Cerita PKL di Cimahpar Bogor Lapaknya Dibongkar Pemerintah, Kini Memilih Jualan Keliling
Vivi Febrianti June 24, 2026 06:07 PM

TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Deratan lapak PKL warung-warung di Jalan T. Wiradireja, sekitaran kolong Tol Jagorawi, kawasan Cimahpar, Bogor Utara, Kota Bogor kini dibongkar.

Deretan warung yang dinilai bangunan liar itu awalnya berderat di sepanjang kanan dan kiri jalan.

Terpantau Rabu (24/6/2026), warung-warung nonpermanen dan semi permanen itu sebagian sudah rata dengan tanah dan jadi puing.

Sebagian lapak ada pula yang sudah benar-benar bersih.

Sementara beberapa warung lainnya ada pula yang masih dibongkar secara mandiri.

Salah satu pemilik warung kopi yang dibongkar mandiri, Yati (50) salah satunya.

Saat suaminya sibuk membongkar warung yang terbuat dari kayu, Yati masih menyempatkan diri berjualan kopi di lapak warungnya yang kini sudah tanpa dinding dan atap.

"Masih jualan kopi Mi ?. Warung tembus pandang nih," canda pelanggan yang memesan kopi di lapak warung Ibu Yati, Rabu (24/6/2026).

Kepada TribunnewsBogor.com, Yati mengaku dia sudah sekitar empat tahun berjualan di pinggir jalan sekitaran kolong Tol Jagorawi tersebut.

Setelah warungnya dibongkar, kata Yati, dia akan usaha jualan keliling ke perumahan-perumahan agar tetap mendapat pemasukan.

"Nerima aja ibu mah, gimana pemerintah. Gak ngelawan, silahkan aja dibongkar gak apa-apa," kata Yati kepada TribunnewsBogor.com, Rabu (24/6/2026).

"Paling nanti Ibu Mah di rumah aja, jualan di rumah dan jualan gorengan keliling ke perumahan," imbuh Yati.

Dia mengaku bahwa dia harus tetap berjualan untuk menambah pemasukan, karena suaminya hanya bekerja sebagai buruh tukang kebun.

Sementara di rumahnya, masih ada dua anaknya masih duduk di bangku SMA dan SMP yang harus dibiayai.

"Karena masih ada anak sekolah, anak yang masih sekolah dua orang," kata Yati.

Dia mengatakan bahwa para pemilik warung lain ada yang pindah jualan ke tempat lain dengan menyewa kios.

Namun Yati mengaku jika dia menyewa kios, dia takut uang sewanya tak terbayar, sehingga dia memilih berjualan gorengan keliling.

Sejauh ini, kata dia, memang belum ada pembicaraan soal relokasi bagi pemilik lapak-lapak yang dibongkar ini.

"Gak ada (informasi relokasi), udah dibongkar mah udah aja. Paling cari kontrakan masing-masing," katanya.

"Ibu mah gak nyari kontrakan, takut gak kebayar, udah aja di rumah. Sekarang kan kontrakan mahal-mahal, paling murah sejuta," ungkapnya.

Terpantau, warung kopi atau warkop milik Yati adalah salah satu dari sekian lapak warung yang dibongkar.

Selain warkop Yati, ada pula lapak sebelumnya jadi tempat berjualan buah, warteg, jualan ayam goreng dan lain-lain.

Terpisah, Camat Bogor Utara Riki Robiansah menjelaskan bahwa ada 10 lapak yang ditertibkan Satpol PP di wilayah Cimahpar tersebut.

"Ada 10 lapak PKL, 8 bongkar mandiri, 2 dibongkar petugas," kata Riki saat dikonfirmasi, Rabu (24/6/2026).

Dia mengatakan bahwa penertiban bangunan liar ini juga bagian dari instruksi Wali Kota Bogor Dedie Rachim.

"Iya (instruksi Wali Kota), lalu kita koordinasi dengan Jasamarga karena itu lahan Jasamarga. Sudah diberikan surat imbauan ke para PKL," ungkapnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.