Catatan Seorang Jurnalis: Dukun Ghana vs Harry Potter
Dewangga Ardhiananta June 24, 2026 05:22 PM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Timnas Inggris tampil antiklimaks.

Sempat menyala saat menghancurkan Kroasia, Harry Kane dan kawan-kawan ditahan imbang 0-0 oleh Ghana dalam penyisihan Grup Piala Dunia 2026.

Beberapa jam setelah pertandingan itu, saya ketemu seorang teman di Jalan Roda, Pasar 45, Kota Manado, Sulawesi Utara (Sulut).

Ia juga penggemar tim berjuluk St George Cross tersebut.

Kami berdua dilanda lemah, letih, lesu, akibat begadang dan menyaksikan tim kesayangan bermain bak sayur tanpa garam.

Juga sama-sama cemas dengan hari depan Inggris di Piala Dunia 2026.

Kopi setengah terasa pahit.

Nasi jaha terasa hambar.

Teman saya ini menyebut peran dukun Ghana di balik bapuknya permainan Timnas Inggris.

Sehari sebelum pertandingan, muncul pernyataan dukun Ghana kondang bernama Nana Kwaku Bonsam.

Ia mengaku siap mengerahkan kekuatan mistiknya untuk mengganggu striker Inggris Harry Kane agar tampil tak maksimal.

Entah kebetulan atau tidak, permainan Inggris memang seperti terbelenggu, seakan ada mantra yang membuat gerak mereka terbatas.

Saya pernah membaca di sebuah buku tentang ilmu sihir yang membuat orang yang diserang melihat kengerian di tempat yang sesungguhnya permai.

Nah, timnas Inggris seperti melihat ular dan kalajengking di kotak penalti Ghana sehingga takut mendekat.

Inggris tersapu ke dalam kegelapan yang terus membayangi selama turnamen.

Sang paranormal Inggris Uri Geller coba menangkis.

Namun ternyata "Harry Potter" masih kalah sakti dengan sang dukun Ghana.

Empat sekolah sihir Gryffindor, Slayterin, Hufflepuff dan Ravenclaw sudah bergabung di Piala Dunia 2026 demi Inggris.

Dan mantra Expecto Patronum untuk memanggil kenangan indah melawan pengalaman buruk sudah dikerahkan.

Tapi mantra Ghana ternyata tingkat Jenderal.

Teman saya adalah cermin kebodohan zaman ini.

Mereka adalah kaum yang mengkambinghitamkan hal-hal gaib ketika menghadapi masalah di dunia nyata.

Dalam Teologi Reformed, orang yang "mensetankan" setan hidup dalam ilusi, seolah setan dan Allah punya kesaktian yang setara.

Setan tak bisa memaksa manusia jika manusia itu sendiri tidak menyetujuinya.

Inggris kalah murni karena mereka main bapuk.

Bukan karena faktor gaib atau ilmu dukun yang canggih.

Saya melihat masalah utama Inggris adalah kurangnya kreativitas untuk membongkar pertahanan baja ala Ghana.

Bellingham tampil biasa saja.

Daya magisnya hilang.

Madueke bak kincir angin, hanya putar putar di tempat.

Sedang Gordon dibikin mati kutu.

Anderson planga plongo.

Maju salah mundur salah.

Tanpa aliran bola, Kane yang bertipe nomor 9 jelas mati kutu.

Sama sekali bukan karena mantra.

Toh mantra dukun Ghana itu yang katanya sanggup membuat cidera Ronaldo toh tak dapat menghalangi Portugal jadi juara Eropa.

Mungkin mereka lupa bahwa salib di bendera Inggris lebih tangguh dari mantra apapun.

Mungkin Tuchel perlu mempertimbangkan untuk memainkan Saka, Rashford, Eze dan Rogers bila menghadapi tim parkir bus seperti Ghana.

(TribunManado.co.id/Arthur Rompis)

WhatsApp TribunManado.co.id : KLIK

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.