Dukung UMKM dan SME, Bank Muamalat Perluas Pembiayaan untuk Dorong Ekonomi Masyarakat
Wiwit Purwanto June 24, 2026 05:04 PM

 

SURYA.CO.ID SURABAYA – PT Bank Muamalat Indonesia Tbk terus memperkuat pembiayaan sektor small medium enterprise (SME) sebagai bagian dari fokus pengembangan bisnis ritel perseroan.

Langkah ini dilakukan untuk memperluas akses pembiayaan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor usaha yang dinilai terbukti tangguh menghadapi berbagai tantangan ekonomi.

Peran SME selama ini tidak hanya menjadi penggerak aktivitas ekonomi di tingkat daerah, tetapi juga menjadi salah satu fondasi penting dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Karena itu, Bank Muamalat melihat sektor ini memiliki prospek yang besar untuk terus dikembangkan melalui dukungan pembiayaan yang berkelanjutan.

Pembiayaan SME Tumbuh 24 Persen

Direktur Bank Muamalat, Ricky Rikardo Mulyadi, mengatakan dukungan terhadap pelaku SME merupakan wujud komitmen perseroan dalam memperkuat perekonomian masyarakat dari hulu hingga hilir.

Baca juga: Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Mandiri, Petrokimia Gresik Gelar Bazar Lontar

"Terlebih sektor ini telah terbukti dapat bertahan dalam menghadapi gejolak ekonomi," kata Ricky Rikardo Mulyadi, Rabu (24/6/2026).

Menurutnya, sektor SME memiliki peran strategis sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Selain itu, karakteristik bisnis di sektor tersebut juga dinilai memiliki penyebaran risiko yang baik sehingga menjadi salah satu segmen yang menjanjikan untuk terus dikembangkan.

Hingga Desember 2025, outstanding pembiayaan SME yang telah disalurkan Bank Muamalat mencapai Rp2,9 triliun. Nilai tersebut tumbuh 24 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

"Untuk itu, kami terus berupaya memperluas jangkauan pembiayaan SME ke nasabah. Salah satunya dengan mengoptimalkan jaringan kantor yang dimiliki dan digitalisasi untuk kecepatan proses pembiayaan," jelas Ricky.

Digitalisasi Jadi Kunci Perluasan Pembiayaan

Bank Muamalat menempatkan digitalisasi sebagai salah satu strategi utama dalam memperluas akses pembiayaan, terutama bagi calon nasabah yang berada di wilayah yang belum terjangkau layanan kantor cabang.

Melalui pengembangan layanan digital, proses pembiayaan diharapkan menjadi lebih cepat, efisien, dan mudah diakses oleh pelaku usaha di berbagai daerah.

Baca juga: Data OJK: Kinerja Perbankan Jawa Timur Tumbuh Solid hingga April 2026

Pada 2026, Bank Muamalat menargetkan pertumbuhan pembiayaan SME sekitar 30 persen dibandingkan realisasi tahun sebelumnya. Perseroan optimistis target tersebut dapat dicapai melalui sejumlah strategi yang telah disiapkan.

Salah satunya dengan memperkuat pembiayaan pada ekosistem yang menjadi fokus pasar perusahaan, seperti sektor pendidikan, haji dan umrah, serta kesehatan.

"Kami juga mengoptimalkan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan maupun jaringan yang dimiliki. Pendekatan ini diharapkan dapat menghadirkan inovasi dan meningkatkan produktivitas," terangnya.

Selain memperkuat kolaborasi, Bank Muamalat juga terus mengembangkan aspek digitalisasi untuk meningkatkan efektivitas dan mempercepat proses pembiayaan. Seluruh langkah tersebut tetap dijalankan dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian, syariah, dan pendekatan humanis sebagai fondasi pengembangan pembiayaan di segmen SME.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.