Grid.ID - Proses syuting sebuah film kerap menghadirkan pengalaman yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya oleh para pemainnya. Bukan hanya mendalami karakter dan menjalani berbagai latihan, para aktor juga terkadang harus terjun langsung ke situasi yang benar-benar baru dalam hidup mereka.
Hal itulah yang dirasakan Alika Jantinia dan Jinan Safa saat terlibat dalam film Petaka Gunung Welirang. Menariknya, proyek film ini menjadi pengalaman pertama bagi keduanya untuk melakukan pendakian gunung secara langsung.
Alika mengaku pengalaman mendaki gunung untuk kebutuhan syuting memberikan kesan yang sangat mendalam baginya. Ia bahkan menyebut pengalaman tersebut sebagai sesuatu yang luar biasa.
Menurut Alika, sebelum menjalani proses syuting, dirinya tidak benar-benar mengetahui seperti apa rasanya melakukan pendakian secara langsung. Ia baru menyadari bahwa aktivitas tersebut bukan hanya soal berjalan menanjak menuju puncak, melainkan juga menghadapi berbagai tantangan di sepanjang perjalanan.
"Kayaknya mostly kita sebenernya ini pertama kali ya untuk mendaki gunung. Experience-nya luar biasa menurut saya," ujar Alika Jantinia di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan pada Rabu (24/6/2026).
Meski mengaku sangat menikmati pengalaman pertamanya, Alika mengatakan dirinya masih membutuhkan pertimbangan jika harus kembali mendaki gunung di masa mendatang. Bukan karena pengalaman tersebut buruk, melainkan karena ia merasa pendakian membutuhkan persiapan yang benar-benar matang.
Menurutnya, jika suatu saat nanti kembali melakukan pendakian, persiapan yang akan lebih diperhatikan adalah kesiapan mental. Baginya, aspek mental ternyata memegang peranan besar selama perjalanan menuju puncak.
"Kalau ditanya apakah akan lagi, mungkin, tapi persiapannya akan lebih panjang, terutama persiapan mental," sambungnya.
Hal itu muncul karena selama pendakian ia menyadari bahwa tantangan yang dihadapi tidak hanya berasal dari kondisi fisik. Pikiran dan mental seseorang juga ikut diuji ketika harus menghadapi rasa lelah, medan yang panjang, serta berbagai hambatan yang muncul di tengah perjalanan.
Karena itulah Alika merasa seseorang yang ingin mendaki gunung harus mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik. Bukan hanya perlengkapan, tetapi juga kondisi diri secara menyeluruh.
"Karena ternyata banyak sekali ya tantangan dan hambatan pada saat menaiki gunung itu, jadi memang harus siap segala-galanya gitu," kata Alika.
Sementara itu, pengalaman berbeda juga dirasakan Jinan Safa. Ia mengaku bahwa selama ini dirinya belum pernah benar-benar mencoba mendaki gunung seperti para pendaki pada umumnya.
Jinan menjelaskan bahwa pendakian untuk film Petaka Gunung Welirang menjadi pengalaman pertama yang benar-benar membuatnya merasakan seperti apa dunia hiking sesungguhnya. Pengalaman tersebut menjadi sesuatu yang sangat berkesan karena sebelumnya ia tidak pernah membayangkan akan melakukan aktivitas seperti itu.
Ia bahkan secara jujur mengatakan bahwa apabila tidak terlibat dalam proses syuting film tersebut, mungkin dirinya tidak akan terpikir untuk mencoba mendaki gunung.
"Kalau naik gunung beneran, yang hiking, itu baru pertama kali, first experience. Seneng sih, karena jujur aku nggak akan kepikiran untuk naik gunung kalau misalnya aku nggak syuting ini," ujar Jinan Safa.
Menariknya, pandangan Jinan mengenai pendakian berubah setelah merasakan sendiri prosesnya. Setelah berada langsung di lokasi dan menjalani perjalanan mendaki, ia mulai memahami alasan mengapa banyak orang menyukai aktivitas tersebut.
Menurutnya, ada sensasi berbeda yang sulit dijelaskan ketika seseorang berhasil mencapai titik atas dalam pendakian. Perasaan tersebut ternyata tidak hanya berkaitan dengan keindahan pemandangan yang terlihat di puncak, tetapi juga pengalaman emosional yang muncul setelah melalui proses panjang selama perjalanan.
"Tapi ternyata pas aku syuting ini terus aku naik gunung, oh ternyata aku ngerti kenapa orang suka naik gunung. Rasanya tuh pas udah di atas emang beda sih, nggak bisa dideskripsikan," sambungnya.
Sementara itu, film Petaka Gunung Welirang bercerita tentang pendakian yang awalnya diniatkan sebagai perayaan tugas akhir kuliah berubah menjadi mimpi buruk. Saat melintasi wilayah keramat Alas Lali Jiwo, kelima sahabat tersebut tiba-tiba mendengar suara gamelan misterius yang menggema di tengah hutan.
Perjalanan mereka semakin mencekam ketika mereka bertemu dengan sosok Ratu gaib beserta pasukan kerajaan dari alam lain. Sejak saat itu, berbagai kejadian aneh dan teror magis mulai bermunculan. Mereka terpisah dalam dimensi lain dan harus berjuang melawan kutukan misterius agar bisa selamat dan kembali pulang.
Film yang diproduksi oleh Starvision juga turut dibintangi oleh Antonio Blanco Jr., Giulio Parengkuan, Alika Jantinia, Rezan Zu, Jinan Safa, dan masih banyak lagi. Film ini dijadwalkan tayang pada 2 Juli 2026 di bioskop.