SURYA.co.id, GRESIK - Warga Gresik Jawa Timur menggelar aksi damai mendukung program Presiden Prabowo Subianto, Makan Bergizi Gratis (MBG) dilanjutkan.
Para relawan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) itu minta program MBG dilanjutkan.
Warga yang turun ke jalan ini, selain relawan SPPG, ada wali murid, guru, petani dan lain sebagainya.
Mereka berjalan kaki dari jalan Basuki Rahmat atau Bandar Grissee menuju kantor DPRD Kabupaten Gresik.
Warga yang turun selain laki-laki, juga banyak perempuan.
Sembari membawa poster mendukung program MBG dilanjutkan, mereka juga berorasi menyampaikan tujuh tuntutan.
Di antaranya, tetap melanjutkan program MBG, berantas dan hukum koruptor MBG, dan lain sebagainya.
Baca juga: Aksi Demo Pekerja MBG di Lamongan, Suarakan Kekhawatiran Nasib Tenaga Kerja
Mereka ditemui Wakil Ketua DPRD Gresik, Lutfi Dhawam dan anggota Komisi II DPRD Gresik, Muhammad Kurdi di depan DPRD Gresik. Bakal membawa aspirasi warga ke pemerintah pusat.
Salah satu relawan yang hadir adalah, Roro Mekarsari.
Salah satu relawan dari SPPG di Sidokumpul, Kecamatan Gresik Kota. Dia adalah seorang ibu yang bekerja sebagai relawan di SPPG.
"Kami sebagai relawan sementara kita libur, kami menghormati tim audit yang melakukan audit di seluruh SPPG di Kecamatan Gresik," ujarnya.
Roro sapaan akrabnya, berharap, program MBG ini terus berjalan.
"Harapannya program ini berjalan lancar baik, sejahterakan semuanya, tidak ada koruptor skala kecil maupun besar, kita tetap dari pak Prabowo disikapi baik kalangan pemerintah baik di DPRD Kabupaten sampai dengan jajaran negara kita. Tolong dengarkan aspirasi kami bukan hanya anak-anak membutuhkan makan, kami kerja ingin membantu suami kita," tutupnya.
Enggar Wulandari salah satu SPPG dari Sidokumpul berharap MBG tetap jalan.
"Semua ibu rumah tangga bisa bekerja, membantu suami, membantu anak-anak dapat MBG seperti program Presiden Prabowo," ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Gresik, Lutfi Dhawam mengatakan, secara garis besar, aspirasi warga berharap MBG dilanjutkan, secara garis besar menuntut MBG dilanjutkan, dikarenakan rata-rata mereka yang hadir hari ini terdampak, baik relawan, UMKM, petani, dan penerima manfaat, guru, santri.