Gibran Didesak Klarifikasi soal Pengakuan Ketua BEM UBK Terima Uang Suap soal Demo di Istana
Nathanael MoerRahardian June 24, 2026 09:42 PM

Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka didesak melakukan klarifikasi terkait mahasiswa mengaku menerima suap terkait aksi demo.

Pengamat politik Ray Rangkuti mendesak Gibran untuk mengklarifikasi peristiwa itu sebab elit mengajarkan bagaimana moral tidak lebih dari sekadar uang.

Pernyataan itu disampaikan Ray Rangkuti pada Rabu (24/6).

Ray Rangkuti menegaskan rakyat pantas marah atas pengakuan mahasiswa menerima uang agar tidak menggelar aksi di Istana.

Seperti diketahui Ketua BEM Fakultas Hukum Universitas Bung Karno Muhammad Abdi Maludin mengaku telah menerima uang Rp 20 juta diduga dari oknum polisi.

Uang tersebut disalurkan oleh seorang alumni mahasiswa FH UBK dan diterima sebelum aksi demo.

Uang itu diberikan dengan syarat agar mahasiswa tidak melakukan aksi demo di Istana.

Namun arahan tersebut tidak diikuti dan mahasiswa tetap melakukan aksi di sekitar Istana sesuai rencana semula.

Mahasiswa kemudian diterima Gibran masuk ke Istana untuk melakukan audiensi.

Menurut Ray Rangkuti sudah sewajibnya Gibran buka suara memberikan penjelasan atas informasi yang sudah terbuka.

Selain Gibran, pihak kepolisian juga didesak untuk memeberikan penjelasan.

Hal itu karena instansi kepolisian disebut sebagai fasilitator pemberian suap terhadap mahasiswa.

Ray Rangkuti mengatakan pengakuan mahasiswa itu memberikan jawaban atas tuduhan aksi demo mengkritik pemerintah didanai pihak tertentu.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.