Disdikpora Buleleng Tegaskan Tak Ada Sekolah Unggulan, SD yang Dulu Sepi Peminat Kini Punya 23 Siswa
Ngurah Adi Kusuma June 24, 2026 07:22 PM

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Buleleng menegaskan tidak ada lagi sekolah unggulan dalam Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. 

Bahkan, sekolah-sekolah yang selama ini sepi peminat dipastikan mulai mendapatkan siswa baru.

Kepala Disdikpora Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, mengatakan seluruh satuan pendidikan mendapat pelayanan yang sama dari pemerintah. 

Menurutnya, istilah sekolah favorit yang masih berkembang di masyarakat lebih disebabkan tingginya minat pendaftar di sekolah tertentu.

Baca juga: Pemerintah Tanggung PPN Tiket Pesawat Domestik Selama Libur Sekolah 2026 dan Nataru 2026/2027

"Kalau sekolah unggulan itu sudah tidak ada. Jadi semua sekolah sama memberikan pelayanan bagi masyarakat," ujar Surya Bharata, Rabu (24/6/2026).

Ia mengakui masih banyak orang tua yang berupaya memasukkan anaknya ke sekolah yang dianggap favorit. Namun, penerimaan siswa tetap dibatasi kuota sesuai jalur yang tersedia.

"Kalau itu persepsi masyarakat ya. Kalau kami dari pemerintah tidak ada. Semua sekolah diberikan layanan yang sama,”

“Kemudian masyarakat yang melakukan penilaian seperti itu dan mencoba mendapatkan sekolah sesuai dengan minat yang mereka harapkan. Tapi kita dibatasi oleh kuota," ujarnya.

Surya Bharata mengatakan, Disdikpora telah melakukan inventarisasi terhadap sekolah-sekolah yang selama ini kekurangan siswa. Dari hasil pemantauan, sejumlah sekolah mulai mengalami peningkatan jumlah pendaftar.

Baca juga: YAKIN Pajak Bisa Tercapai di Bali! Pendapatan Negara Tembus Rp10,43 Triliun, Ini Kata Kakanwil DJPb

Salah satunya SD Negeri 3 Banjar Tegal. Dua tahun lalu, sekolah tersebut hanya memperoleh siswa baru di bawah 10 orang. 

Namun pada SPMB tahun ini, jumlah pendaftar telah mencapai 23 orang.

Selain itu, SD Negeri Kendran yang sebelumnya juga minim peminat kini mulai mendapat tambahan siswa. 

Disdikpora pun menyiapkan mekanisme penyaluran bagi calon siswa yang tidak diterima di sekolah tujuan agar dapat mengisi sekolah yang masih memiliki kuota.

"Nanti bagi masyarakat yang sudah mendaftar tetapi tidak diterima di sekolah tempat mereka mendaftar, akan disalurkan ke sekolah yang masih ada kuota sisa," katanya. 

Baca juga: Empat Jam Pencarian, Ni Nyoman Murtiningsih Ditemukan Meninggal di Perairan Pantai Keramas

Di sisi lain, Surya Bharata memastikan pelaksanaan SPMB 2026 di Buleleng secara teknis berjalan lancar. 

Kendati demikian, proses verifikasi faktual data siswa di masing-masing sekolah membuat pengumuman hasil seleksi mengalami sedikit keterlambatan.

Saat ini, pengumuman jalur prestasi jenjang SMP telah berlangsung. Sementara pengumuman jalur domisili, mutasi, dan afirmasi dijadwalkan pada 29 Juni 2026.

"Kami berharap masyarakat bisa mendaftar dan diterima di sekolah yang dekat dengan tempat tinggalnya," tandasnya. (mer)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.