Dua Remaja Surabaya Menjadi Korban Pengeroyokan Pesilat Brutal di Kendangsari
Cak Sur June 24, 2026 03:32 PM

SURYA.CO.ID, SURABAYA - Dua orang remaja berinisial IGN (18) dan MRIA (18) menjadi korban pengeroyokan brutal oleh belasan orang yang diduga oknum pesilat di kawasan Jalan Kendangsari Industri, Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim) pada Senin (22/6/2026) dini hari.

Akibat kejadian tersebut, kedua korban mengalami luka serius. Korban MRIA bahkan menderita luka tusuk di bagian punggung hingga menembus paru-paru, sementara IGN mengalami memar hebat di bagian kepala, telinga, wajah dan punggung.

Kronologi Kejadian Pengeroyokan

IGN menuturkan, peristiwa nahas tersebut terjadi sekitar pukul 04.10 WIB saat mereka dalam perjalanan pulang dari sebuah warkop di Kecamatan Rungkut menuju Wonocolo.

Saat melintasi kawasan Jalan Kendangsari Industri, mereka berpapasan dengan konvoi pemotor yang keluar dari Gang Kutisari.

Tanpa alasan yang jelas, kelompok tersebut langsung melakukan pengejaran dan penyergapan.

"Teman saya MRIA sudah ditarik-tarik. Habis melewati sampah-sampah itu, langsung dijejek saya, jatuh ke kiri, saya kena pukulan tangan di situ," ujar IGN saat dikonfirmasi SURYA.co.id, Rabu (24/6/2026).

Luka Serius Akibat Senjata Tajam

IGN menambahkan, pelaku yang berjumlah lebih dari 15 orang tersebut membawa sejumlah senjata tajam dan benda tumpul. Beberapa jenis senjata yang diidentifikasi korban meliputi:

  • Dua buah celurit
  • Satu buah ruyung
  • Satu tongkat panjang (toya)

Korban MRIA menjadi yang paling parah, karena disergap lebih dulu dan menjadi sasaran empuk kelompok tersebut.

Saat ini, MRIA masih menjalani perawatan intensif di RS Royal Hospital Surabaya. Meski dalam kondisi stabil, ia masih merasakan nyeri hebat pada bagian paru-parunya.

Harapan Korban kepada Pihak Kepolisian

Menyikapi aksi kekerasan yang menimpanya, pihak korban telah resmi melaporkan kejadian ini ke Polsek Tenggilis Mejoyo.

IGN berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku, agar tidak ada lagi masyarakat yang menjadi korban kekerasan serupa di masa depan.

"Kami berharap pelaku dapat segera ditangkap. Kami juga tidak ingin mereka beraksi dan mencelakai warga lain yang tidak tahu apa-apa," tegasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.