SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Pengamat sepak bola Sumsel, Mathys Kewoy Rugebregt menyebut ada dua kunci penting agar Sriwijaya FC bisa mulai bangkit menjalani kompetisi Liga 3 2026/27 nanti.
"Saran saya kalau bisa manajemen pilihlah yang finansialnya cukup. Terus mengenai materi kadang-kadang terjadi overlap manajemen ikut turut serta di dalam memilih pemain. Seyogyanya pelatih yang ditunjuk dan pendamping Direktur Tekniknya ada," ungkap pemerhati sepakbola yang akrab disapa Kewoy, Rabu (24/6/2026).
Mantan gelandang PS Pusri di era Galatama mengatakan nantinya konsultasi kedua mereka itu. Dengan catatan pelatih dan Direktur Teknik ini punya reputasi. Jangan yang tidak ada reputasinya, takut dimainkan.
"Itu termasuk dua kunci yang penting," katanya.
Mantan match commissioner Liga 1 mengingatkan agar pilihlah orang yang paham tentang sepak bola. Soal biaya operasional di Liga 3, otomatis itu pembiayaan tidak terlalu mahal dibandingkan Liga 2.
"Sekarang kita tanya apakah masih mau tetap di Liga 3 atau mau naik? Kalau dia mau naik, pilihlah materi yang mumpuni agar kita bisa naik," kata Kewoy.
Tentunya harus diperhitungkan yang matang mulai menjalani babak 64 besar hingga target mencapai lolos ke Liga 2.
"Kita melihat potensi di Sumsel kemarin itu cukup besar, khususnya usia muda. Dimodifikasi saja. Yang senior di situ ada, usia mudanya ada. Kelola di situ," katanya.
Ia mengingatkan agar pilihlah pelatih yang punya talent yang benar. Sebelum kompetisi, lakukan TC yang cukup sebagai persiapan.
"Carilah potensi Sumsel yang mumpuni, tinggal ditambah senior-senior yang sesuai dengan regulasi. Kalau mau bentuk tim, ya seperti itu," katanya.
Di dalam manajemen, carilah yang paham tentang masalah bola ini tadi. Finansialnya jangan kendor. Begitu kendor, sudah. Seperti layangan putus.
"Diurus benar salary-nya. Kalau menang ada bonus. Dihitung semua," ujarnya.
Yang tak kalah pentingnya, ikuti saja sejarah Sriwijaya FC kenapa bisa eksis. Di samping dulu itu modalnya ada, tukang talangnya.
Tukang talang ini penting jangan sampai lambat. Kalau lambat pengaruhnya ke tim. Silakan di manajemen tim, taruh orang yang paham.
• Kesedihan Kiper Try Hamdani Melihat Sriwijaya FC Terdegradasi ke Liga 3
Kalau kemarin itu turunnya karena awalnya terkejut Sriwijaya FC tidak ada pemain asing dan pemainnya debutan.
"Jangan dikira passing bola, nendang bola itu sama dengan orang yang baru. Pengalaman main bola itu penting. Masak dia tidak pernah di kasta tertentu tiba-tiba mainkan di level Liga 2. Ya sudah jadi bulan-bulanan," pungkasnya.