Piala Dunia 2026 - Korea Selatan Bakal Serasa Main di Kandang saat Lawan Afrika Selatan
Drajat Sugiri June 24, 2026 04:57 PM

TRIBUNNEWS.COM - Timnas Korea Selatan mengusung misi penting saat menghadapi Afrika Selatan pada laga pamungkas Grup A Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Stadion Monterrey, Meksiko, pada Kamis (25/6/2026) pukul 10.00 WIB.

Pertandingan tersebut menjadi kesempatan terakhir bagi pasukan Hong Myung-bo untuk memastikan tiket menuju babak 32 besar Piala Dunia 2026.

Korea Selatan datang ke laga ini dengan modal satu kemenangan dan satu kekalahan dari dua pertandingan sebelumnya.

Taeguk Warriors sukses menumbangkan Republik Ceko dengan skor 2-1 sebelum akhirnya menyerah tipis 0-1 dari tuan rumah Meksiko pada laga kedua fase grup.

Kekalahan dari Meksiko membuat Son Heung-min dan kolega kini bertekad menuntaskan pekerjaan mereka sekaligus membalas kekecewaan dengan meraih kemenangan atas Afrika Selatan.

Ambisi tersebut dinilai bukan sesuatu yang mustahil mengingat Korea Selatan sejak awal diprediksi menjadi salah satu wakil Asia yang mampu melangkah jauh di turnamen ini.

lihat foto
PENJUALAN JERSEY - Calon pembeli memilih berbagai jersey tim nasional di Jakarta Football Shop, Jakarta, Selasa (16/6/2026). Perhelatan Piala Dunia 2026 mendorong peningkatan penjualan jersey tim nasional yang dijual dengan harga dari Rp500 ribu hingga lebih dari Rp1 juta per jersey. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Pelatih U-16 Pandawa Football Academy Sukoharjo, Jawa Tengah, Khoirullah, bahkan menempatkan Korea Selatan sebagai kandidat terkuat dari Asia untuk menembus fase gugur.

"Kandidat tim dari Asia yang bisa lolos 16 besar Piala Dunia 2026 saya kira Korea Selatan," ujar Khoirullah kepada Tribunnews.

"Pasti mereka secara skuad lebih diunggulkan dibandingkan tim Asia lainnya seperti Iran, Australia, maupun Arab Saudi," lanjutnya.

Korea Selatan Seperti Main di Kandang

Menariknya, meski bermain jauh dari Negeri Ginseng, Korea Selatan justru diprediksi bakal merasakan atmosfer seperti bermain di kandang sendiri.

Media Amerika Serikat, The Athletic, menyebut keberadaan komunitas Korea di Monterrey berpotensi mengubah laga tandang menjadi pertandingan kandang bagi Korea Selatan.

Baca juga: Hong Myung-bo Minta Korea Selatan Tak Larut Kekecewaan usai Kalah dari Meksiko

Banyaknya warga Korea yang tinggal dan menetap serta keberadaan komunitas Korea di wilayah Monterrey membuat pertandingan Piala Dunia seperti bermain di rumah sendiri.

Nuansa Korea ternyata bukan hal yang sulit ditemukan di wilayah pinggiran Monterrey, kota yang berjarak lebih dari 11 ribu kilometer dari Seoul.

Restoran dengan papan nama berbahasa Korea, percakapan menggunakan bahasa Korea, hingga siaran televisi Korea yang menayangkan pertandingan Piala Dunia menjadi pemandangan sehari-hari di sana.

Keberadaan komunitas Korea di Monterrey sendiri tidak terlepas dari pembangunan pabrik Kia di Pesqueria pada tahun 2016.

Pabrik dengan luas mencapai 500 hektare tersebut memicu kedatangan ribuan warga Korea untuk bekerja dan menetap di wilayah tersebut.

Kini banyak warga Korea yang memilih tinggal secara permanen, menikah dengan warga lokal, hingga membangun keluarga di Meksiko.

Hong Myung-bo Dapat Dukungan Besar dari Masyarakat Meksiko

Pelatih Korea Selatan, Hong Myung-bo, mengaku terkejut dengan besarnya dukungan yang diterima timnya dari masyarakat Meksiko selama turnamen berlangsung.

Menurut Hong, hubungan baik antara Korea Selatan dan Meksiko sudah terasa sejak laga melawan Republik Ceko beberapa hari lalu.

"Saat melawan Republik Ceko, bukan hanya suporter Korea yang mendukung kami, tetapi juga banyak penggemar Meksiko yang ikut memberikan dukungan," kata Hong Myung-bo.

"Saya sangat berterima kasih atas dukungan dari para penggemar Meksiko kepada tim kami," tambahnya.

lihat foto
SPOT SELFIE - Instalasi 48 negara peserta Piala Dunia 2026 jadi spot selfie warga terpasang di depan Museum Titik Nol Pasoepati, Surakarta, Jawa Tengah, Rabu (10/6/2026). (Tribun-Video/Faiz Fadhilah)

Hong bahkan meyakini laga melawan Afrika Selatan akan menghadirkan atmosfer yang jauh berbeda dibanding pertandingan tandang pada umumnya.

"Besok (melawan Afrika Selatan) mungkin akan terasa seperti bermain di stadion kandang dan itu merupakan hadiah besar bagi para pemain kami," ujar Hong.

"Kami harus memanfaatkan situasi tersebut sebaik mungkin di dalam pertandingan," lanjutnya.

Hubungan emosional antara Korea Selatan dan Meksiko sendiri sudah terjalin sejak Piala Dunia 2018 di Rusia.

Kala itu Meksiko berhasil lolos dari fase grup setelah Korea Selatan secara mengejutkan mengalahkan Jerman pada laga terakhir.

Pendukung Meksiko kemudian meneriakkan slogan "Coreano, Hermano, Ya Eres Mexicano" yang berarti "Saudara Korea, sekarang kalian adalah orang Meksiko."

Kini dengan dukungan masyarakat Meksiko dan komunitas Korea di Monterrey, Korea Selatan dapat mengubah laga tandang menjadi pertandingan kandang.

(Tribunnews.com/Niken)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.