiden di PT BCP ini.

Polda Sumsel mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mempercayakan proses penanganan sepenuhnya kepada aparat penegak hukum.

"Dengan sinergi seluruh pihak, stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Sumatera Selatan diharapkan tetap terjaga sehingga aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat dapat berlangsung dengan aman dan nyaman," pungkasnya.

 

 

Ikuti dan bergabung di saluran WhatsApp TribunSumsel.com

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.