Jakarta (ANTARA) - Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengatakan sebanyak 307 siswa berprestasi telah lolos seleksi untuk memulai tahun ajaran baran di SMA Unggul Garuda Baru yang berada di empat wilayah.

Pelaksana Tugas (Plt.) Deputi Bidang Kemitraan dan Hubungan Media Bakom RI Kurnia Ramadhana menyampaikan pemerintah saat ini tengah membangun empat Sekolah Unggul Garuda Baru, yaitu di Belitung Timur di Bangka Belitung,Timor Tengah Selatan di Nusa Tenggara Timur, Konawe Selatan di Sulawesi Tenggara, dan Bulungan di Kalimantan Utara.

"Akhirnya 307 siswa terbaik dinyatakan lolos sebagai peserta didik angkatan pertama Sekolah Unggul Garuda Baru tahun ajaran 2026-2027," kata Kurnia di Gedung Bakom RI, Jakarta, Rabu.

Sesuai jadwal yang telah ditetapkan mobilisasi peserta didik ke lokasi sekolah akan dilaksanakan pada 16-19 Juli 2026 dengan kegiatan belajar mengajar secara resmi akan dimulai pada 20 Juli 2026.

"Khusus untuk Sekolah Unggul Garuda Bulungan, peserta didik akan menjalani satu semester pertama di Sekolah Unggul Konawe Selatan sambil menunggu penyelesaian pembangunan di lokasi definitif," jelas Kurnia.

Terkait dengan SMA Unggul Garuda Transformasi sendiri sudah dimulai dari 2025 melalui 12 sekolah pionir yang tersebar dari Aceh sampai Papua Barat Daya.

Pada 2026, kata Kurnia, pemerintah telah menetapkan 30 sekolah masuk dalam SMA Unggul Garuda Transformasi. Menjadikan sampai saat ini terdapat 42 sekolah menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi.

"Pemerintah pun menargetkan SMA yang akan menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi hingga 2029 mendatang mencapai 80 sekolah," tuturnya.

SMA Unggul Garuda Baru sendiri dibangun dan dikelola sejak awal oleh pemerintah di wilayah dengan fasilitas dan akses pendidikan unggul yang masih minim.

Sementara, SMA Unggul Garuda Transformasi adalah SMA pilihan yang kemudian dibina untuk dapat menerapkan standar program pengayaan yang diterapkan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) dengan target peserta didik dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi terbaik.

Beberapa pengayaan yang diberikan termasuk penguatan pembelajaran di bidang sains, teknologi, teknik, matematika atau dikenal dengan singkatan STEM. Selain itu, turut diperkuat pula pendampingan riset kolaboratif, pelatihan penulisan surat rekomendasi, dan difasilitasi pendaftaran peserta didik ke universitas terbaik di dunia.

Kurnia menjelaskan bahwa terjadi kenaikan 150 persen siswa yang diterima di perguruan tinggi masuk dalam 100 universitas terbaik dari 12 sekolah yang sudah menjadi SMA Unggul Garuda Transformasi.

Menurut catatan Kemendiktisaintek, per tahun 2025 hanya 132 siswa yang diterima di 100 universitas terbaik. Jumlahnya naik menjadi 330 siswa pada 2026 atau setahun setelah sekolah-sekolah itu dipilih dan dibina sebagai SMA Unggul Garuda Transformasi.

"Keduanya adalah investasi jangka panjang pemerintah dalam menyiapkan generasi Indonesia yang unggul, kompetitif, dan siap memimpin bangsa ini menuju masa depan yang lebih baik," ucap Kurnia.