Hingga 24 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, 779.093 tiket diskon atau 66,33 persen dari total kuota telah dipesan pelanggan

Jakarta (ANTARA) - Masa libur sekolah menjadi momen yang dinanti banyak keluarga untuk pulang ke kampung halaman, berwisata, atau mengajak anak-anak menikmati pengalaman perjalanan dengan kereta api. Di tengah meningkatnya mobilitas tersebut, PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengingatkan pelanggan agar menyiapkan perjalanan dengan cermat, termasuk mengatur barang bawaan sesuai ketentuan bagasi.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, perjalanan liburan yang nyaman dimulai dari persiapan sederhana di rumah. Memilih barang yang benar-benar dibutuhkan, mengemas bawaan dengan rapi, serta memahami batas bagasi akan membantu pelanggan menikmati perjalanan dengan lebih tenang sejak tiba di stasiun hingga sampai tujuan.

“Liburan sekolah biasanya identik dengan koper, tas anak, bekal, dan oleh-oleh. KAI mengajak pelanggan membawa barang secukupnya agar ruang di dalam kereta tetap nyaman, lorong tetap lapang, dan perjalanan bersama keluarga terasa lebih menyenangkan,” ujar Anne.

KAI menetapkan setiap pelanggan berhak membawa bagasi bebas biaya dengan berat maksimal 20 kilogram, volume maksimal 100 dm³, dimensi maksimal 70 cm × 48 cm × 30 cm, serta paling banyak 4 koli atau item. Barang bawaan tersebut wajib ditempatkan di rak bagasi di atas tempat duduk atau area yang telah ditentukan.

Ketentuan tersebut penting diperhatikan karena pada masa libur sekolah jumlah pelanggan meningkat. Ketika barang bawaan tertata, pelanggan lain juga dapat menikmati ruang perjalanan dengan nyaman. Petugas di stasiun dan di atas kereta api juga dapat memastikan proses boarding dan perjalanan berlangsung lebih tertib.

Bagi pelanggan yang membawa barang dengan berat lebih dari 20 kilogram hingga maksimal 40 kilogram, atau volume maksimal 200 dm³ dengan dimensi maksimal 70 cm × 48 cm × 60 cm, barang masih dapat dibawa ke dalam kereta dengan dikenakan biaya kelebihan bagasi. Tarif kelebihan bagasi ditetapkan Rp10.000 per kilogram untuk kelas Eksekutif, Rp6.000 per kilogram untuk kelas Bisnis, dan Rp2.000 per kilogram untuk kelas Ekonomi.

Sementara itu, barang dengan berat lebih dari 40 kilogram atau dimensi melebihi 70 cm × 48 cm × 60 cm dilarang dibawa ke dalam kereta. Untuk barang bawaan dalam jumlah besar, KAI menyarankan pelanggan menggunakan layanan pengiriman barang agar perjalanan tetap praktis dan area tempat duduk pelanggan tetap nyaman.

Selain mengatur jumlah bawaan, pelanggan juga diimbau memperhatikan jenis barang yang dibawa. KAI melarang pelanggan membawa hewan peliharaan, narkotika, psikotropika, zat terlarang lainnya, senjata api atau senjata tajam tanpa dokumen resmi, bahan peledak, barang mudah terbakar, serta barang berbau menyengat yang dapat mengganggu kenyamanan pelanggan lain.

Anne menambahkan, ketentuan bagasi bukan semata soal batas berat, melainkan bagian dari etika perjalanan bersama. Di dalam satu kereta api, setiap pelanggan berbagi ruang dengan keluarga lain, anak-anak, lansia, dan pelanggan yang menempuh perjalanan jarak jauh.

“Kereta api adalah ruang perjalanan bersama. Dengan membawa barang secukupnya, pelanggan ikut menjaga kenyamanan orang lain, memperlancar boarding, dan membuat suasana liburan terasa lebih hangat,” kata Anne.

Pada saat yang sama, minat masyarakat terhadap program Diskon Transportasi 30% masa libur sekolah terus menunjukkan respons positif. Program dari pemerintah melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan ini berlaku untuk keberangkatan 20 Juni sampai dengan 5 Juli 2026 pada layanan kelas Ekonomi Komersial.

Berdasarkan update data per 24 Juni 2026 pukul 10.00 WIB, dari total kapasitas kumulatif 1.174.624 tempat duduk, sebanyak 779.093 tiket telah dipesan atau 66,33 persen dari total kuota. Dengan demikian, masih tersedia 395.531 tempat duduk diskon yang dapat dimanfaatkan masyarakat sepanjang kuota masih ada.

Pola perjalanan liburan sekolah juga terlihat dari tingginya minat pelanggan pada sejumlah relasi favorit. Relasi Lempuyangan–Pasarsenen tercatat menjadi yang tertinggi dengan 13.946 pelanggan, disusul Pasarsenen–Lempuyangan 13.614 pelanggan, Pasarsenen–Yogyakarta 12.216 pelanggan, Sukabumi–Bogor Paledang 9.216 pelanggan, serta Semarang Tawang Bank Jateng–Solo Balapan 8.912 pelanggan.

Dari sisi layanan kereta api, volume tertinggi tercatat pada KA Joglosemarkerto sebanyak 39.263 pelanggan, KA Ambarawa Ekspres 33.217 pelanggan, KA Pangrango 32.076 pelanggan, KA Sawunggalih 29.730 pelanggan, dan KA Jayakarta 22.969 pelanggan. Data ini menunjukkan liburan sekolah menjadi penggerak mobilitas antarkota, wisata keluarga, serta perjalanan masyarakat menuju pusat-pusat aktivitas di berbagai daerah.

Anne mengajak masyarakat yang belum mendapatkan tiket agar segera merencanakan perjalanan melalui aplikasi Access by KAI, situs kai.id, atau kanal resmi penjualan tiket KAI lainnya. Pelanggan juga diimbau memeriksa kembali jadwal keberangkatan, identitas, ketentuan bagasi, serta tiba di stasiun lebih awal agar proses boarding berjalan lancar.

“Masih ada ratusan ribu tempat duduk diskon yang bisa dimanfaatkan pelanggan. Kami berharap liburan sekolah tahun ini menjadi perjalanan yang aman, tertib, nyaman, dan penuh cerita baik bagi keluarga Indonesia,” tutup Anne.