BREAKING NEWS: Jalan Sabuk Merah Malaka Ke Belu di Desa Alas Putus Total
OMDSMY Novemy Leo June 24, 2026 03:19 PM

 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Kristoforus Bota

POS-KUPANG.COM, BETUN - Akses Jalan Sabuk Merah yang menjadi urat nadi penghubung Kabupaten Malaka dengan Kabupaten Belu, sekaligus jalur alternatif menuju negara tetangga Timor Leste, putus total akibat longsor yang dipicu hujan berintensitas tinggi selama sepekan terakhir.

Titik kerusakan terjadi di wilayah Aidiku, Desa Alas, Kecamatan Kobalima Timur, Kabupaten Malaka. Kondisi tersebut menyebabkan aktivitas transportasi di jalur vital tersebut sempat lumpuh dan tidak dapat dilalui kendaraan.

Pantauan POS-KUPANG.COM di lokasi pada Rabu (24/6/2026) menunjukkan sebagian badan jalan ambruk dan jatuh ke sisi tebing akibat gerusan air hujan yang terus-menerus mengguyur kawasan tersebut. Longsor yang terjadi membuat ruas jalan menyempit drastis dan membahayakan pengguna jalan yang melintas.

Sebagai langkah penanganan darurat, warga setempat secara swadaya melakukan penimbunan pada saluran di tepi jalan yang berada di sisi tebing yang masih relatif aman. Material seadanya digunakan untuk membentuk jalur alternatif sementara agar kendaraan dapat kembali melintas.

Upaya tersebut dilakukan setelah akses transportasi sempat terputus total dan menimbulkan kekhawatiran masyarakat yang bergantung pada jalur tersebut untuk menjalankan aktivitas sehari-hari.

Sejumlah warga yang ditemui di lokasi mengungkapkan bahwa kondisi jalan sebenarnya sudah sangat mengkhawatirkan sejak beberapa hari terakhir. Bahkan, dua hari lalu dilaporkan sebuah kendaraan truk sempat terperosok di lokasi yang mengalami kerusakan.

“Dua hari lalu ada truk yang jatuh di sini. Karena itu masyarakat berinisiatif menimbun bagian saluran di samping jalan supaya kendaraan masih bisa lewat sementara waktu,” ujar Primus Ulu, salah seorang warga yang ditemui di lokasi.

Meski jalur darurat telah dibuat, kondisi jalan masih sangat rawan. Pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas terus diingatkan untuk meningkatkan kewaspadaan karena bagian tebing dan badan jalan yang tersisa masih berpotensi mengalami longsor susulan apabila hujan kembali turun.

Jalan Sabuk Merah sendiri merupakan salah satu akses transportasi paling penting di Kabupaten Malaka.

Selain menjadi jalur tercepat yang menghubungkan Kabupaten Malaka dan Kabupaten Belu, ruas jalan tersebut juga menjadi akses utama masyarakat menuju wilayah perbatasan dan negara Timor Leste, termasuk menuju ke pusat perbelanjaan di Kota Betun.

Bagi warga Desa Alas, Desa Alas Utara, hingga Desa Kota Biru, jalan tersebut merupakan jalur utama menuju pusat perdagangan dan layanan publik di Kota Betun. Putusnya akses jalan ini berdampak langsung terhadap mobilitas masyarakat, distribusi barang, serta aktivitas ekonomi di kawasan tersebut.

Diketahui, jarak dari lokasi kerusakan di Desa Alas menuju Kota Betun, ibu kota Kabupaten Malaka, sekitar 36 kilometer. Karena itu, keberadaan jalan Sabuk Merah menjadi sangat vital bagi masyarakat yang setiap hari melakukan perjalanan untuk bekerja, berbelanja, mengakses layanan kesehatan, maupun keperluan pendidikan.

Hingga kini, tampak sudah ada sebuah alat berat berupa eksafator di lokasi untuk melakukan penimbunan sementara. 

Sementara itu, warga yang melintas diminta tetap berhati-hati dan mengurangi kecepatan saat melewati titik longsor mengingat kondisi badan jalan yang masih labil serta cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat di wilayah Kabupaten Malaka. (ito)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.