Superfan Berdiri 90 Menit dari Kongo, Michel Nkuka Mboladinga, Akhirnya Rasakan Momen di Piala Dunia FIFA
Aurora Nightingale June 24, 2026 01:58 PM

NEW DELHI: Salah satu pendukung sepak bola paling terkenal dari Republik Demokratik Kongo akhirnya merasakan momen istimewanya di Piala Dunia FIFA pada Selasa.

Michel Nkuka Mboladinga, yang lebih dikenal dengan nama Lumumba Vea, hadir dalam pertandingan Republik Demokratik Kongo melawan Kolombia setelah sebelumnya absen di laga pembuka melawan Portugal karena harus menjalani karantina terkait Ebola.

Pendukung ini menjadi sensasi dunia selama Piala Afrika 2025, ketika ia menghabiskan seluruh pertandingan dengan berdiri tegak tanpa bergerak layaknya sebuah patung. Mengenakan setelan berwarna cerah dan mengangkat satu tangan ke udara, ia dengan cepat menarik perhatian kamera televisi serta penggemar sepak bola di seluruh dunia.

Menjelang pertandingan melawan Kolombia di Stadion Estadio Akron, Mboladinga datang lebih awal dan menempati posisi di belakang bangku cadangan Republik Demokratik Kongo. Ia tampil dengan jas dan dasi merah terang, kemeja kuning, serta celana biru, sekali lagi menjelma menjadi “patung hidup” dengan berdiri tanpa bergerak di atas podium sambil mengangkat tangan kanannya.

Meski tidak berbicara kepada wartawan, ia tersenyum dan mengangguk saat ditanya apakah dirinya senang akhirnya bisa hadir di Piala Dunia.

Perjalanannya menuju turnamen ini tidaklah mudah. Awal tahun ini, Mboladinga juga sempat melewatkan pertandingan playoff Piala Dunia Republik Demokratik Kongo melawan Jamaika karena gagal memperoleh visa tepat waktu. Ia bahkan sempat bepergian ke Kenya dan Etiopia untuk mengurus dokumen yang diperlukan, namun akhirnya tidak berhasil sampai ke pertandingan tersebut.

Kehadirannya merupakan bentuk penghormatan kepada Patrice Lumumba, Perdana Menteri pertama Republik Demokratik Kongo sekaligus salah satu tokoh paling bersejarah di negara tersebut.

Lumumba memainkan peran penting dalam mengakhiri kekuasaan kolonial Belgia pada tahun 1960 dan menjadi pemimpin negara yang baru merdeka. Namun, ia dibunuh kurang dari satu tahun kemudian akibat gejolak politik yang terkait dengan gerakan separatis di wilayah Katanga.

Gaya khas Mboladinga—tangan terangkat, pakaian formal, dan sikap berdiri tegak—terinspirasi oleh monumen serta gambar-gambar Lumumba, yang membuatnya dikenal luas dengan julukan Lumumba Vea.

Dukungan uniknya menjadikannya salah satu penggemar paling dikenal di sepak bola internasional dan simbol semangat Republik Demokratik Kongo terhadap olahraga ini.

Setelah absen di laga pembuka melawan Portugal, banyak penggemar merasa gembira akhirnya dapat melihat sosok “penggemar patung” yang terkenal itu hadir di tribun Piala Dunia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.