Ducati Pertahankan Marc Marquez Sampai 2028, Sang Juara Kini Dekati Rekor Legendaris
Wiwit Purwanto June 24, 2026 02:05 PM

 

SURYA.CO.ID – Kabar menggembirakan datang bagi penggemar Marc Marquez. Pembalap asal Spanyol itu resmi memperpanjang kerja samanya dengan Ducati dan akan tetap menjadi bagian tim pabrikan hingga akhir musim MotoGP 2028, mempertegas komitmennya untuk terus berburu prestasi di kelas premier.

Kepastian tersebut menjadi jawaban atas berbagai spekulasi yang muncul sejak akhir musim lalu. Kondisi kebugaran Marquez sempat menjadi sorotan setelah mengalami cedera bahu akibat insiden pada MotoGP Indonesia di Mandalika.

Namun, keraguan itu kini terbayar dengan kepercayaan penuh yang diberikan Ducati untuk melanjutkan proyek jangka panjang bersama juara dunia tersebut.

Ducati Tegaskan Kepercayaan kepada Marquez

Setelah menjalani musim debut yang impresif bersama tim pabrikan Ducati dan menyamai raihan tujuh gelar kelas utama milik Valentino Rossi, Marquez sebenarnya telah menyepakati kontrak baru beberapa bulan lalu.

Pengumuman resmi baru dilakukan setelah kesepakatan komersial antara MSMA dan MotoGP rampung pada akhir pekan lalu di Sirkuit Brno.

Baca juga: Ducati Terpuruk, Bagnaia Jatuh dan Marquez Cedera, Martin Raih Podium Impresif

Momentum pengumuman itu semakin istimewa setelah Marquez meraih kemenangan pada MotoGP Ceko 2026. Hasil tersebut, ditambah hukuman yang diterima Marco Bezzecchi, membuat peluang Marquez dalam perebutan gelar dunia kembali terbuka lebar.

Jelang MotoGP Belanda 2026 di Sirkuit Assen, Marquez kini hanya terpaut 40 poin dari pemuncak klasemen kejuaraan dunia.

Dalam pernyataannya, Marquez mengaku bahagia dapat melanjutkan perjalanan bersama Ducati.

"Saya merah. Saya benar-benar senang dengan kesepakatan baru ini dengan Tim Ducati Lenovo dan untuk terus menjadi bagian dari keluarga ini," kata Marc Marquez.

"Ketika saya memutuskan untuk bergabung dengan Ducati, saya yakin itu adalah proyek yang paling kompetitif. Mereka percaya pada saya, dan kami membangun hubungan berdasarkan kepercayaan dan kerja keras."

"Dengan perpanjangan kontrak ini, mereka sekali lagi menegaskan komitmen ini, menghormati waktu saya dan memberi saya ketenangan pikiran yang saya butuhkan untuk membuat keputusan yang tepat."

Marquez menilai keberhasilan merebut gelar pada musim pertamanya bersama Ducati menjadi bukti bahwa keputusan yang diambilnya selama ini sudah tepat.

Baca juga: Marc Marquez Bangkit dari Cedera, Menang di Brno dan Dekati Tiga Besar MotoGP 2026

"Pada tahun pertama kami bersama, kami berjuang untuk gelar dan memenangkannya. Ini hasil yang tak ternilai yang menegaskan bahwa jalan yang telah kami pilih adalah jalan yang benar."

"Saya terus berkompetisi karena saya mencintai olahraga ini dan saya ingin mencapai tujuan yang lebih ambisius. Saya yakin ini adalah tempat yang tepat untuk melakukannya."

"Selama saya di sini, saya akan memberikan yang terbaik untuk mewarnai masa depan dengan warna merah."

Dari Cedera Berat hingga Memburu Rekor Sejarah

Perjalanan Marquez menuju titik ini tidak berlangsung mudah. Sejak debut di MotoGP bersama Honda pada 2013, ia menjelma menjadi salah satu pembalap tersukses dalam sejarah dengan mengoleksi enam gelar juara dunia kelas utama dalam tujuh musim berikutnya.

Namun dominasi itu terhenti setelah mengalami cedera serius pada lengan saat balapan di Jerez tahun 2020. Cedera tersebut memicu berbagai komplikasi, termasuk gangguan penglihatan ganda atau diplopia yang berulang.

Di saat yang sama, performa Honda terus menurun dibandingkan para rival Eropa. Situasi itu membuat Marquez harus menjalani masa sulit dengan puasa kemenangan lebih dari 1.000 hari, sejak Misano 2021 hingga akhirnya kembali naik podium tertinggi di Aragon 2024.

Keputusan meninggalkan Honda demi bergabung dengan tim satelit Gresini Ducati menjadi salah satu langkah paling berani dalam kariernya. Risiko tersebut terbukti berbuah manis setelah Ducati kemudian mempromosikannya ke tim pabrikan untuk musim 2025.

Kepercayaan itu dibayar lunas oleh Marquez dengan performa dominan sepanjang musim. Meski sempat mengalami cedera bahu akibat insiden di MotoGP Indonesia yang mengakhiri musimnya lebih cepat, Ducati tetap memilih mempertahankannya hingga 2028.

Kini tantangan baru menanti. Selain harus beradaptasi dengan regulasi teknis MotoGP 2027, Marquez juga akan menghadapi era baru penggunaan ban Pirelli setelah sebelumnya mengendarai motor MotoGP dengan ban Bridgestone dan Michelin.

Meski demikian, peluang mencetak sejarah masih terbuka lebar. Marquez hanya membutuhkan satu gelar dunia lagi untuk menyamai rekor delapan gelar kelas utama milik legenda balap motor, Giacomo Agostini. Selain itu, ia juga tinggal berjarak 15 kemenangan dari catatan 89 kemenangan MotoGP milik Valentino Rossi.

Dengan kontrak baru hingga 2028 dan dukungan penuh Ducati, perjalanan Marquez untuk mengukir rekor-rekor besar dalam sejarah MotoGP masih jauh dari kata selesai.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.