TRIBUNNEWSSULTRA.COM, KENDARI - Sebanyak 6.166 calon murid baru SD dan SMP tahap pertama di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) dinyatakan lulus seleksi.
Angka tersebut berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Kendari yang diperoleh TribunnewsSultra.com, Rabu (24/6/2026).
Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar (Dikdas), Maljuwais, merincikan, dari total 6 ribu lebih tersebut, calon murid lulus seleksi berjumlah 3.742 orang untuk jenjang SD.
Sedangkan untuk tingkat SMP, calon siswa yang dinyatakan lulus seleksi mencapai 4.721 orang.
Adapun kuota Sistem Pendaftaran Murid Baru (SPMB) 2026 berjumlah 15.260 peserta didik terdiri dari 8.695 murid SD dan 6.565 murid SMP.
Baca juga: Lupa Password dan Email Akun Jadi Kendala Pendaftaran SPMB SMA-SMK Sulawesi Tenggara, Ini Solusinya
Sehingga, total daya tampung usulan yang belum terpenuhi sebanyak 4.953 calon murid untuk tingkat SD dan 1.844 calon murid untuk tingkat SMP.
Maljuwais menjelaskan, pendaftar yang belum lulus seleksi akibat kuota sekolah tujuan sudah penuh bisa mendaftar kembali untuk gelombang kedua.
SPMB tahap kedua dimulai pada Rabu, 24 Juni sampai dengan Kamis, 25 Juni 2026.
"Ini sebenarnya belum pengumuman, resminya nanti 29 Juni, hanya di sistem itu ketika kuota sekolah sudah lebih maka ada notifikasi silakan cari sekolah terdekat," katanya.
Dia mengatakan salah satu tantangan dalam pelaksanaan SPMB setiap tahun adalah tingginya minat pendaftar pada sekolah-sekolah yang dianggap favorit.
Baca juga: Pendaftaran SPMB SMA-SMK di Sulawesi Tenggara, Sudah Ribuan Pendaftar Hari ke-1, Cara Daftar, Syarat
Kondisi tersebut menyebabkan jumlah pendaftar di beberapa sekolah melebihi kuota yang tersedia.
Akibatnya, calon murid yang tidak lolos seleksi akan diarahkan untuk mendaftar di sekolah lain yang masih memiliki daya tampung dan berlokasi tidak jauh dari tempat tinggal mereka.
Sebagai contoh, SMP Negeri 4 Kendari membuka daya tampung sebanyak 462 calon murid baru.
Sekolah tersebut berlokasi di Jalan Jenderal Ahmad Yani Nomor 123, Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua.
Dia menilai, sekolah itu berada di kawasan dengan jumlah penduduk yang cukup padat dan didominasi usia produktif, sementara ketersediaan ruang kelas masih terbatas.
Baca juga: Dikbud Kendari Larang Pungutan dan Jual Beli Kursi SPMB 2026, Warga Bisa Laporkan Sekolah ke 112
Karena itu, pihak sekolah melakukan pembangunan gedung dua lantai untuk menambah ruang kelas baru.
"Jadi kalau sudah tidak terjaring di SMPN 4, ada SMPN 17 sama SMPN 12 dia (calon murid) bisa masuk ke situ, sampai hari ini mereka juga masih kurang karena rata-rata pendaftar lari ke SMPN 4," ujar dia. (*)
(TribunnewsSultra.com/Apriliana Suriyanti)