Mendikdasmen Kenang Jasa Soeharto sebagai Tokoh Pencerdas Bangsa, Bangga Dapat Beasiswa Supersemar
Muhammad Zulfikar June 24, 2026 03:38 PM

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu'ti mengenang sosok Presiden ke-2 RI, Soeharto sebagai tokoh penting dalam mencerdaskan penerus bangsa.

Hal tersebut dikatakan Abdul Mu'ti saat memberikan sambutan di kegiatan lomba menggambar sketsa Soeharto dan seminar nasional yang digelar di Auditorium Universitas Trilogi, Jakarta Selatan pada Rabu (24/6/2026).

Baca juga: Goresan Tangan Ribuan Gen Z Buat Sketsa Soeharto, Hidupkan Kembali Wajah The Smilling General

Ia merasa bangga menjadi salah satu anak bangsa yang bisa merasakan jasa Soeharto yakni dengan mendapatkan beasiswa Supersemar kala itu.

"Saya adalah salah satu penerima Beasiswa Supersemar. Sebuah beasiswa yang pada masa kuliah sangat prestisius, dan hanya beberapa mahasiswa saja yang dapat menerima Beasiswa Supersemar itu," kata Abdul Mu'ti.

Rasa kebanggannya pun semakin memuncak ketika dirinya mendapatkan beasiswa itu seperti Presiden RI Prabowo Subianto.

"Saya sempat bincang-bincang dengan Pak Presiden Prabowo, ternyata beliau juga dulu penerima Beasiswa Supersemar. Dan gagasan Pak Harto memberikan Beasiswa Supersemar itu tiada lain adalah memberikan kesempatan kepada putra-putri Indonesia untuk mereka-mereka yang berprestasi dapat terus berkembang, dapat terus tumbuh menjadi anak-anak Indonesia dan pemimpin Indonesia," ucapnya.

Di sisi lain, Abdul Mu'ti juga mengingat sosok Soeharto yang berjasa sehingga banyak anak-anak Indonesia yang terselamatkan dari tidak bisa membaca dan menulis atau buta aksara.

"Dalam konteks pendidikan, Pak Harto adalah tokoh yang memiliki peranan penting dalam mencerdaskan bangsa, terutama dalam program pemenuhan pendidikan dasar dan pengentasan buta aksara dengan pembangunan ribuan SD Inpres di seluruh Indonesia," tuturnya.

"Program itu adalah terobosan beliau yang luar biasa dan komitmen beliau yang luar biasa untuk memastikan semua anak Indonesia memperoleh hak pendidikan, terutama adalah pendidikan dasar," sambungnya.

Baca juga: Buku Terbitan Kompas Bedah Laku Spiritual Soeharto dan Analisis SWOT Negara ala Jawa

Sehingga, sejatinya Soeharto dinilai Abdul Mu'ti layak diberikan penghargaan setinggi-tingginya atas jasa yang sudah diberikan kepada bangsa dan negara.

​"Kalau ada seorang penerima Hadiah Nobel itu karena meneliti SD Inpres, meneliti SD Inpres saja mendapatkan Hadiah Nobel, apalagi yang punya gagasan dan membangun SD Inpres, seharusnya hadiahnya melebihi Hadiah Nobel. Dan jasa beliau yang luar biasa merubah Indonesia dari negara yang angka buta aksaranya sangat tinggi menjadi negara yang bebas buta aksara," jelasnya.

Dalam kegiatan tersebut, Universitas Trilogi menggelar lomba menggambar sketsa wajah Soeharto yang diikuti oleh 1160 peserta mulai dari mahasiswa hingga pelajar setingkat SMA.

Selain lomba itu, Universitas Trilogi juga menggelar seminar bertemakan 'Seminar Nasional Kepemimpinan Jenderal Besar TNI (purn) H.M Soeharto'.

Dalam kegiatan itu, turut hadir Mendikdasmen, Abdul Mu'ti, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, Mantan Menteri Keuangan Fuad Bawazier hingga Rektor Universitas Pertahanan Letjen TNI (Purn.) Dr. Anton Nugroho.

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.