TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA - Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tidak pernah kehabisan desnitasi wisata yang menarik untuk dikunjungi, terlebih saat liburan tiba.
Selain terkenal dengan berbagai wisata sejarah, budaya, dan kulinernya, daerah Yogyakarta juga memiliki sejumlah desa wisata yang menarik.
Di sana, pengunjung dapat merasakan pengalaman liburan yang berbeda. Salah satunya yaitu Desa Wisata Kebonagung, yang terletak di Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.
Desa Kebonagung dikenal dengan wisata tani. Berbeda dengan destinasi yang mengandalkan bangunan maupun wahana, desa wisata kebonagung menghadirkan pengalaman yang dekat dengan kehidupan masyarakat, alam, serta budaya lokal yang masih tejaga hingga kini.
Ketika memasuki wilayah desa, pengunjung akan disambut dengan hamparan sawah yang luas dan suasana desa yang tenang.
Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung yang berasal dari perkotaan.
Dengan segala aktivitas sehari-harinya yang dipenuhi dengan hiruk pikuk, desa ini cocok untuk menjalani slow living.
Tidak hanya itu, desa Kebonagung memiliki berbagai keunggulan unik. Potensi inilah yang menjadikannya salah satu desa wisata yang layak untuk dikunjungi di Yogyakarta.
Desa ini berdiri pada tahun 1999 dan merupakan salah satu rintisan desa wisata yang ada di Kabupaten Bantul yang sudah berkembang cukup lama.
Perkembangan Desa Wisata Kebonagung juga mendapat pengakuan di tingkat nasional. Desa wisata ini berhasil masuk dalam jajaran 500 Besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) tahun 2024.
Pencapaian tersebut menunjukkan bahwa potensi wisata yang dikembangkan masyarakat Kebonagung mampu bersaing dengan berbagai desa wisata lain di Indonesia.
Keberadaan desa ini juga menjadi sarana pemberdayaan masyarakat melalui pengembangan potensi lokal. Masyarakat setempat memanfaatkan kekayaan alam, budaya, dan tradisi yang dimiliki untuk memberikan pengalaman yang berkesan bagi para pengunjunganya.
Salah satu keunikan yang diberikan oleh desa ini adalah wisata berbasis pertanian yang masih menjadi identitas kuat desa kebonagung.
Di tengah kehidupan teknologi yang kian berkembang pesat, aktivitas pertanian masih menjadi bagian penting bagi masyarakat.
Kondisi tersebut kemudian dikembangkan menjadi daya tarik wisata yang tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi juga edukasi.
Melalui berbagai paket wisata yang tersedia, pengunjung dapat merasakan secara langsung aktivitas pertanian, mulai dari membajak sawah, menanam padi, hingga memanen hasil panen bersama petani setempat.
Pengalaman tersebut memberikan kesempatan bagi wisatawan untuk mengenal kehidupan petani dan proses produksi pangan dari dekat.
Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, kegiatan ini juga menumbuhkan apresiasi terhadap kerja keras petani serta meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya sektor pertanian bagi kehidupan masyarakat Indonesia.
Kebonagung juga memiliki Museum Tani yang menyimpan berbagai peralatan pertanian tradisional. Keberadaan museum ini menjadi sarana pembelajaran bagi wisatawan untuk mengenal perkembangan sistem pertanian dari masa ke masa.
Melalui museum tersebut, pengunjung tidak hanya belajar mengenai proses bercocok tanam, tetapi juga memahami sejarah kehidupan agraris yang telah menjadi bagian penting masyarakat pedesaan.
Selain sektor pertanian, desa wisata Kebonagung juga dikenal dengan keberhasilanya menjaga berbagai tradisi turun temurun.
Di tengah arus globalisasi, masyarakat desa kebonagung berupaya untuk terus mengenalkan berbagai budaya lokal dan kesenian tradisional sebagai identitas desa kebonagung.
Di sini, berbagai kesenian masih rutin ditampilkan kepada wisatawan yang berkunjung.
Salah satu kesenian tradisional yang menjadi ikon desa Kebonagung yaitu kesenian Gejog Lesung.
Kesenian ini dianggap unik karena menggunakan lesung, yaitu alat untuk menumbuk padi, sebagai instrument utama.
Dalam pertunjukannya, beberapa pemain memukul lesung sehingga menghasilkan irama. Bunyi yang dihasilkan juga dapat menggambarkan kedekatan masyarakat dengan kehidupan agraris yaitu pertanian.
Di sini, wisatawan dapat berlomba memainkan lesung dengan irama. Biasanya, dilakukan oleh 10 orang.
Gejog Lesung menjadi bukti bahwa masyarakat pedesaan mampu mengubah alat sederhana menjadi kesenian tradisional yang memiliki nilai budaya tinggi dan mampu memberikan daya tarik.
Kesenian ini tidak hanya sebagai hiburan, tetapi juga dapat menjadi simbol kreatifitas masyarakat dalam menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal.
Keberadaan Gejog Lesung menjadi daya tarik tersendiri yang membedakan desa wisata kebonagung dengan desa wisata lainnya.
Tidak hanya kesenian Gejog Lesung, masyarakat kebonagung juga masih melestarikan berbagai bentuk kesenian dan tradisi lainnya, seperti karawitan, genduri, dan kegiatan adat lainnya yang melibatkan partisipasi masyarakat.
Hal ini menunjukkan masih lestarinya tradisi gotong royong. Gotong royong menjadi ciri khas masyarakat pedesaan.
Nilai-nilai tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat identitas desa sekaligus menciptakan suasana yang hangat bagi para pengunjungnya.
Selain pertanian dan kesenian tradisional, desa wisata Kebonagung juga menawarkan berbagai aktivitas kerajinan.
Wisatawan dapat belajar membatik, membuat gerabah, hingga menghias berbagai kerajinan tradisional dengan masyarakat setempat.
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga membantu memperkenalkan sekaligus melestarikan keterampilan lokal yang diwariskan secara turun-temurun
Keunikan lainnya yang dimiliki desa wisata Kebonagung yaitu konsep wisata berbasis pengalaman atau experiental tourism.
Di sini, pengunjung dapat langsung belajar memainkan gamelan, mengenal permainan tradisional tempo dulu, bersepeda santai, mengikuti kegiatan budaya, hingga berinteraksi secara langsung dengan masyarakat setempat.
Dengan adanya konsep tersebut, dapat memberikan pengunjung pengalaman yang lebih berkesan daripada sekedar mengunjungi tempat dan berfoto.
Melalui interaksi langsung dengan masyarakat, wisatawan dapat lebih mudah memahami kehidupan pedesaan yang hangat dari sudut pandang yang lebih dekat.
Mereka dapat belajar bagaimana masyarakat setempat menjaga tradisi serta mempertahankan nilai-nilai kebersamaan di tengah perkembangan zaman yang terus berkembang pesat.
Selain menawarkan aktivitas budaya dan pertanian, desa wisata Kebonagung juga memiliki lingkungan alam yang masih terjaga.
Sawah yang luas, udara yang sejuk saat pagi hari, dan suasana kehidupan yang tenang, menjadi daya tarik bagi pengunjung yang ingin rehat sejenak dari berbagai kesibukan.
Banyak wisatawan yang datang untuk menikmati suasana desa yang sederhana namun menenangkan.
Kondisi lingkungan yang asri juga mendukung berbagai aktivitas wisata edukatif yang dikembangkan masyarakat.
Tidak sedikit juga sekolah maupun komunitas yang menjadikan desa wisata Kebonagung sebagai tujuan kunjungan sebagai sarana pembelajaran di luar kelas.
Melalui berbagai program yang tersedia, para peserta dapat memperoleh pengetahuan baru sekaligus pengalaman yang tidak didapatkan di pendidikan formal.
Salah satu fasilitas yang mendukung berbagai kegiatan wisata budaya di Desa Wisata Kebonagung adalah Pendopo Puntodewo.
Pendopo ini kerap digunakan sebagai tempat pelaksanaan berbagai aktivitas wisata, seperti membatik, pertunjukan kesenian, hingga penyambutan tamu yang berkunjung.
Tidak jarang wisatawan mancanegara juga mengikuti berbagai kegiatan budaya yang diselenggarakan di tempat ini
Keberhasilan desa wisata Kebonagung dalam mengembangkan potensi lokal tidak terlepas dari peran masyarakat yang turut aktif.
Warga desa menjadi pelaku utama dalam berbagai kegiatan wisata yang diadakan. Mulai dari pengelolaan paket wisata, penyediaan homestay, pertunjukan budaya, hingga pendampingan terhadap wisatawan dilakukan secara bersama-sama oleh masyarakat setempat.
Keterlibatan masyarakat tersebut menmberikan dampak positif bagi perekonomian desa. Banyaknya kehadiran wisatawan membuka peluang usaha baru bagi waga. Baik melalui kuliner, kerjaninan, jasa wisata, maupun penyediaan penginapan.
Dengan demikian, adanya pengembangan wisata tidak hanya memberikan manfaat bagi pengunjung saja, tetapi juga mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.
Yang menarik, perkembangan sektor wisata di Kebonagung tidak menghilangkan identitas desa sebagai kawasan pertanian dan budaya.
Justru sebaliknya, potensi yang telah lama dimiliki kemudian dikembangkan oleh masyarakat sebagai fondasi utama dalam pengembangan pariwisata.
Keberadaan desa kebonagung juga menunjukkan bahwa pelestarian budaya dan pengembangan ekonomi dapat dilakukan secara bedampingan.
Hal ini dapat menjadi contoh bahwa potensi lokal dapat berkembang tanpa harus kehilangan identitas hanya demi mengikuti tren.
Selain itu, keberadaan desa wisata Kebonagung dapat menjadi pengingat bahwa daya tarik sebuah destinasi tidak selalu berasal dari kemewahan maupun teknologi yang canggih.
Kesederhaan dari kehidupan di desa, kekayaan budaya yang masih senantiasa dilestarikan, dan semangat gotong royong masyarakat di dalamnya, justru menjadi kekuatan yang membuat Kebonagung layak untuk dikenal sebagai salah satu desa wisata unggulan di Yogyakarta.
(MG- Mayumi Cinta Mahesi)